Morrati Akui Penjualan Inter Ke Eric Thohir

Penulis: Darmansyah

Kamis, 20 Juni 2013 | 16:40 WIB

Dibaca: 2 kali

Setelah senyap selama hampir satu bulan, akusisi Inter Milan kembali menyeruak dibelantara berita media Italia, usai Massimo Moratti, pemilik dan presiden klub, menyebut belum ada yang baru terkait rencana pengambil alihan Inter Milan oleh investor asal Indonesia Erick Thohir.

Ketika meninggalkan kantor perusahaan minyak miliknya, Saras di pusat Kota Milan pada Rabu malam kemarin, Moratti ditanya perihal perkembangan negosiasi dengan investor Indonesia.

Pria 68 tahun tersebut mengaku tengah memikirkan dengan seksama tawaran Erick Thohir sebesar 260 juta euro atau Rp3,3 triliun untuk mengakuisisi 80 persen saham Nerazzurri. Hal sepenting ini tak bisa diputuskan terburu-buru.

“Belum ada yang baru. Saya yang bertanggung jawab di Inter. Saya pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk klub. Ini semua menyangkut tanggung jawab,” ujar Moratti.

“Sepakbola semata-mata menyangkut kesempatan dan itu semua tergantung kepada manfaat bisa diperoleh dari hal tersebut.Pada kasus ini, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan tim siap menghadapi musim depan,” cetus Moratti.

Rencana penjualan Inter, setelah Moratti berterus terang kepada media, memang bukan rumor apalagi akusisi itu menyangkut dana yang besar dan prestise keluarga kaya raya di Italia itu.

Sebuah sumber mengatakan, di bawah permukaan, tanpa bisa dilacak oleh media, pembicaraan akusisi antara Erick Thohir dengan manajemen klub terus berlangsung. Terakhir, menurut sebuah sumber lain, telah disepakati harga berikut saham yang akan dialihkan.

Kedua belah pihak telah beberapa kali bertemu di sebuah kota di luar Italia untuk memuluskan rencana besar itu. Erick juga dikabarkan pernah bertemua dengan Moratti dua pekan lalu di sebuah kota Europa di luar Italia.

“Kalau pembicaraan itu dilakukan di Italia, Milan atau Roma, pasti akan tercium media dan menimbulkan kegaduhan. Kalau terjadi akusisi, ini menjadi masalah rawan bagi keluarga Moratti.”

Ia tidak menyebut berapa besar saham yang nantinya akan dimiliki oleh Erick Thohir. “Mungkin tidak sampai delapan puluh persen. Masih disepakati dan terbuka banyak kemungingkinan,” katanya.

Erick Thohir, pemilik klub basket NBA Indiana Pacers dan Ketua Liga Basket Asia Tenggara, sama dengan sikap Moratti. Adik Garibaldi Thohir, pemilik tambang batubara Adaro Tbk itu, juga bukan pengusaha “kacangan.” Ia memiliki saham bersama keluar Bakrie di Viva Tbk yang memiliki TV One, anteve dan portal berita Viva.co.id.

Erick merupakan salah satu “konglomerat” media sangat berkepentingan dengan akusisi Inter Milan untuk membesarkan televisi berbayarnya. Ia juga dikenal sebagai “lobbies” bisnis internasional. Erick tahun lalu berhasil meng”gol”kan TV One sebagai pemenang tender penyiaran pertandingan Piala Dunia 2014 di Brasil. Ia juga menyabet siaran pertandingan Piala Konfederasi, yang sedang berlangsung, lewat TV One.

Menurut sebuah sumber, keluarga Bakrie, terutama Nirwan Bakrie, berada di belakang pengambilalihan saham Inter Milan. Tapi kabar itu sulit dilacak karena ketertutupan Erick maupun Nirwan.

Isu yang mengabarkan bahwa pemilik sekaligus presiden klub Inter Milan, Massimo Moratti akan menjual klub asal Milan itu menimbulkan banyak pro-kontra. Banyak pihak yang mengecamnya adapula yang mendukungnya.

Tetapi mantan pemain Inter, Ronaldo memiliki penilaian tersendiri. Pria berusia 36 tahun itu meminta para fans tetap percaya pada Moratti terkait apakah akan menjual atau bertahan menjadi pemilik dan presiden klub.

“Anda akan melihat bahwa mereka tidak akan memiliki musim seperti musim ini lagi. Apakah benar Moratti berpikir menjual klub? Saya sedikit terkejut,” ujar Ronaldo seperti dikutip Tribalfootball.

“Saya tahu apa arti klub dan tim ini baginya. Jika Moratti menjualnya,maka dia melakukannya demi kebaikan Inter. Presiden sangat mencintai Inter,” ujar mantan pemain berjuluk Il Fenomeno yang sempat memperkuat Inter.

Beberapa waktu lalu memang ada kabar bahwa supremo Nerazzuri itu akan melepas kepemilikannya kepada pengusaha asal Indonesia, Erik Thohir. Namun, hingga saat ini masih belum jelas realisasi dari penjualan tersebut.

Klub yang berjuluk La Beneamata ini baru saja mengalami musim yang buruk, dimana tim yang bermarkas di Giuseppe Meazza ini hanya mampu finish di posisi 9 di Serie A musim lalu.

Komentar