Mou “Ditendang” Wasit Keluar Lapangan

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 November 2016 | 09:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho diusir wasit Jon Moss ketika Manchester United ditahan imbang West Ham United satu gol berbanding satu pada lanjutan Liga Primer Inggris di Old Trafford, Minggu malam WIB

Mou  diusir wasit Moss setelah menendang botol minum di pinggir lapangan, yang  bermula dari kejengkelannya terhadap Moss yang memberi Paul Pogba kartu kuning karena dianggap melakukan diving.

Asisten manajer MU, Rui Faria, mengatakan Mourinho frustrasi melihat Moss melambaikan kea rah Pogba kartu kuning.

“Wasit menjelaskan keputusannya kepada Mourinho  tidak perlu dibahas  lagi. Saya pikir Mourinho frustrasi dengan kartu kuning Pogba. Harusnya itu sebuah pelanggaran, tapi wasit berpandangan lain,” ujar Faria seperti dilansir Manchester Evening News.

Setelah diusir wasit, Mourinho menyaksikan pertandingan dari tempat duduk VIP.

Faria mengatakan pelatih asal Portugal itu tetap memberikan instruksi ketika jeda babak pertama.

“Kami tidak membicarakan masalah insiden pengusiran. Kami berbicara hal yang penting untuk dilakukan di babak kedua. Kami fokus membicarakan itu, bukan fokus ke insiden pengusiran,” ucap Faria.

“Saya pikir semua orang melihat insiden pengusiran Mourinho sebagai bagian dari pertandingan. Wasit sudah mengambil keputusan, jadi kami tidak bisa membicarakannya.”

Hingga pekan ketiga belas Liga Primer, MU belum juga menunjukkan performa konsisten.

Dalam tujuh pertandingan terakhir, MU hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni ketika mengalahkan Swansea City.

Hasil imbang melawan West Ham membuat MU kini berada di posisi keenam klasemen sementara dengan torehan dua puluh  poin, tertinggal sebelas poin dari Chelsea di puncak klasemen.

Tambahan satu pion ini menyebabkan  MU gagal menempel Tottenham Hotspur di posisi kelima klasemen sementara. The Red Devils kini terpaut dua poin dari Tottenham.

Dalam laga Minggu malam WIB, West Ham sempat mencetak gol cepat. Diafra Sakho membobol gawang MU saat laga baru berjalan dua menit. Berawal dari tendangan bebas Dimitri Payet, Sakho berhasil menyundul bola dan menggetarkan gawang MU.

Tertinggal satu gol membuat MU meningkatkan tempo permainan. Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan  melalui gol sundulan Zlatan Ibrahimovic yang menerima umpan lambung Paul Pogba.

Tujuh menit usai gol itu  Mourinho pun diusir wasit Jon Moss setelah memprotes kartu kuning yang didapat Pogba.

Tanpa Mourinho di pinggir lapangan, MU tetap mendominasi pertandingan.

Marcus Rashford seharusnya bisa membawa MU unggul untuk kali pertama setelah mendapat peluang emas. Lolos dari jebakan offside, Rashford tinggal berhadapan dengan kiper West Ham Darren Randolph.

Namun, Rashford kurang tenang dalam penyelesaian akhir dan tendangan mendatarnya berhasil diblok Randolph menggunakan kaki kanan.

Peluang terakhir MU di babak pertama didapat Lingard saat injury time. Namun, Randolph lagi-lagi melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan keras Lingard.

Di babak kedua MU mendapat beberapa peluang emas untuk mencetak gol kemenangan. Namun, semua peluang yang didapat gagal dimanfaatkan Wayne Rooney dan kawan-kawan untuk mencetak gol.

Sementara itu, media Inggris terkenal “daily mail,” menuduh  Mourinho, memberlakukan ‘hukum rimba’ dalam memilih pemain yang akan diturunkannya pada setiap laga yang dimainkan MU

Dia menegaskan, hanya ada sebelas pemain yang bisa diturunkan dalam setiap pertandingan, sehingga semua pemain harus memperebutkan kesempatan untuk dipilih.

Mourinho yang ditanya tentang keputusannya tidak membawa Anthony Martial, dalam laga terakhir MU,  mengakui  hanya ingin membawa Henrikh Mkhitaryan dalam tim, dan harus ada yang ditinggalkan untuk itu.

“Kondisinya baik untuk pertandingan, itu hanya karena pilihan. Saya tidak bisa memainkan 12 pemain. Saya tidak bisa membawa sembilan belas  atau dua puluh pemain termasuk dengan cadangan. Para pemain harus memenangkan posisi mereka,” ujar Mourinho.

Ia menegaskan, semua pemain berkawan baik, bekerja sama setiap hari. Namun, pada akhirnya mereka harus bersaing, untuk memperoleh kesempatan main lebih banyak. Untuk Martial, Mourinho mengatakan faktor Louis van Gaal turut berpengaruh.

Musim lalu Martial bekerja di bawah penanganan Louis van Gaal, dengan gaya permainan yang mengundang banyak kritik.

Menurut Mourinho, Martial merasa lebih nyaman dengan gaya Van Gaal, sehingga butuh waktu lebih lama untuk bermain dengan gaya berbeda yang dia terapkan.

“Cara tim bermain musim lalu, saya tidak mengatakan lebih baik atau buruk, hanya berbeda. Mungkin, itu lebih berpengaruh pada Anthony. Mungkin dia merasa lebih nyaman bermain seperti itu, dengan ritme penguasaan dan sirkulasi bola seperti itu,” ucapnya.

Dia menambahkan, ada beberapa pemain untuk satu posisi tertentu.

“Kami memiliki Mkhitaryan, Jesse Lingard, Memphis Depay, Juan Mata, Marcus Rashford, Martial,” kata Mourinho. Dia mengatakan, ada pemain yang punya kesempatan lebih banyak dari lainnya.

Jika seorang pemain tidak bermain dengan bagus, dia memastikan ada pemain lain yang siap mengambil tantangan.

Komentar