Petualangan Malaga Berakhir di Kandang Dortmund

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 April 2013 | 06:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Malaga, klub Andalus, yang datang  ke kandang Borussia Dortmund, Signal Iduna Park Stadion, di laga kedua perempat final Liga Champions,  Rabu dini hari WIB, harus mengakhiri “petualangan”nya setelah di  injury time, tiket semifinalnya di rampas klub Jerman itu.

“Menyakitkan,” ucap pelatih Pellegrini untuk kekalahan di empat menit terakhir, Sebuah kekalahan yang datang atas nama takdir.” Kami sudah memberikan getar kemenangan. Tapi Dortmund, menjawabnya dengan semboyan tak ada kata menyerah sebelum perang berakhir. Kami yang kalah di akhir pertempuran,” kata Pellgerini tentang dua gol di “injuri time” yang menghapus keunggulan 2-1 satunya timnya.

Dortmund menambah dua gol dan menang 3-2,  lewat gol Marco Reus dan Felipe Santana.Dortmund memang tak pernah menyerah setelah gol Joachin di menit 82 mengantarkan klub “pendatang baru” itu unggul 2-1.  Mereka kemudian mampu mencetak dua gol di masa injury time.

Direktur Teknik Dortmund, Zorc tak menampik bahwa Malaga tampil luar biasa dan timnya dinaungi sedikit keberuntungan. Namun dia juga menilai Die Borussen memang layak melangkah ke semifinal.

“Sulit menggambarkan ini dalam kata-kata. Kami mendapat banyak keberuntungan malam ini. Kami melewatkan banyak peluang tapi tim terus percaya,” sahut Zorc di situs resmi “UEFA” usai pertandingan. “Ini bukan permainan terbaik kami malam ini, taktik Malaga luar biasa. Tapi melihat di dua pertandingan saya pikir kami pantas untuk lolos,” lugasnya.

Bek Borussia Dortmund, Neven Subotic, hanya berlinang air mata kegembiraan usai pertandingan. Ia tak akan bisa menyembunyikan  kegirangannya setelah timnya melangkah dengan dramatis ke semifinal Liga Champions.

Malaga unggul lebih dulu melalui kreasi Joaquin Sanchez pada menit ke-25, tetapi Robert Lewandowski menyetarakan skor, lima menit jelang jeda. Los Andalusia kembali berada di atas angin pada menit ke-82 setelah Eliseu menjebol jala Roman Weidenfeller.

Ironisnya, Marco Reus dan Felipe Santana membalikkan keadaan dengan gol yang dikreasi pada menit ke-90+1 dan 90+3. Dortmund berhak atas tiket semifinal Liga Champions dengan kemenangan 3-2 yang juga menjadi skor agregat.

“Aku tak memercayainya. Ini momen tergila sepanjang karierku. Pertandingan ini spesial bagi setiap orang, bagi kami, dan para fans,” tegas Subotic seusai pertandingan. “Hingga saat ini, cerita kami seperti film Hollywood. Harapannya, kami akan mengakhirinya dengan cara Hollywood,” tegasnya lagi.

“Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Kami banyak mendapatkan keberuntungan malam ini. Kami juga membuang banyak peluang, tetapi para pemain terus merasa yakin (lolos ke semifinal),” sambungnya lagi.

Dua gol Borussia Dortmund saat injury time babak kedua yang memusnahkan impian Malaga melangkah ke semifinal Liga Champions memang merupakan pahatan nasib setelah sepanjang pertandingan, sebelum mamsuki empat menit terakhir  menempatkan tim “rookie” ini sangat superior.

Inilah jalannya pertandingan kedua tim ketika “kick off” di mulai, dan Malaga tampil sangat aktraktif terutama peluang-peluang Joaquin Sanchez  yang beberapa kali mendapat  tembakan bebas di area pertahanan Dortmund . Namun, tembakan bebas itu tak mengenai sasaran.

Pada menit ke-10, Joaquin lagi-lagi dijatuhkan, kali ini oleh Sven Bender. Wasit Craig Thomson pun mencabut kartu kuning pertama pertandingan itu untuk gelandang Dortmund.

Enam menit kemudian, Dortmund mulai keluar dari tekanan Malaga. Umpan sodoran Mario Goetze menuju ke arah Robert Lewandowski. Striker Polandia itu sempat terpeleset di daerah kotak penalti, tetapi mampu menguasai bola kembali sekaligus mengirimkan sepakan lob. Ironis, bola masih melambung dari gawang Willy Caballero.

Pada menit ke-25, aksi solo-run ciamik Joaquin menyayat pertahanan Dortmund. Setelah melewati hadangan lawan, eks penggawa Valencia dan Newcastle United itu melesakkan bola dengan tembakan kaki kiri. Bola pun mengarah ke pojok kanan bawah gawang yang gagal dijangkau Roman Weidenfeller.

Lima menit jelang turun minum, Dortmund pun mengimpaskan keadaan. Goetze menyodorkan bola kepada Reus yang dengan cerdik melewatkan bola di antara kedua kakinya. Lewandowski yang berada di belakangnya langsung melepaskan bola dan membuat keadaan imbang 1-1.

Tiga menit setelah jeda, Joaquin kembali mendapatkan kesempatan di depan gawang Dortmund. Kali ini bola tandukannya berhasil dimentahkan Weidenfeller dengan menjatuhkan badan ke sebelah kiri.

Setelah itu, Malaga cenderung bermain bertahan. Para pemain Dortmund yang berusaha membongkar pertahanan Los Andalusia nyaris kehilangan akal.

Bahkan, pada menit ke-70, Malaga nyaris mencetak gol kedua. Setelah mendapatkan bola dari Duda, Jeremy Toulalan mencoba berspekulasi dengan tembakan jarak jauh. Bola yang menuju ke gawang Dortmund berhasil ditip keluar oleh Weidenfeller.

Sebelas menit jelang waktu normal usai, Dortmund mendapatkan peluang terbaik untuk unggul. Goetze yang lolos di kotak penalti Malaga melepas tembakan. Namun, Willy tampil luar biasa dengan antisipasi kaki kirinya. Bola pun melenceng keluar di sebelah kiri tiang gawangnya. Dalam pertandingan pertama, kiper Argentina itu terpilih sebagai pemain terbaik dengan tujuh penyelamatannya.

Pada menit ke-82, petaka menghampiri Die Borussen. Bermodalkan sodoran bola Julio Baptista, Eliseu pun melesakkan bola dari jarak dekat yang gagal ditahan Weidenfeller. Malaga pun unggul 2-1.

Keajaiban terjadi dalam dua menit injury time. Dortmund memborong dua gol dan yang pertama dikreasi Reus pada menit ke-90+1 setelah Felipe Santana sukses menekel bola dari penguasaan Jesus Gamez. Bola pun diceploskan dengan mudah oleh eks gelandang Borussia Moenchengladbach itu.

Dua menit kemudian, Reus menembakkan bola ke gawang Malaga dan bola pun muntah. Santana yang berada di dekatnya langsung mencocorkan bola dan membuat keadaan seketika berubah 3-2 untuk Dortmund hingga pertandingan berakhir.

Malaga pun gagal menjejaki prestasi luar biasa Villarreal yang sukses melangkah ke empat besar Liga Champions pada musim debutnya. Villarreal menorehkan prestasi itu pada 2006.

Sementara siapa lawan Dortmund di semifinal akan ditentukan pada undian Liga Champions, Jumat (12/4/2013).

 

 

 

Komentar