Papan Atas Premier League Makin Sengit

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Februari 2015 | 08:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai mementaskan sepuluh laga, di pekan kedua puluh enam, Senin dinihari WIB, 23 Februari 2015, klasemen Premier League memberi sinyal kekuatan “sebenarnya” dari para petarung tim papan atasnya bersamaan dengan mendekatnya Liverpool dalam pusaran zona Champions setelah mengalahkan Southampton dua gol tanpa balas.

Kemenangan “The Reds” ini menaikkan posisinya di peringkat enam dengan selisih dua poin dari Manchester United di posisi empat.

Southampton sendiri kini bergeser ke posisi lima setelah sehari sebelumnya Arsenal menyeruak ke posisi tiga menjengkangkan Manchester United yang kalah dari klub papan tengah Swansea di Liberty Stadium.

Liverpool kini berada di posisi enam klasemen sementara dengan 45 poin. Mereka cuma terpaut dua poin saja dari Manchester United yang berada di urutan empat.

Menapaknya Liverpool ke peringkat enam membuat Tottenhamp Hotspur anjlok posisi tujuh karena secara mengejutkan dipaksa bermain imbang dua gol berbanding dua dari tamunya West Ham United.

Dalam laga ini, Tottenham tertinggal dua gol lebih dulu. Untungnya Danny Rose dan Harry Kane bisa membalas gol dari Cheikhou Kouyate dan Diafra Sakho.

Dengan masuknya Liverpool ke pusaran persaingan zona Champions, maka klasemen tiga hingga tujuh Premier League bagaikan deret hitung yang hanya memberi ruang kecil selisih angka bagi masing-masing tim.

Arsenal yang berada di urutan tiga memiliki keunggulan satu angka dengan Manchester United. Begitu juga dengan United, di posisi empat, yang berjarak satu poin dari Southampton

Liverpool juga membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menggeser Southampton karena jarak angka mereka cuma satu poin. Begitu juga dengan Tottenhamp Hotspur di peringkat tujuh yang hanya berselisih satu angka dari Liverpool.

Dari tim elitis Premier League ini, hanya Chelsea dan Manchester City yang aman untuk mendapatkan tiket zona Champions. Keduanya kini terlibat persaingan ketat di ujung kompetisi untuk meraih trofi Premier League dengan selisih lima poin.

Chelsea masih di puncak dan Manchester City pada posisi “runner-up.”

Sehari sebelum diakhirinya laga pekan kesepuluh Premier League, Arsenal sukses mengkudeta Manchester United di peringkat ketiga klasemen usai menang dari Crystal Palace dua gol berbanding satu.

Di saat yang bersamaan, MU takluk dari Swansea City satu gol berbanding dua di Liberty Stadium.

Suksesnya “ The Gunners” menyalip MU di tangga klasemen tidak lepas dari kepiawaian mantan kiper Arsenal, Lukasz Fabianski, yang kini membela Swansea City.

Ia sukses melakukan beberapa penyelamatan gemilang meski timnya dibombardir oleh The Red Devils.

Bek Arsenal, Per Mertesacker, turut senang dengan keberhasilan Swansea mengalahkan MU. Ia pun berterima kasih pada kiper asal Polandia itu yang secara tidak langsung turut membantu The Gunners ke posisi tiga klasemen.

“Kembali ke jalur yang benar, halo untuk semua gooners di sana dan spesial halo untuk Lukasz Fabianski,” kicau bek asal Jerman itu antusias pada akun Twitter pribadinya.

Kekalahan Manchester United atas Swansea ini menyebabkan tumpahnya amarah pelatih Louis van Gaal. Sasaran kemarahan van Gaal kali ini tertuju pada dua penyerangnya Wayne Rooney dan Robin van Persie.

Pada pertandingan ini, MU turun dengan skema empat-empat-dua. Duet Wayne Rooney dan Robin van Persie kembali menjadi andalan di lini depan. RvP sebelumnya absen akibat cedera.

Di saat yang bersamaan van Persie mendapatkan kado buruk cedera di kaki kanannya.

Van Persie sendiri merasakan kesakitan di kaki kanannya saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. Namun ia tidak ditarik keluar lapangan karena MU kehabisan stok pergantian pemain.

Alhasil Van Persie terpincang-pincang saat berada di arena pertandingan. Sejauh ini belum diketahui seberapa parah cedera yang dialami sang pemain.

Karena cederanya tersebut, Van Persie terpaksa menggunakan bantuan tongkat saat berjalan. Hal itu terlihat ketika ia meninggalkan markas Swansea, Liberty Stadium untuk pulang ke kota Manchester.

Terhadap kekalahan dari Swansea itu, secara keseluruhan van Gaal menerima dengan lapangan dada. Menurtnya, Setan Merah hanya kurang beruntung saja pada laga itu.

“Kami kurang beruntung hari ini. Padahal, kami menciptakan banyak sekali peluang, terlebih di babak kedua,” ungkap van Gaal seperti dilansir Goal.

“Kami juga mkendominasi penuh jalannya pertandingan di babak pertama. Akan tetapi, kami kurang beruntung. Hal ini biasa terjadi di dunia sepak bola,” van Gaal menambahkan.

Kekalahan ini membuat MU tak beranjak dari posisi keempat dengan empat puluh tujuh angka, tertinggal satu poin dari Arsenal yang menempati peringkat ketiga.

Komentar