Mou Tidak Mau Disamakan dengan Fergie

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Desember 2018 | 08:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Mourinho lagi?

Ya manajer Jose Mourinho dengan nada gusar menolak timnya saat ini disamakan dengan skuat Manchester United era Sir Alex Ferguson di Liga Primer Inggris yang penuh kejayaan.

Mourinho mengalami periode yang sulit bersama Setan Merah dalam dua musim terakhir. Pada musim lalu Man United gagal meraih trofi meski menjadi runner-up Liga Primer Inggris dan Piala FA.

Di musim 2018/2019 perjuangan tim asuhan Jose Mourinho lebih buruk. Man United yang selalu menjadi penantang juara liga saat bersama Alex Ferguson kini justru menempati peringkat kedelapan klasemen sementara.

Juara Liga Inggris dua puluh kali ini bahkan terancam gagal finis di empat besar pada akhir musim nanti. Terakhir Man United gagal meraih kemenangan dalam empat laga beruntun di Liga Inggris usai ditahan imbang Arsenal di Old Trafford, Kamis  dini hari.

“Saya harus tidak setuju dengan orang-orang yang mencoba membandingkan tim ini dengan tim Roy Keane, Ruud van Nistelrooy, Nemanja Vidic, beri kami istirahat dan waktu,” kata Mourinho.

“Saya senang dengan jiwa dan hati [pemain], tetapi kami tidak konsisten dan kompak,” Mourinho menambahkan.

Padahal, saat Liga Primer Inggris pertama kali bergulir pada musim  dua puluh lima tahun lalu posisi Man United di klasemen sementara saat ditangani Ferguson berada dalam kondisi yang lebih buruk.

Di musim itu, Man United sempat berada di zona degradasi di tiga pekan pertama. Lalu di pekan kelima belas Setan Merah menempati posisi kesepuluh di klasemen sebelum akhirnya menjuarai Liga Primer Inggris musim pertama.

Di luar itu meski gagal menang atas Arsenal manajer asal Portugal itu tetap memuji kerja keras para pemainnya. Bagi Mourinho Jesse Lingard dan kawan-kawan sudah mencapai batas maksimal serta kelelahan.

“Beberapa dari mereka tidak bermain sepanjang musim, Chris Smalling bermain dalam kondisi yang sangat sulit, tetapi Arsenal hanya berbahaya ketika kami kehilangan bola di area yang buruk,” ucap Mourinho

Sementara itu mantan gelandang Manchester United Juan Sebastian Veron menyebut manajer Jose Mourinho membutuhkan waktu untuk bisa sukses bersama klub berjuluk The Red Devils itu.

Dalam dua musim terakhir Mourinho mengalami musim yang suram di Man United.

Sempat meraih tiga trofi di musim pertamanya, Mourinho justru tanpa trofi di musim berikutnya.

Pada musim ini Man United juga memiliki penampilan yang inkonsisten, terutama di Liga Primer Inggris. Saat ini Paul Pogba dan kawan-kawan terlempar dari persaingan menuju gelar juara lantaran berada di peringkat kedelapan klasemen sementara.

Veron yang pernah bermain untuk Man United sejak 2001-2003 percaya Mourinho bisa memberikan kesuksesan dan mengembalikan kejayaan The Red Devils.

“Mourinho pelatih yang hebat. Bagi saya, dia benar-benar pelatih hebat. Mungkin dia bisa menjadi orang yang tepat. Tetapi setelah semua yang Ferguson capai di klub, dia  butuh waktu untuk menerapkan ide sepak bolanya,” ujar Veron kepada Soccerex USA dikutip dari Sportskeeda.

Sejak kepergian Sir Alex Ferguson  performa Man United di setiap musimnya naik-turun. Sejauh itu juga klub Manchester merah ini sudah melakukan tiga pergantian manajer ditambah Ryan Giggs yang menjadi manajer sementara.

Dalam enam musim terakhir Man United hanya bisa meraih lima trofi, di antara Piala FA dan Europa League, tanpa sekalipun mendapatkan gelar Liga Primer Inggris.

“Kepergian Ferguson benar-benar memberikan dampak untuk mereka,” ucap Veron.

“Mereka] belum lagi menemukan cara setelah mencoba melakukan beberapa perubahan. Tetapi mereka klub besar jadi semoga saja mereka menemukan ide bermain sepak bola di masa mendatang,” Veron menambahkan.

Sementara itu Maradona menilai Mourinho jauh lebih bagus sebagaipelatih disbanding Pep Guardiola

Maradona menyebut manajer Manchester United Jose Mourinho sebagai pelatih terbaik saat ini, mengalahkan Pep Guardiola yang pekan lalu mengantarkan Manchester City menang dalam derby Manchester.

Maradona yang saat ini melatih klub divisi dua Meksiko Dorado de Sinaloa mengatakan akan belajar dari juru latih asal Portugal itu untuk membenahi kekurangan sebagai seorang pelatih.

“Saya sebagai pelatih masih butuh belajar lebih banyak dan atas alasan itu saya pikir saya akan pergi ke Manchester dan bertanya banyak hal ke Mourinho,” ujar Maradona menjawab pertanyaan Marca mengenai kemungkinan melatih di Spanyol.

Ketika ditanya mengapa harus belajar ke Mourinho, Maradona menjawab singkat, “Karena dia yang terbaik tidak diragukan lagi.”

Maradona pun menilai Mourinho lebih baik dari Guardiola yang menurutnya mendapat keuntungan dari Johan Cruyff serta keberadaannya di klub-klub yang memiliki kekuatan finansial.

Komentar