Ketika van Gaal Berdamai dengan Falcao

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Januari 2015 | 07:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Louis van Gaal mengenyahkan rumor keretakan hubungannya dengan Radamel Falcao, sehari usai Manchester United memenangkan laga tandanya melawan Queens Park Rangers, dengan memuji sang pemain yang tidak mencetak gol kala dimainkan sebagai “starting eleven.”

Kepada “Sky Sport,” van Gaal mengatakan, walau pun tidak mencetak gol Falcao telah menunjukkan kehebatannya sebagai striker bersama Wilson.

“Ini sebuah hasil positif. Saya akan tetap menempatkannya sebagai pemain utama dalam skuad. Ia akan menemukan momentum untuk mencetak gol di laga berikutnya,” kata van Gaal.

Meski belum mencetak banyak gol seperti yang diharapkan, Radamel Falcao tetap mendapat pujian dari Louis van Gaal yang notabene merupakan pelatihnya di Manchester United.

Menurut meneer asal Belanda itu, El Tigre telah menunjukkan penampilan yang menawan meski tidak mencetak gol saat United mengalahkan Queens Park Rangers dengan skor dua gol tanpa balas, Sabtu malam lalu.

Sanjungan yang dilontarkan Van Gaal dimaksudkan untuk meredakan segala isu yang beredar akhir-akhir ini.

Sebelumnya, terdengar kabar terjadi keretakan antara LvG – sapaan akrab Van Gaal dengan pemain Tim Nasional Kolombia itu. Kabar itu muncul saat mantan pelatih Bayern Munich itu tidak memainkan Falcao saat The Red Devils menjamu Southampton.

Tentunya, dengan kembalinya Falcao menjadi starting eleven di United, isu keretakan tersebut makin lama makin menghilang dan itu menegaskan jika LvG masih percaya 100 persen akan kemampuan anak asuhnya itu.

“Saya pikir dia selalu ingin mencetak gol. Saya selalu memastikan bahwa mencetak gol adalah aspek terpenting bagi seorang penyerang,” jelasnya seperti mengutip Sportsmole, Senin, 19 Januari 2015.

“Meski tidak membuat gol, dia mampu mencetak tiga sampai empat peluang, dia tampil sangat baik di laga melawan QPR,” urainya.

Bersama United musim ini, topskorer Europa League empat tahun lalu itu baru mengemas empat gol dari empat belas penampilannya bersama tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Sebelumnya, menurut The Mirror,” kemenangan dua gol tanpa balas Manchester United, pada laga tandangnya melawan Queen Park Ranger, Sabtu malam WIB, 17 Januari 2015, sangat tidak menyenangkan bagi Radamel Falcao yang menjadi starter menggantikan Robin van Persie.

Falcao gagal memenuhi harapan Louis van Gaal dan tidak mencetak gol dalam beberapa kesempatan. Ia pun gagap dalam mengantisipasi bola baik dari umpan Wilson maupun Juan Mata.

Penyerang asal Kolombia itu sempat mendapatkan beberapa peluang bagus, namun urung menciptakan gol.

Falcao tidak dimainkan oleh Louis van Gaal ketika Manchester United dikalahkan Southampton pada akhir pekan lalu.

Di babak pertama, misalnya, dia mendapatkan kesempatan ketika menerima umpan lambung dari Juan Mata. Usai menahan bola dengan dadanya, dia lantas melepaskan sebuah sepakan voli. Sial buatnya, tendangannya masih bisa ditepis kiper QPR, Robert Green.

Bola tepisan Green tersebut kemudian disambarnya kembali. Tetapi, lagi-lagi Green bisa membloknya.

Di babak kedua, Falcao mendapatkan sebuah kesempatan emas ketika menyambut umpan Angel Di Maria dengan sundulan keras. Andai saja Green tidak tampil bagus, bola bisa saja masuk. Namun, Green kembali jadi tembok untuk Falcao pada laga tersebut, sundulan si penyerang kembali ditepisnya.

Masih ada dua kesempatan emas lagi yang didapatkan Falcao di babak kedua. Kali ini, Green tidak menghalaunya, tetapi Falcao sendiri yang gagal memanfaatkannya dengan baik.

Dua kali Falcao mendapatkan sodoran bola dari James Wilson, namun dua kali juga dia gagal menjangkaunya ketika tepat berada di depan gawang QPR. Yang pertama, dia gagal menyambar dengan kakinya, sementara yang kedua dia gagal menyambar dengan kepalanya.

Dalam catatan ESPNFC, Falcao punya tiga attempts dan tiga-tiganya tepat sasaran. Tapi, apa daya, tidak ada satu pun yang berujung jadi gol.

Kalaupun ada yang bisa diapresiasi dari Falcao, maka itu adalah kemauannya turun ke lini tengah untuk berduel merebut bola atau beberapa kali terlibat dalam pembangunan serangan. Selebihnya, hanya gol yang kurang

Komentar