Louis van Gaal Kasus Aneh di Liga Primer

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 22 November 2014 | 19:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Ekisistensi Louis van Gaal, yang menuai hasil “minor” di Manchester United, di awal musim ini, menjadi kasus aneh kepelatihan di Premier League karena tidak diusik oleh berita pemecatan atau bulan-bulanan berita kegagalan.

Louis van Gaal, seperti ditulis oleh Martin Keown, pengamat sepakbola Premier League, menjadi kasus menarik karena ia tidak dirongrong oleh kegaduhan pemecatan akibat kegagalan memperbaiki kondisi tim Old Trafford itu dari keterpurukan.

Pelatih asal Belanda yang pernah menukangi Ayax, Barcelona dan Bayern Muenchen itu malah diberi keleluasaan membeli pemain mahal tanpa harus melewati pertimbangan dan debat bertele-tele.

Ia bisa membeli Angel Di Maria, Daley Blind, Luke Shaw, Marcos Rojo dan, bahkan bisa mendatangkan Radamel Falcao. “Ini sebuah kasus menarik sepanjang kompetisi Premier League dimana pelatih yang gagal tidak diusik oleh rumor pemecatan,” tulis Keown di “Daily Mail.”

Tidak hanya Keown, legenda sepakbola Liverpool, Jamie Redknapp, juga memiliki pendapat yang sama dengan Keown.

Redknapp meyakini bahwa reputasi Louis van Gaal lah yang mampu menyelamatkan sang pelatih dari untaian kritik di Manchester United, setelah menuai beberapa hasil minor di pentas Premier League awal musim ini.

Meski memiliki sejumlah juru gedor handal sekaliber Wayne Rooney, Robin van Persie, Angel Di Maria dan Radamel Falcao, performa Setan Merah nyatanya tak kunjung konsisten. Hal tersebut akibat dari lemahnya lini pertahanan mereka.

Menyusul kepergian Nemanja Vidic, Rio Ferdinand dan Patrice Evra di jendela transfer musim panas lalu, Van Gaal memang lebih banyak berinvestasi di lini serang tim. Tanpa melapis hengkangnya tiga bek veteran itu, jantung pertahanan United pun cenderung mudah ditembus lawan.

Hingga akhirnya mantan pelatih timnas Belanda itu dihujani kritik pedas, terkait keputusannya berbelanja pemain. Namun demikian, bagi Redknapp komentar pedas tersebut mampu diredam dengan raihan mentereng si Meneer ketika membesut tim besar lain.

“Manchester United menghabiskan banyak uang di musim panas, dan mereka harus berada dalam posisi yang lebih baik. Tapi mereka sudah benar-benar ingin memecahkan masalah mereka.”

“ Louis van Gaal telah berjuang untuk menemukan sistem yang bekerja untuk timnya,” jelas Redknapp, kepada Sportsmole, Sabtu, 22 November 2014.

“Sebaliknya, prestasi Louis van Gaal berhasil mengambil beberapa tekanan darinya. Manajer lain dengan kurang pengalaman, melakukan apa yang dilakukan Van Gaal bakal membutuhkan tiga tahun untuk menyelesaikan masalah dan mendapatkan banyak kritik. Tapi karena Van Gaal, kita bisa mengatakan itu akan baik-baik saja,” sambungnya.

Dalam pekan ini, secara diam-diam, Manchester United telah melakukan negosiasi baru dengan Inter Milan untuk memulangkan mantan beknya yang kini membela “nerazzurri” Nemanja Vidic pada transfer musim dingin tahun depan. Pihak Nerazzurri kabarnya tak keberatan untuk melepas Vidic.

Seperti diketahui, pada akhir musim lalu Vidic mengakhiri keberadaannya di Old Trafford. Bek internasional Serbia itu memilih hijrah ke Serie A bersama Inter, Namun hingga Serie A 2014-2015
berjalan sebelas pertandingan, Vidic memang tampil di sembilan pertandingan, akan tetapi ia tidak mampu menjaga benteng pertahanan Nerazzurri dengan baik. Permainannya pun menuai kritikan dan kini Inter berada di urutan sepuluh klasemen sementara Serie A.

Menurut Metro, United dikabarkan tertarik untuk membawa pulang Vidic dan Inter pun diketahui tak keberatan melepasnya pada Januari tahun depan.

Sebelumnya, media Italia, Tuttosport mengabarkan bahwa Vidic tidak masuk dalam rencana permainan yang akan diterapkan oleh pelatih anyar Nerazzurri, Roberto Mancini. Adapun saat ini, manajemen Inter menunggu The Red Devils untuk mengajukan tawaran resmi.

Manchester United merasa rugi dengan perginya sosok tangguh Nemanja Vidic. Hengkangnya Vidic ke Inter Milan pada musim panas lalu juga memberi lubang bagi lini pertahanan Setan Merah, demikian diungkapkan Michael Essien.

“Saya pikir ia tengah dirindukan oleh United, karena ada banyak hal yang tidak berjalan dengan baik di sana, terutama di lini belakang,” ungkap Essien, seperti dilansir Express.

“Ia merupakan sosok top dan bek yang amat bagus. Ia memberikan segalanya dan tidak ragu dalam melakukan setiap tekel. Saya akan senang menghadapinya di liga yang lain. Saya akan menantikannya dan saya harap kami akan menang,” tuntasnya.

sumber : daily mail, metro dan express

Komentar