Manchester United Mulai Menggetarkan

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 September 2014 | 08:35 WIB

Dibaca: 0 kali

“The Red Devils” memasuki babak baru di kiprah Premier League-nya, dengan tampil menggetarkan ketika mengalahkan Queen Park Ranger empat gol tanpa balas, pada pekan keempat liga di Old Trafford, Minggu malam, 14 September 2014, yang mengingatkan publik sepakbola Inggris tentang impresifitas klub besar ini.

Memainkan Daley Blind, Marcos Rojo, Angel Di Maria, Ander Harrera pada “starting sebelas,” dan kemudian “mencoba” Radamel Falcao di pertengahan babak kedua, MU menjadi tim yang sangat membahayakan di laga-laga berikutnya.

Angel di Maria pantas mendapat predikat “Man of the Match” pada laga MU kontra Queens Park Rangers, usai mencetak satu gol dan satu assist. Tapi, Daley Blind, tampil gemilang sebagai pengalir bola sepanjang laga.

Blind yang ditempatkan Louis van Gaal sebagai gelandang bertahan menjalankan tugasnya dengan sempurna dengan menciptakan lebih seratus passing yang sebagian besarnya tepat sasaran..

Passing Blind ini, menurut situs “Great Goals,” merupakan yang terbaik pada pertandingan tersebut. Tak hanya itu, catatan yang ditorehkan Blind juga menjadi kelima tertinggi yang dilakukan seorang pemain pada Premier League musim ini.

Posisi gelandang bertahan sebenarnya bukan hal baru bagi Blind. Meski bersama Timnas Belanda kerap ditempatkan sebagai bek kiri, putra eks pemain Ajax dan Oranje, Danny Blind tersebut beberapa kali diposisikan sebagai gelandang bertahan oleh de Godenzonen.

Jika beberapa pemain memerlukan adaptasi saat tampil bersama klub baru di kompetisi baru, Blind langsung menyatu. Bahkan, dengan kemampuannya mengatur tempo, Blind mampu menggeser Darren Fletcher di skuad inti.

“Ini adalah debut yang benar-benar bagus, yang sangat saya nikmati dan fans sangat menakjubkan. Semuanya berjalan bagus,” ucap Blind kepada MUTV.

“Ini adalah tim baru dan awalnya bisa saja sulit, tapi saya pikir kami tampil bagus. Semua pemain merasa oke dan kami saling membantu satu sama lain ketika kami kehilangan bola. Penting untuk melakukan itu secepat mungkin saat kami kehilangan bola. Itulah filosofi manajer. Kami melakukan pekerjaan yang bagus sebagai sebuah tim,” katanya.

“Ini adalah awal yang baru dan kami menantikan pertandingan berikutnya,” ujar Blind.

Kemenangan besar Manchester United atas Queens Park Rangers di Old Trafford ini juga memiliki makna ganda bagi manajer Louis van Gaal, karena pada hari yang sama istri Van Gaal, Truus, berulang tahun.

‘Si Tulip Besi,’ sapaan lain untuk van Gaal secara khusus mempersembahkan kemenangan ini untuk sang istri. Menurut Van Gaal, Truus meminta kado ulang tahun berupa kemenangan perdana MU di kancah Premier League.

“Hari ini sungguh istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun istri saya,” kata Van Gaal usai laga seperti dilansir BBC.

“Saya sudah siapkan kado untuknya. Tapi, dia sempat bilang bahwa kado terindah adalah kemenangan. Jadi, kemenangan ini kami persembahkan untuknya,” sambung dia.

Menurut van Gaal hasil yang didapatkan MU pada kemenangan pertamanya ini tak mengubah target mereka finis di tiga besar pada akhir musim ini. “Memang kalau harapan, MU bisa menjadi juara,” ujar van Gaal.

Yang jelas, di laga-laga berikutnya MU berniat kembali ke papan atas setelah terpuruk di peringkat ketujuh pada musim lalu. Start ‘Setan Merah’ memang jauh dari kata mulus. MU baru bisa meraih kemenangan pertamanya di Premier League setelah melakoni pertandingan keempat.

“Saya sudah bekerja selama dua puluh lima tahun dan tim-tim asuhan saya selalu memainkan sepakbola menyerang, tapi fokus kami bukan itu,” sahut Van Gaal usai MU mengalahkan QPR..

“Fokusnya adalah kami finis di tiga besar sehingga lolos langsung ke Liga Champions. Hal terpenting adalah jalurnya,” sambung dia.

“Kami harus bermain dalam gaya tertentu dan kami harus meningkatkan kualitas kami dan saya harap di akhir musim ini akan menjadi manajer dari tim juara Inggris. Tapi jika tidak, maka harus di musim kedua atau ketiga,” kata van Gaal kepada BBC Sport.

Manchester United hanya ditargetkan finis di tiga besar pada akhir musim ini. Namun, sang manajer, Louis van Gaal, mengungkapkan harapannya supaya timnya bisa menjadi juara.

Meski demikian, start ‘Setan Merah’ jauh dari kata mulus. MU baru bisa meraih kemenangan pertamanya di Premier League setelah melakoni pertandingan keempat.

“Kami harus bermain dalam gaya tertentu dan kami harus meningkatkan kualitas kami dan saya harap di akhir musim ini akan menjadi manajer dari tim juara Inggris. Tapi jika tidak, maka harus di musim kedua atau ketiga,” lugas Van Gaal kepada BBC Sport.

Komentar