Madrid Ingin Final Champions “Et Espanola”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Mei 2016 | 14:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Real Madrid menginginkan kembalinya “Et Espanola” di final Liga Champions usai Atletico memastikan lolos dari hadangan Bayern Muenchen di laga semifinal, Rabu dinihari WIB, 04 Mei 2016,  dan El Real sendiri akan tampil di Bernabue menghadapi Manchester City di leg kedua kompetisi antar klub Europa itu.

Untuk menghadapi City, sekaligus menciptakan “final espanola,” Real Madrid akan menerjunkan kemblai Cristiano Ronaldo yang mengalami cedera  kala laga di  pertama pekan lalu.

Kehadiran Ronaldo itu akan memberi tekanan ganda bagi  Manchester City  selain teror  Bernabeu

Pada leg pertama lalu, Ronaldo tak bisa dimainkan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane lantaran mengalami cedera.

Menanggapi kehadiran Ronaldo di laga nanti, Pellegruni mengaku tak ciut nyali. “Pertandingan terbaik memang ditentukan pemain terbaik, tapi kami akan bermain secara tim baik bertahan maupun menyerang, bukan karena hanya ada Cristiano,” tutur Pellegrini.

Pellegrini pun kembali menyampaikan optimismenya untuk berpesta di kandang Real Madrid. “Tujuan kami adalah ke final yang tak pernah kami raih sebelumnya,” kata pelatih berusia 62 tahun tersebut.

“Kami sangat percaya dengan kemampuan kami dan berharap bisa membuktikannya nanti.”

Menurutnya, akan ada sedikit perubahan strategi pada leg kedua kali ini. “Kami sudah mencoba menekan dan mencuri bola di Manchester, tapi itu tidak cukup,” ungkap Pellegrini.

“Berikutnya, kami akan mencoba menguasai bola dan langsung menyerang pada menit-menit awal.”

Sementara itu pelatih Madrid, Zinedine Zidane, mengakui lawannya memiliki para pembobol gawang yang tak kalah berbahaya dari timnya.

Salah satu yang menjadi momok bagi Los Blancos adalah keberadaan Sergio Aguero di lini depan ManCity.

Kendati demikian, Zidane mengaku tak ada rencana khusus untuk mematikan pergerakan Aguero dan kawan-kawan di lini depan. “Tak ada strategi khusus terhadap Aguero yang merupakan pemain andalan bagi mereka (ManCity),” ungkap mantan gelandang Madrid itu, seperti dikutip UEFA.

“Kami butuh untuk berpikir untuk bermain sepak bola, menekan ketat dan selalu intens. Kami juga tahu akan menghadapi lawan berat yang akan membuat sesuatunya sulit.”

Pada leg pertana, Madrid tak menampilkan permainan terbuka seperti biasanya. Sejumlah pihak pun menyebut Los Blancos main aman demi menghindar dari kekalahan di kandang The Citizens saat itu.

“Ini laga yang berbeda. Kami tahu bakal tampil habis-habisan sejak menit pertama hingga 90,” ujar Zidane.

Zidane juga menyebut laga menghadapi ManCity berbeda ketika timnya mengalahkan Wolfsburg 3-0 pada leg kedua semifinal. “Kami tak bisa berpikir untuk mencetak dua atau tiga gol dalam waktu 15 menit,” tutur pelatih berkepala plontos tersebut.

“Kami harus lebih sabar dan kalem.”

Menurutnya, laga ini akan menjadi penentu nasib mereka. Jika gagal, ia menambahkan, merupakan suatu penderitaan besar bagi Madrid.

“Ini akan menjadi pertandingan yang lebih berat dibandingkan leg pertama lalu karena kami tahu laga ini akan sangat menentukan.”

Jika Real Madrid mampu mengalahkan Manchester City pada leg kedua semifinal di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari WIB nanti makan akan terulang kembali “final et Espanola” antara kedua tim

Dua tahun lalu di Stadion Da Luz, Lisbon, 24 Mei 2014, Atletico dan Madrid juga bertemu di final Liga Champions.

Ketika itu Atletico tumbang  meski sempat unggul satu gol hingga menit akhir.

Dalam sejarah Liga Champions, sudah ada lima final sesama negara, salah satunya adalah pertemuan Atletico melawan Madrid

Setelah itu ada final sesama raksasa Serie A, Juventus melawan AC Milan.

Pada pertandingan yang berlangsung di markas Manchester United, Old Trafford, itu I Rossoneri berhasil mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti.

Delapan tahun silam giliran Inggris yang menaruh dua wakil di final.

Ketika itu Manchester United menghadapi Chelsea di Stadion Luzhniki, Moskow. The Red Devils yang masih diperkuat Cristiano Ronaldo, berhasil mengalahkan Chelsea lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang .

Sementara pada tiga tahun lalu, final sesama tim Jerman terjadi di Stadion Wembley, saat Bayern mengalahkan Borussia Dortmund.

Jika Madrid mampu menyingkirkan ManCity di Santiago Bernabeu, maka final Liga Champions dari tim negara yang sama jilid keenam akan terjadi musim ini.

Komentar