Laga Final Champions: Wembley Milik “Duo” Jerman

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 25 Mei 2013 | 12:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Bayern Muenchen boleh berada dua kali lipat dalam genggaman pasar taruhan ketika mereka berlaga di Wembley, Minggu dinihari WIB, dan disiarkan secara langsung oleh SCTV, dengan tim seteru  “kampung”nya Borussia Dortmund. Tapi Jurgen Klinsmann, mantan pelatih Jerman, “ngeri” dengan permainan Dortmund yang di”baptis”  lewat  antusiasme” oleh Jurgen Klopp.

Sejak melatih Dortmund  lima tahun lalu,  Klopp membawa Dortmund jadi kekuatan paling menakutkan di Liga Jerman. Die Borussen begitu klub ini di sapa dengan akrab, tidak hanya menjuarai  Bundesliga 2011  tetapi juga mencatat double trofi —Bundesliga serta DFB Pokal—pada 2012. Puncaknya, Dortmund lolos ke final Liga Champions 2013.

“Antusiasme!” kata Klinsmann ketika ditanya Spox apa yang paling dia kagumi dari para pemain Klopp. “Antusiasme, kecepatan, dan keyakinan.” “Dortmund punya beberapa pemain yang superior dari segi teknik. Mereka bisa bermain dengan kecepatan maksimum,” ujar Klinsmann. 

“Klopp menjadi juara Jerman bersama Borussia Dortmund dan kini berada di final Liga Champions. Bagi saya, dia sudah masuk dalam level tertinggi.“Anda harus menjadi pelatih yang bagus untuk membangun skuad yang hebat seperti Dortmund kali ini,” pujinya.

Bagi Klinsmann, Rummeniege, Beckenbauer, Sepp Maeir atau pun Gerd Mueller, para legenda Jerman, laga bersejarah “duo Jerman di Wembley, Minggu dinihari, tidaklah mementingkan “superioritas” kemenangan. Mereka sepakat inilah momen besar bagi sepak bola Jerman, yang  sepanjang sejarah digelarnya Liga Champions, terjadi final sesama tim Jerman, Borussia Dortmund kontra Bayern Muenchen.

Semua mata langsung tertuju kepada nama besar kedua tim, khususnya di Jerman. Bayern terkenal sebagai klub kaya raya yang mendominasi Bundesliga sejak 40 tahun terakhir. Sementara Dortmund mengusung era kebangkitan sebuah tim dengan pasukan muda berbakat. Siapa lebih unggul?

Jika menengok catatan beberapa tahun terakhir, maka keduanya berprestasi di jalur yang berbeda. Dortmund merajai kompetisi lokal pada 2011 dan 2012, sementara Bayern menampilkan permainan gemilang di Eropa meski gagal meraih trofi Liga Champions pada 2010 dan 2012.

Musim ini, Bayern tancap gas di kompetisi lokal dengan menunjukkan keperkasaan luar biasa dengan meraih gelar Bundesliga. Dortmund memang tertinggal 25 poin di belakang Die Roten. Namun, prestasi Dortmund di Eropa, pantas disebut sebuah keajaiban gemilang penuh warna.

Ya, takkan ada yang menyangka bila Dortmund bisa dengan mudah mempermalukan Manchester City, Real Madrid, dan Ajax Amsterdam di fase grup. Melaju ke sistem gugur, Die Borussen kembali menghadirkan kejutan hebat saat menyingkir Madrid di babak semifinal dengan agregat 4-3.

“Perasaan terhebat kami sejauh ini adalah saat kami mampu lolos ke babak sistem gugur. Bagi kami, itu merupakan sesuatu hal spesial yang mampu kami tangani,” jelas Pelatih Dortmund, Juergen Klopp.

“Cara kami bermain di babak penyisihan grup sungguh mengejutkan. Dan, pertandingan pertama melawan Manchester City membuka mata kami. Itu menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan klub-klub kuat Eropa,” lanjutnya.

Bayern juga memperlihatkan permainan papan atas selama di Liga Champions. Sempat tak diunggulkan sejak penyisihan grup karena dianggap sebagai klub semenjana, Bayern menunjukkan arti sesungguhnya sebuah klub dengan mental besar. Pada babak gugur, Bayern mampu mengempaskan tiga klub besar dari negara-negara kuat Eropa, yakni Arsenal, Juventus, dan Barcelona.

“Saya tak pernah merasakan pengalaman seperti ini. Ini adalah alasan mengapa musim ini akan sangat luar biasa. Kami nyaris mematahkan semua rekor. Wajarnya, saat Anda mencetak banyak gol, Anda juga akan kebobolan banyak gol. Tetapi, pemain seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Mario Gomez, Mario Mandzukic, Thomas Mueller, dan Xherdan Shaqiri mampu bermain bertahan dengan baik. Ini adalah esensi sepak bola modern,” ucap Pelatih Bayern, Jupp Heynckes.

Rakyat Jerman tentu sudah merasa final Liga Champions sebagai pembuktian mengenai sepak bola terbaik di Benua Biru musim ini. Akan tetapi, bagi fans Dortmund dan Bayern, ini bukan sekadar pesta sepak bola Jerman. Ini adalah pembuktian siapa klub terbaik Jerman saat ini. Dortmund dan Bayern wajib membuktikannya di lapangan.

Komentar