Pesta Liga Champions El Real di Madrid

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Juni 2017 | 08:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid berpesta.

Dan manajemen, yang didukung  pemerintah kota Madrid,  merayakan keberhasilan klub asal kota tersebut meraih trofi Liga Champions musim ini.

Pesta itu dimulai dengan mengarak seluruh anggota skuat tim dengan menggunakan bus bertingkat dengan atap terbuka.

Bus tingkat warna putih dengan tulisan ‘Campeones’ itu dibawa berputar mengelilingi air mancur Cibeles yang merupakan ikon dari kota Madrid.

Terlihat seluruh kesebelasan inti Real Madrid yang dipimpin sang kapten Sergio Ramos menyapa para Madridistas–suporter Madrid, yang mengelilingi air mancur tersebut.

Musik serta lagu gempita mengiringi arak-arakan skuat Madrid yang menyapa penggemarnya seraya memamerkan trofi kedua belas yang berhasil diraih Real Madrid akhir pekan lalu di Cardiff, Wales.

Ramos dan kawan-kawan berhasil menjuarainya–sekaligus mencetak rekor mempertahankan trofi–usai mengalahkan

Juventus di partai final dengan skor empat gol berbanding satu.

Setelah bermain tertekan pada babak pertama dengan skor satu berfbanding satu gol, skuat Madrid menggila di babak kedua dengan mencetak tiga gol lagi.

Nah, dalam perayaan di Madrid pada Minggu lalu, sebuah jalur panggung serba putih telah disiapkan dari pinggir air mancur hingga ke pusat yang terdapat patung dewi di tengahnya.

Setelah beberapa kali berputar, bus berwarna putih itu berhenti tepat di jalur panggung yang telah disiapkan.

Lagu We are the Champions yang dipopulerkan Queen menggema saat Marcelo dan Ramos mengalungi patung Cybele di pusat air mancur dengan bendera Spanyol dan syal Real Madrid.

Ramos mengalungkan bendera di leher dewi simbol pertanian dan kesuburuan tersebut, sementara Marcelo menempatkan syal Madrid berwarna biru di kepalanya.

Dan, ketika matahari mulai terbenam, Ramos dan kawan-kawan kembali naik ke bus untuk merayakan trofi dan total keberhasilan musim ini di markas mereka, Stadion Santiago Bernabeu pada malam harinya.

Sebuah panggung bundar, yang di sisi-sisinya terdapat layar raksasa memamerkan keberhasilan Madrid mencetak gol di partai final Liga Champjons menjadi arena skuat Madrid memamerkan trofi mereka di Bernabeu.

Sementara itu Zinedine Zidane, sang pelatih, mengungkapkan tak kuasa menahan kegembiraannya setelah berhasil memimpin Real Madrid menjuarai Liga Champions musim ini.

Sang pelatih asal Perancis itu serasa ingin terus berdansa di tengah euforia kemenangan.

Zidane mengaku bersyukur bisa menjalani karier bersama klub sebesar Madrid. Ia ingin merayakan kemenangan fantastis Madrid dengan terus berdansa.

“Saya sangat senang dan bersyukur diberikan kesempatan untuk melatih para pemain fantastis di klub ini. Saya merasa seperti ‘berdansa’ dengan kemenangan ini dan saya berutang banyak pada klub ini,” ujar Zidane dalam laman UEFA.com.

“Saya menganggap diri saya sebagai ‘tuan rumah’ di sini karena Madrid adalah klub yang saya cintai. Penting bagi kami untuk menikmati semua yang telah kami raih musim ini.”

Ini menjadi trofi Liga Champions kedua Zidane dalam kurun dua musim terakhir.

Pada tahun lalu, Zidane yang ditunjuk sebagai pengganti Rafael Benitez, berhasil mengalahkan Atletico Madrid di final.

Zidane menjadi pelatih pertama di era Liga Champions yang mampu meraih dua juara secara beruntun.

Ia menyamai rekor Arrigo Sacchi bersama AC Milan di Piala Champions

Tambahan trofi Liga Champions ini membuat Zidane sudah mengoleksi lima gelar di lemari piala Madrid selama delapan belas bulan ditunjuk sebagai peracik strategi di Bernabeu

Titel Liga Champions musim ini yang diraih Real Madrid kian mempertegas dominasi negara Spanyol pada turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa.

Total tujuh belas trofi sudah diraih klub-klub asal negeri Matador.

Kemenangan Madrid di Cardiff menahbiskan El Real sebagai jawara turnamen elite antarklubEropa dengan torehan dua belas gelar.

Los Blancos juga mengukir sejarah sebagai klub pertama yang mampu mempertahankan titel juara di era modern turnamen antarklubEropa dengan nama Liga Champions.

Sementara lima gelar lainnya disumbangkan oleh klub raksasa Spanyol, Barcelona. Empat trofi di antaranya diraih Barca pada era Liga Champions yang resmi berganti namadi dua puluh lima tahun lalu

Sebelumnya, Piala Champions.

Pengoleksi gelar terbanyak kedua pada turnamen ini adalah Italia

Inggris mengoleksi jumlah trofi yang sama dengan Italia. Namun, Inggris tercatat berada di posisi ketiga karena Italia mengoleksi runner-up lebih banyak.

Liverpool menjadi penyumbang trofi Liga Champions terbanyak dengan lima gelar. Sementara Manchester United berada di posisi kedua dengan torehan tiga gelar.

Jerman berada di urutan keempat pengoleksi trofi Liga Champions terbanyak dengan torehan tujuh gelar diikuti Belanda, dan Portugal.

Sedangkan Perancis, Skotlandia, Rumania, dan Yugoslavia masing-masing menyumbang satu trofi

Komentar