Piala FA “Kuburan” Klub Elit Premier League

Penulis: Darmansyah

Minggu, 25 Januari 2015 | 11:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Piala FA, di laga babak keempat, Minggu dinihari WIB, 25 Januari 2015, kembali menjadi “kuburan” bagi klub elitis Premier League, setelah tim “kasta” rendah tampil sebagai pembunuh “gila” untuk Chelsea, Manchester City dan Tottenhamp Hotspur.

Chelsea, Manchester City dan Spur, tiga klub kaya raya dan bertabur bintang serta berada di posisi satu, dua dan enam Premier League, dikuburkan oleh, masing-masing Bradford City, Middlesbrough dan Leicester.

Sementara itu, di hari yang sama, Liverpool masih bisa menarik napas untuk mengulang laga atau disebut dengan “replay” setelah ditahan Bolton tanpa gol di Anfield.

Sehari sebelumnya klub raksasa Premier League lainya, Manchester United hampir celaka di Costings Abbey Stadium, ketika Cambridge hampir saja sukses mewujudkan mimpinya ketika kedua tim bermain imbang.

Manchester sama dengan Liverpool harus bertanding lagi di parati “replay di Old Trafford pekan mendatang.

Pelatih Chelsea, Jose mourinho hampir saja menangis setelah sempat tertunduk ketika laga usai dan Chelsea dicatatkan papan skor sebagai tim yang takluk, empat gol berbanding dua untuk Bradford.

Kekalahan Chelsea ini menyebabkan mereka kehilangan satu trofi dari empat kesempatan yang tersedia di musim ini. Tiga trofi lainnya bagi Chelsea yang masih tersisa adalah Piala Liga, Premier League dan Champions League.

Mou menyebut laga babak keempat Piala FA sebagai hari kelabu, karena tim-tim besar Premier League tersingkir.

Chelsea jadi satu di antara tiga tim teratas Premier League yang tersingkir pada babak keempat Piala FA selain Manchester City dan Southampton. Di Stamford Bridge, The Blues ditaklukkan Bradford yang berkiprah di divisi tiga.

Unggul dua gol lebih dahulu, Chelsea digelontor empat gol dan berbalik kalah, dipaksa menelan malu di depan pendukung sendiri.

“Saya sempat berpikir ketika kami unggul dua gol, kami punya sebuah keuntungan besar tapi itu memang tricky. Karena kami sesungguhnya mencetak gol setelah tanpa peluang-peluang berarti dan mereka punya kesempatan-kesempatan sebelumnya,” kata Mou dikutip BBC.

“Kami tahu laga ini akan sulit dan segera setelah mereka mencetak gol penyama, kami kehilangan kontrol akan apa yang kami ingin lakukan. Hari ini mereka jauh lebih antusias dalam pertandingan,” tambahnya.

Selain Chelsea, hasil negative juga diperoleh City, Spur dan Soton. City ditundukkan tim divisi dua, Middlesbrough, dua gol tanpa balas, sementara Soton disingkirkan Crystal Palace. Spur dicampakkan Lecester.

Jika ada yang membedakan antara empat tim ini, itu adalah lawan yang menyingkirkan. Jika Chelsea dan City kalah oleh tim-tim divisi lebih rendah, Soton dan Spur ditendang rekan sesama Premier League.

Lebih luas lagi, tim-tim Premier League lainnya juga mengalami kesulitan di pertandingan lain.

Manchester United misalnya, dipaksa menjalani laga replay usai ditahan imbang tim divisi empat, Cambridge United, tanpa gol. Begitu pula dengan Liverpool yang turut harus tanding ulang usai diimbangi Bolton Wanderers .

“Ini adalah Sabtu kelam untuk tim-tim Premier League. Setiap tahun Anda bisa melihat hasil semacam ini di Piala FA. Itulah sebabnya saya selalu menyebutnya spesial,” sambung Mou.

“Cuma sial saja hari ini, untuk pertama kali, saya ada di sisi yang salah dalam keajaiban ini. Kredit untuk Bradford, mereka mencetak empat gol bagus dan layak melaju ke babak berikutnya,” demikian dia.

Manchester City secara mmengejutkan menelan kekalaha dua gol tanpa balas saat menjamu Middlesbrough, Manuel Pellegrini menyesalkan banyaknya peluang yang terbuang dan penampilan timnya yang gugup.

Di Etihad Stadium, Minggu dinihari WIB, City turun nyaris dengan pemain-pemain terbaiknya saat menjalani laga babak keempat Piala FA. Tapi laga menghadapi tim dari Divisi Championship itu ternyata tak seperti diprediksi, The Citizens malah

City sebenarnya tampil dominan dalam laga tersebut. Di babak pertama beberapa kesempatan berhasil dikreasikan, namun seluruhnya gagal dikonversi jadi gol. Ketidakmampuan bikin gol itu akhirnya membuat tuan rumah dihukum saat Patrick Bamford membawa The Boro unggul satu gol.

“Sebelum mereka bikin gol pertama, kami punya lima atau enam kesempatan bersih. Mereka tidak memiliki satupun kesempatan. Tapi kami kemasukan gol yang sangat mudah, dan pertandingan menjadi berubah,” ujar Pellegrini setelah pertandingan.

Ketidakmampuan City mencetak gol balasan disebut Pellegrini terjadi karena timnya gugup karena gol di awal babak kedua itu. Selain itu Middlesbrough juga disebutnya bermain apik dengan kerjasama antarpemain yang terjalin rapi.

“Kami gugup. Mereka adalah tim yang bekerja dengan baik; karena itulah mereka ada di posisi dua Championship. Mereka punya peluang mencetak lebih banyak gol dan layak lolos,” sambung dia di BBC.

Pellegrini menyanggah anggapan kalau timnya kelelahan dalam laga tersebut karena baru beberapa hari lalu melakukan perjalanan ke Abu Dhabi untuk menjalani laga persahabatan di sana.

“Tidak, saya pikir tidak begitu. Mudah untuk mencari alasan, tapi saya pikir bukan itu penyebabnya,” tuntas Pellegrini.

untuk lolos. Jadi saya tidak senang,” kata manajer Spurs itu.

Komentar