Neymar: “Laga Clasico Itu Mistis”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Oktober 2013 | 10:26 WIB

Dibaca: 0 kali

“Magis,” jawab Neymar kepada Fellipe Carlos, editor situs “barca.com,” tentang “el clasico” pertamanya di La Liga. “Saya merinding. Ini pertandingan besar. Saya telah melewati banyak laga di Brasil dan Libertadores. Tapi tak seperti ‘clasico.’ Ini pertandingan misteri,” ujarnya seperti di muat di situs resmi klub.

Tidak hanya Neymar. Gareth Bale, yang baru dua bulan berlabuh di Real Madrid lewat “mega transfer” dari Tottenham Hotspur, mempunyai perasaan yang sama dengan suasana kebatinan yang berbeda dengan Neymar. Bale, yang Wales itu, tak memiliki akar Spain yang serba magis seperti Neymar yang lebih dekat ke Espanola.

Tapi keduanya tetap merinding menghadapi laga “clasico,” di Nou Camp, kandang Barcelona, yang dimajukan sehari, menjadi Sabtu, 26 Oktober 2013, pukul 18.00 waktu Barcelona atau pukul 23.00 WIB yang menurut jadwal disiarkan live oleh RCTI.

Walau pun miris dengan laga penuh misteri, dan menjadi paling anggun di jagat sepakbola global, Neymar da Silva, mengaku tak sabar menjalani partai el clasico pertamanya melawan Real Madrid di Camp Nou. Ia pun berharap bisa tampil maksimal untuk meraih kemenangan pada laga tersebut.

El clasico ini juga akan menjadi pertemuan pertama antara pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, dan arsitek Barcelona, Gerardo Martino, serta kali pertama juga untuk pemain Los Blancos, selain Gareth Bale, seperti Isco, Asier Illarramendi, dan Daniel Carvajal.

Neymar menyebut “el clasico” sebagai “aura” yang mistis. Ia dapat menangkap aromanya, tapi tidak tahu bagaimana rasanya menjalani di lapangan. “Saya memang terpesona dengan kebesaran laganya. Ada pertarungan antara merajinal ‘catalonia’ dengan ke ‘metropole’ ibu kota,” katanya, sembari menambahkan, “juga ada pemberontakan catalan di sana.”

Dengan menatap Carlos yang mewawancarainya di sebuah pagi usai latihan, Neymar mengatakan, Ya, el clasico adalah pertandingan penting bagi setiap pemain. Ini adalah pertandingan di mana setiap pemain ingin memainkannya.

Ini juga adalah pertandingan yang diinginkan setiap pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ini adalah el clasico pertamaku dan aku berharap bisa mendapatkan debut yang hebat, apalagi jika bisa meraih kemenangan.

Ketika Carlos menanyakan apakah ia pernah menyaksikan “clasico” sebelumnya, dengan cepat Neymar menukas, “Aku ingat el clasico pada 2005 ketika Ronaldinho mencetak dua gol. Itu adalah pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid yang paling aku ingat.”

Neymar mengakui, ia pernah ikut dalam “clasico” versi Brasil dan Amerika Latin. ”Ada banyak,” katanya. Melawan Palmeiras adalah partai clasico pertamanya dan ia bermain cukup bagus. Ketika itu babak semifinal dan bersama timnya Neymar memenangkannya dan ia tampil sebagai permainan terbaik.

Neymar juga ingat ketika klubnya, melawan Corinthians, di partai final di mana Santos kalah. Lalu, melawan Sao Paulo di semifinal ketika timnya menang dan ia sangat bahagia bisa mencetak tiga gol.

Tentang “clasico” ala Brasil dikatakan Neymar, disana banyak rivalitas. Semuanya berbicara mengenai pertandingan sepanjang minggu. Itu juga menjadi fokus dari para fans dan media. Bahkan, pemain dari tim lawan yang merupakan teman dekat membuat hal-hal menarik dan bercanda mengenai pertandingan itu. Itu adalah hal yang menyenangkan dalam sepak bola.

Tentang canda dan saling tukar pandangan, seperti yang terjadi di Brasil, Neymar juga mengirim pesan kepada rekannya di Madrid. “Ya, kami berbincang sedikit mengenai el clasico. Kami mempunyai hubungan fantastis dan dia adalah teman yang baik. Tetapi, aku mengatakan kepadanya bahwa Barcelona akan menang,” ujar Neymar.

Tentang situasi pertandingan “clasico” sendiri Neymar mengatakan, “Aku pikir tidak ada yang perlu dijelaskan. Setiap pemain, bahkan pemain yang tidak pernah merasakannya, tahu bagaimana pentingnya pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid.”

Sebagai penyerang Neymar da Silva, mengaku tahu cara agar tidak terprovokasi oleh bek Real Madrid, Pepe, misalnya. Ia mengaku telah mempelajari hal tersebut dari rekaman video.

Neymar sebelumnya sempat berjumpa dengan Pepe saat Brasil melakoni laga uji coba dengan Portugal pada September lalu. Sebelum pertandingan yang berkesudahan untuk kemenangan Brasil 3-1 itu, Neymar mengaku telah diberikan video tipe gaya bermain Pepe oleh Federasi Sepak Bola Brasil.

“Mereka memberiku video dan mereka juga memberikannya kepada Thiago Silva. Jadi, kami tidak akan terprovokasi. “Itu bukan hanya untuk kepentinganku, tetapi juga untuk kepentingan rekan-rekan dalam tim,” tambahnya.

Barcelona sementara berada di peringkat pertama klasemen Liga BBVA dengan poin 25, unggul tiga angka dari Madrid yang masih menempati posisi ketiga. Neymar sendiri sejauh ini telah mengemas dua gol dari total delapan laganya bersama Barcelona.

Sementara itu, “winger Real Madrid, Gareth Bale, menegaskan dirinya cukup fit untuk tampil dalam laga melawan Barcelona, akhir pekan ini. Pemain Wales ini pun mengaku berharap dimainkan sebagai starter pada laga tersebut.

“Main di el clasico akan jadi pengalaman menakjubkan. Yang penting kami harus berusaha menang. Aku menantikan pertandingan Sabtu nanti,” kata Bale.

Bale sempat absen selama beberapa pekan akibat cedera. Namun, akhir pekan lalu ia sudah turun sebagai pemain pengganti melawan Malaga. Saat Madrid mengalahkan Juve 2-1 di Liga Champions, dini hari kemarin, Bale pun sempat turun menggantikan Karim Benzema.

Meski demikian, pemain termahal di dunia ini tetap menyerahkan keputusan akhir pada Carlo Ancelotti selaku arsitek El Real. “Aku sudah bermain beberapa menit beberapa minggu ini, dan menjalani latihan dengan baik. Aku rasa aku cukup fit untuk Sabtu nanti, tapi semua tergantung pada manajer,” pungkasnya.

Bale sejauh ini sudah tampil di empat pertandingan bersama Los Blancos. Ia pun menyumbang satu gol untuk klub ibukota Spanyol itu.

Komentar