Liga Champion
Chelsea Kritis, Barca Lolos dan MU Aman

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 November 2012 | 20:38 WIB

Dibaca: 0 kali

“Betul. Chelsea sedang  menapak lorong hitam menuju laga penutup  Grup E,” begitu tulis Reuter Sport dalam review pertandingannya usai The Blues dihajar “Si Nyonya Besar” Juventus 0-3 dalam laga tandang yang keras, tegang dan menyisakan drama ketika Sebastian Giovinco menutup gol di injuri time, Selasa sore waktu Italia atau Rabu dinihari WIB

Chelsea yang menyisakan satu pertandingan melawan Nordsjaelan masih terpacak di angka tujuh dan menempatkannya di posisi tiga. Sedangkan Sakhtar yang memuncaki klasemen grup betengger di poin 10  dan disusul Juve di tempat kedua dengan selisih satu angka, sembilan.

Juventus cukup bermain seri melawan Sakhtar di sisa laga untuk meloloskan kedua klub itu. Dan The Blues memerlukan kemenangan besar untuk bisa menyingkir Juve karena selisih gol kedua terpaut jauh. Chelsea hanya plus satu gol sedangkan Juve tujuh gol.

“Payah,” tulis surat kabar London The Sun yang sejak pra laga sudah menuliskan forceast-nya bahwa Chelsea sedang dijauhi momentum kemenangan. Dua laga yang dimainkannya di Premier League telah mendegradasikan posisi klub London Utara itu ke peringkat ke tiga klasemen dan menempatkan duo Manchester, Citizien dam The Red Devils, di puncak dan runner up.

The Sun sepertinya sangat terpukul dengan kekalahan Chelsea ini. Dalam analisis pertandingannya, koran terbitan London itu, menuliskan,”Chelsea tanpa Terry  seperti tim kehilangan roh.  Dan Torres yang bermain di sepertiga pertandingan bukan lagi seorang gladiator.”

Dalam lanjutan tulisannya, The Sun mengomentari tentang peluang yang sempit dari klub juara bertahan. “Kritis,” tutupnya. Dan Chelsea memang sedang diambang kritis untuk bisa melangkah ke-16 Besar Liga Champions. Terpaut selisih dua angka dati Juve dan tiga poin dari Sakhtar serta jurang selisih gol yang menganga menjadikannya sangat tergantung dari hasil pertandingan dua klub ini.

“Chelsea menunggu tangas midas ketika Sakhtar bisa  mengalahkan Juve di pertandingan penutup dan mereka memenangkan laga melawan Nordsjaelan. Sebuah harapan yang sangat sulit ketika Andrea Pirlo masih menjadi play maker bagi si Nyonya Besar,” tulis AP Sport.

Kekalahan Chelsea dengan angka besar di Juventus Stadium memang menyesakkan banyak pengamat sepakbola sejagat. Sebagai juara bertahan dan memulai pertandingan Liga Primer dan Grup E Liga Champions musim ini dengan big bang momentum. The Blues hanya dalam hitungan minggu dipelorotkan ke posisi ke tiga di dua liga itu.

Bagi Roberto Di Matteo, sang pelatih, kekalahan beruntun timnya ini menjadikan posisinya mulai digoyang. Dalam artikel gosip dan spekulasinya The Daily Mail mulai mempertanyakan bulan madu sang pelatih dengan Abrahamovic, sang pemilik klub. “Hari-hari mendatang Matteo akan menghitung harapannya di Stamford Bridge sembari melihat sinyal yang diisyaratkan sang baron.”

Terlepas dari kekalahan yang amat pedih bagi Chelsea ketika bertandang ke Juve,  tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran John Terry  memang sebuah fakta riel dari menurunkannya kwalitas permainan tim. Sebagai jenderal di lapangan Terry  jauh lebih besar perannya di banding dari Di Matteo di pinggir lapangan. Matteo boleh berteriak dan mencak-mencak di bangku pelatihnya, tapi Terry lah yang mengatur Matta, Torres, Cole, Cahill dan Hazard.

Terry tahu kapan harus menutup blok pertahanan, berkelahi di lapangan tengah dan membuka serangan dari tiga tombak. Ia bisa mendorong Torres lebih ke depan, menarik Matta keluar garis gawang dan memindahkan peran Hazard lebih ke pinggir. “Sebuah peran yang sudah klasik baginya, tak peduli siapa pun pelatihnya. Mereka boleh datang dan pergi, tapi Terry lah yang menjadi pelatih sebenarnya,” komentar Sky TV ketika mengomentari akhir pertandingan.

Kemenangan Juve di laga yang berlangsung keras diamini oleh pengamat sebagai Pirlo factors.  Pemain tengah yang semula di spekulasikan akan dicadangkan karena cideranya, memberi andil besar bagi pengembangan permainan Juventus. Ia secara terus menerus mendorong rekan-rekannya untuk bermain all out dan hasilnya tiga gol  Fabio Quagliarella, Arturo Vidal dan Sebastian Giovinco.

Juve melepas kebiasaannya bermain bertahan dan menyerang sepanjang pertandingan yang membuat Chelsea tertekan secara terus menerus. Di awal babak pertama saja Petr Cech beberapa kali melaku safety untuk menyelamat gawangnya.

Barca Lolos 

Dalam pertandingan lainnya  di Grup G, Barcelona meraih tiket ke-16 Besar Liga Champions setelah dua gol Messi di menit 27 dan 39  memberi andil kemenangan 3-0 bagi Blaugrana atas  Spartak. Satu gol lainnya diperoleh dari Alves. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Barca di puncak klasemen dengan angka 12 dan menyisakan satu pertandingan matchday keenam melawan Benfica yang berada di posisi kedua dengan 10 poin.

Benfica sendiri menggeser posisi Celtic, klub juara Liga Scotlandia,  dengan angka 2-1. Posisi Benfica sendiri realtif aman karena selisih  tiga angka dengan Celtic. Celtik yang dua pekan lalu mengalahkan Barca dipertandingan kandangnya berharap Barca bisa mengalah klub Portugal itu dan mereka memenangkan pertandingan melawan Spartak dan hasilnya dihitung dari selisih gol.

Pertandingan Grup H yang mempertemukan Manchester United melawan klub juara liga Turki, Galatasaray berlangsung sangat kalem karena anak asuh Alex Ferguson itu telah melenggang ke-16 Besar dengan 12 angka dan tidak tergoyahkan di posisi puncak grup. Selisih lima angka dari dua klub lainnya, Galatasaray dan Cluj membuat MU adem ayem saja. Siapa pun yang memenangkan pertandingan di antara dua klub itu posisi MU aman sebagai peringkat satu.

Malan nanti Laga Liga Champion akan memainkan delapan pertandingan lainnya di antaranya Paris Saint Germain melawan Dinamo Zagreb dan Porto melawan Dynamo Kiev di Grup A. Sedangkan di Grup B Schalke melawan Olympiakos dan  Arsenal berhadapan dengan Montpelier. Di Grup C Malaga kembali berhadapan dengan Anderlecht dan AC Milan Zenit Petersburg.

Pertandingan lainnya yang pasti akan menjadi tontonan menarik adalah ketika Real Madrid berhadapan dengan Manchester City  dan Dortmund menjajal Ajax. Di Grup D ini posisi Dortmund sudah aman sedangkan Madrid dikuntiti oleh Ajax dengan selisih tiga angka. []

 

Komentar