MU Punya “Anak Ajaib,” Rashford, Namanya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Februari 2016 | 09:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United melahirkan “anak ajaib” baru di Old Trafford bernama Marcus Rashford yang menjadi pahlawan kemenangan “The RedDevils” di laga tiga puluh dua besar Liga Europa.

Striker yang belum menggenapi usia delapan belas tahun itu menjadi penghenti mimpi juara Denmark, Midtjylland, untuk menghentikan laju Setan Merah.

Dan Rashford pula yang mengubur mimpi Midtjylland dengan asanya yang ambisius bisa lolos kebabak selanjutnya usai menang atas Setan Merah pada pertandingan pertama nya

Pada pertandingan kedua di Old Trafford, Jumat dinihari WIB, 26 Februari 2016, mereka juga sempat unggul lebih dulu.

Namun begitu, Setan Merah membalikkan keadaan dan membalas dengan lima gol.

Dua dari lima gol itu dicetak oleh Rashford.

Tiga gol lain diciptakan melalui bunuh diri lawan, penalti Ander Herrera, dan tembakan Memphis Depay.

Siapakah Rashford?

Dia adalah pemain binaan akademi sepak bola Manchester United dan sudah berhasil menarik perhatian manajer Louis van Gaal sejak awal musim ini.

Bahkan, Rashford sudah disertakan dalam daftar susunan pemain pada laga awal musim ini saat melawan Watford dan Leicester City.

Namun, belum ada kesempatan baginya memainkan debut di skuat inti.

“Marcus Rashford adalah salah satu opsi di lini depan,” ucap Van Gaal saat itu.

Kesempatan besar yang ditunggu-tunggu akhirnya menghampiri Rashford di pertandingan penentuan Liga Europa melawan Midtjylland.

Ia dipercaya bermain sebagai starter pada partai penting tersebut.

Pada partai ini, Setan Merah mengalami krisis striker setelah sang kapten Wayne Rooney, Anthony Martial, dan Will Keane mengalami cedera.

Rooney cedera lutut, Keane bermasalah di pangkal paha, dan Martial alami cedera saat melakukan pemanasan atau beberapa menit sebelum kick-off pertandingan tersebut.

Kesempatan besar tersebut tidak disia-siakan Rashford. Ia memenuhi kebutuhan United mencetak dua gol agar bisa lolos.

“Ini malam yang luar biasa bagi dia dan seluruh pemain muda di tim ini. Senang melihat mereka bermain bagus,” ucap Daley Blind memuji Rashford.

Rashford bergabung dengan Manchester United dari Fletcher Moss Junior.

Ia mengikuti jejak Wes Brown, Danny Welbeck, dan Ravel Morrison sebagai pemain asli kelahiran Manchester.

Manchester United berhasil mengalahkan Manchester City dalam persaingan mendapatkan tanda tangan Rashford pada dua tahun lalu.

Pada musim keduanya, Rashford tampil impresif. Pada gase grup UEFA Youth League lalu, dia mencetak tiga gol pada partai melawan PSV Eindhoven dan Wolfsburg.

Ia juga sudah sering berlatih bersama skuat utama United musim ini.

Direktur Akademi Man United, Nicky Butt sudah mengagumi bakat Rashford sejak menangani tim usia muda Setan Merah.

Ia terkesan dengan performa Rashford ketika tim tersebut mengalahkan PSV di ajang UEFA Youth League.

“Marcus sangat bertalenta dan pekerja keras. Ia anak baik dan memberikan perubahan dalam tim. Ia ‘meledak’ dan mencetak gol,” kata Butt.

Ledakan pertama Rashford terjadi saat memang dibutuhkan Van Gaal. Ketajaman dia bisa menjadi opsi bagi manajer asal Belanda itu ketika dilanda krisis gol.

Manajer ManUtd, Louis Van Gaal tak menyembunyikan ketakjubannya dengan penampilan pemain usia muda itu
“Ia benar-benar luar biasa,” ujar Van Gaal, kepada BT Sport.

“Di babak kedua, saya katakan kepadanya agar bermain lebih melebar di sisi gawang lawang dan ia mencetak gol. Ia bermain sangat fantastis dengan dua gol perdananya itu.”

“Itu adalah performa hebat. Pada pendukung menikmati permainan menyerang kami,” kata Van Gaal seperti dilansir BBC

“Midjtylland hanya sekali melakukan umpan lambung dan mencetak gol. Biasanya Anda mengalami penurunan kepercayaan diri, namun kami terus bermain dengan yakin,” tuturnya.

Kegagalan penalti diakui Van Gaal memang mengejutkan. Namun, dia melihat mentalitas para pemainnya tetap terjaga.

“Saya harus memberikan pujian kepada pemain,” ujar dia.

Empat gol penentu Setan Merah baru tercipta pada babak kedua.

“Pada babak pertama, dia bermain terlalu melebar,” ujar Van Gaal soal pemain mudanya itu.

“Saat jeda pertandingan, saya meminta dia bermain lebih rapat. Terbukti, dia bisa mencetak dua gol,” ucapnya memuji.

Komentar