MU Menangkan Laga Dramatis Lawan Juve

Penulis: Darmansyah

Kamis, 8 November 2018 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United secara mengejutkan memenangkan laga klasik dengan  mengalahkan Juventus dua gol berbanding satu gol  pada lanjutan Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Kamis  dini hari WIB.

Tuan rumah benar-benar menguasai alur permainan di babak pertama dan memaksa Man United sibuk bertahan. Kendati demikian Bianconeri hanya menghasilkan satu on target lewat tembakan Juan Cuadrado.

Juve sebenarnya memiliki sederet peluang emas termasuk dua kali tendangan melenceng dari Cristiano Ronaldo dan tembakan Sami Khedira masih ditolong tiang gawang.

Peluang terbaik MU tercipta di menit kedua puluh delapan ketika Alexis Sanchez lolos dari perangkap offside untuk mengejar umpan chip dari Nemanja Matic. Sayang pemain asal Chile tersebut gagal meraih bola yang terlalu deras.

Skor imbang tanpa gol pun jadi hasil akhir di babak pertama.

Pertandingan berjalan lebih berimbang di babak kedua. Setan Merah mencoba menebar ancaman melalui Anthony Martial di menit keempat puluh sembilan, tapi tendangannya masih melenceng.

Semenit kemudian Paulo Dybala nyaris memecahkan kebuntuan. Berdiri bebas di kotak penalti, namun tembakan penyerang asal Argentina ini menghantam mistar.

Ronaldo akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan di menit ke-65. Bintang Portugal itu menuntaskan umpan lambung Leonardo Bonucci dengan tembakan voli di kotak penalti.

Namun, pesta tuan rumah rusak di lima menit terakhir. Juan Mata berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas di menit kedelapan puluh enam dan gol bunuh diri Alex Sandro di menit kedelapan puluh sembilan jadi petaka bagi Juventus.

Persaingan di Grup H kembali memanas setelah MU menang di markas Juve.

Si Nyonya Tua memang masih berkah duduk di puncak klasemen dengan raihan sembilan poin namun hanya berjarak dua angka dari Man United. Valencia juga masih punya kans untuk lolos dengan torehan empat poin.

Tidak hanya memenangkan laga klasik ini, Manajer Manchester United Jose Mourinho juga bikin ulah dengan  menampilkan gerak tubuh mengejek suporter Juventus di akhir pertandingan.

Mourinho mengaku ia jadi sasaran ejekan suporter tim tuan rumah selama laga berlangsung.

Mourinho meletakkan tangannya di telinga sambil mengarahkannya ke suporter Juventus. Terkait hal itu, Mourinho mengaku dirinya hanya ingin mendengar nyanyian suporter Juventus lebih keras.

“Saya dihina selama sembilan  puluh  menit. Saya datang ke sini untuk melakukan tugas saya, tak lebih dari itu. Saya tidak mengejek siapapun di akhir, saya hanya membuat gerak tubuh yang menyatakan bahwa saya ingin mendengar mereka (suporter Juventus) lebih keras.”

“Saya mungkin tak seharusnya melakukan itu. Dengan kepala dingin, saya tidak akan melakukan hal itu, namun dengan kondisi keluarga saya diejek, termasuk keluarga Inter Milan, saya bereaksi seperti itu,” kata Mourinho kepada Sky Sports Italia seperti dikutip dari Football Italia.

Mourinho menyatakan Manchester United bermain fantastis di laga lawan Juventus.

“Kami memainkan laga yang fantastis dan mencapai puncak performa kami karena kami tak mungkin bermain lebih baik dibandingkan ini.”

“Kami mendapatkan kemenangan karena kami bermain dengan pendekatan yang sangat positif. Kami terus mencoba mencari kemenangan hingga akhir pertandingan,” ucap pria asal Portugal ini.

Mourinho mengakui tiga poin yang didapat di markas Juventus merupakan catatan yang sangat berharga. Manchester United kini ada di posisi kedua dengan nilai tujuh poin, tertinggal dua angka dari Juventus.

“Satu atau tiga poin untuk Juventus dari laga ini hanya akan memberikan sedikit perubahan untuk Juventus, namun tiga poin memberikan perbedaan besar bagi kami. Saya rasa hasil seri seharusnya jadi hasil yang adil,” tutur Mourinho

Mourinho jadi salah satu sorotan di balik kemenangan Manchester United atas Juventus di ajang Liga Champions lantaran gerak tubuh meledek yang dilakukan Mourinho di akhir pertandingan. Mourinho meletakkan tangan di telinga dan mengarahkannya ke suporter Juventus.

Mourinho menyebut aksi tersebut tak lepas dari tingkah suporter Juventus yang lebih dulu mengejek dirinya sepanjang laga berlangsung. Selain keluarga, Mourinho juga bereaksi karena Inter Milan (klub yang pernah dilatih Mourinho) juga jadi sasaran hinaan.

Aksi Mourinho di akhir pertandingan kemudian menyaingi kemenangan Manchester United sebagai topik bahasan setelah pertandingan.

Ada yang menyebut aksi Leonardo Bonucci yang marah kepada Mourinho di akhir pertandingan sebagai tindakan yang tidak layak karena musim lalu Bonucci yang berseragam AC Milan juga begitu ekspresif merayakan gol di hadapan pendukung Juventus.

Ada pula yang membuat editan gambar Mourinho memamerkan otot seperti layaknya Cristiano Ronaldo. Ledekan Mourinho memang kemudian seolah menutup pembicaraan tentang perayaan gol Ronaldo yang memamerkan otot-ototnya.

Komentar