Manchester United Tim Paling Sial

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 November 2016 | 08:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Masih berada di posisi enam klasemen sementara Premier League, setelah ditahan imbang West Ham, di ujung pekan lalu, Manchester United, seperti diungkapkan Jose Mourinho, sang pelatih,  adalah tim yang paling sial atau tidak beruntung.

“Saya sangat bahagia dengan tim, tetapi saat ini saya menilai bahwa kami merupakan tim paling tidak beruntung karena itulah kenyataannya,” kata Mourinho dikutip dari Sky Sports.

Pelatih asal Portugal itu menjelaskan lebih lanjut alasan sialnya Man United berdasarkan hasil partai kandang yang berujung pada banyaknya skor imbang.

“Kami seharusnya menang lima atau enam dengan setiap lawan, tetapi  kenyataannya hanya bermain seri,” kata Mou.

Kini, karena rentetan hasil imbang itu, Man United semakin tertinggal dari pemuncak klasemen sementara, Chelsea, dengan perbedaan sebelas angka.

Untuk posisi terakhir tiket mengikuti kompetisi bergengsi Eropa, Liga Champions, Man United tertinggal delapan poin dari Arsenal.

Selain itu, pada pertandingan melawan West Ham, ada sisi negatif juga selain hasil imbang.

Dalam pertandingan, Mourinho diusir oleh wasit, Jon Moss, atas reaksi berlebihannya yang tidak menerima keputusan wasit memberi kartu kuning untuk pemain tengah Man United, Paul Pogba.

Di pinggir lapangan, Mourinho sempat marah dan menendang sebuah botol minum, sikap yang seolah menunjukkan rasa frustrasi.

Untuk selanjutnya, laga tandang melawan Everton pada lanjutan Premier League,   akan menjadi ujian bagi Mourinho untuk memberikan respons positif bagi timnya.

Sementara itu , mantan pemain Manchester United, Russell Beardsmore, menilai Jose Mourinho bisa mengikuti jejak Sir Alex Ferguson sebagai manajer sukses di Old Trafford.

“Mourinho telah memulai start dengan baik. Namun, kemudian terjadi periode buruk ketika kami kesulitan menang,” kata Beardsmore merujuk pada hasil minor, Oktober dan Novemberini.

“Bulan lalu, kami kehilangan banyak poin. Lalu, dalam tiga pertandingan terakhir, kami tampil membaik. Adalah penting untuk kembali ke jalur kemenangan untuk membayar poin yang hilang.” tuturnya lagi.

Zlatan Ibrahimovic dkk memang sempat kesulitan menang. Namun, memasuki November, pasukan Mourinho menjalani start dengan baik sekalipun ditahan Arsenal pada laga terakhir.

“Memang tak mudah bagi Mourinho untuk melatih tim baru karena dia butuh waktu untuk beradaptasi dan menciptakan tim terbaik,” kata Beardsmore.

“Saya berharap, Mourinho akan bisa mengikuti jejak Ferguson dan mengantarkan klub ini pada era kesuksesan,” tutur pemain yang 56 kali membela Manchester United di pertandingan liga ini.

Berlainan dengan banyak pengamat yang telah mengenyamping kemampuan Manchester United meraih puncak klasemen, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menilai bahwa belum saatnya mereka menghapus rival sekotanta dari peta persaingan

Manchester United kini masih terpaku di posisi keenam klasemen sementara Premier League dengan 20 poin.

City  kini berada di posisi ketiga dengan perolehan 30 poin.

Meski selisih angka kedua klub cukup jauh, Guardiola masih menganalisis bahwa skuat asuhan Jose Mourinho tersebut masih layak diperhitungkan sebagai salah satu pesaing.

“Kompetitor Manchester City di Premier League adalah Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham, dan Manchester United. Premier League musim ini tidak bisa ditebak dan baru akan bisa terbaca dua hingga tiga bulan jelang kompetisi selesai,” tutur Guardiola.

Meski mengakui ketatnya persaingan di Premier League, Guardiola mengaku puas dengan pencapaian timnya saat ini.

Apalagi, selain berjibaku di Premier League, Kevin De Bruyne dkk juga masih harus bertanding di Liga Champions.

“Kami masih harus bermain di Liga Champions, sementara Chelsea dan Liverpool tidak. Hal itu penyebab performa kami di paruh pertama musim ini sangat memuaskan,” tutur Guardiola.

Komentar