“Hebat”nya Chelsea Dibanding Arsenal

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Oktober 2014 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Jose Mourinho kembali melanjutkan dominasi kemenangannya atas Arsene Wenger, seusai laga “hebat” di Stamford Bridge, Minggu malam WIB, 05 Oktober 2014, yang dimenangkan Chelsea, dua gol tanpa balas, atas Arsenal dan mengukuhkan “The Blues” sebagai penguasa London.

Laga “hebat” Stamford Bridge itu tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga dipenuhi dengan “caci maki,” kedua manajer, Mourinho dan Wenger, sebelum dan sesudah laga.

Sebelum pertandingan keduanya terlibat saling tuding tentang kekuatan tim. Di lapangan keduanya bertengker dan terpaksa dilerai wasit pembantu ketika Mourinho menuding Wenger yang tidak senang dengan kelakukan Welbeck yang mengasari pemain Chelsea.

Keduanya sempat saling dorong dan saling tunjuk muka untuk kemudian di”paksa” wasit pembantu untuk menghindar lewat ultimatum untuk kembali ke area pelatih masing-masing.

Persaingan dua klub London, Utara dan Selatan, ini memang sudah berlangsung lama dan makin menjadi-jadi setelah kedatangan Jose Mourinho kembali ke Chelsea. Hingga kini Arsenal di bawah kepelatihan Wenger belum mampu mengalahkan Chelsea saat diasuh Mourinho.

Ketika laga usai keduanya masih bertengkar dengan saling melontarkan kata-kata sinis. Wenger menilai kemenangan Chelsea diperoleh lewat kekuatan finansial di samping ketidak beruntungan Arsenal..

Arsenal kalah dua gol tanpa balas dari Chelsea di pekan ketujuh Premier League, Minggu malam kemarin, lewat kontribusi gol Eden Hazard dan Diego Costa.

“Dalam situasi tertentu, kadang kami kurang beruntung. Selain itu, pada akhirnya mereka memiliki kekuatan finansial yang digunakan dengan cara yang efisien saat ada kesempatan,” kata Wenger seperti ditulis “Sky Sports.”

“Para pemain mereka, yang didatangkan dengan kekuatan financial,selalu bisa membuat perbedaan dengan Arsenal. Seperti Hazard dan Costa,” lanjut Wenger.

Kekalahan ini sendiri membuat Arsenal kini tertinggal sembilan poin di belakang Chelsea yang memuncaki klasemen. Meski demikian, Wenger enggan menyerah dalam perburuan gelar Premier League musim ini.

“Tentu saja itu selisih poin yang banyak. Kami telah menjalani banyak pertandingan yang sulit hingga kini. Tapi kami akan berjuang untuk bangkit,” kata Wenger.

Mencibir Wenger, pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengatakan Wenger sentimental. Ia enggan menjawab “tuduhan” Wenger bahwa kekuatan Chelsea bertumpu pada uang.

Mou lebih senang menilai Arsenal yang seharusnya mengakhiri laga dengan delapan pemain. Menurutnya, Laurent Koscielny, Calum Chambers dan Danny Welbeck cukup beruntung lolos dari hukuman kartu merah, menyusul pelanggaran keras yang mereka lakukan. Meski demikian, Mou tetap memuji kinerja wasit.

“Saya pikir, dari sudut pandang teknis, kinerja wasit cukup bagus di tengah kesulitan yang ada. Seperti laga yang berlangsung cepat dan dengan banyaknya pemain yang berlari,” katanya kepada “Sky Sports.”

“Tapi Arsenal seharusnya mengakhiri laga dengan delapan pemain. Karena Koscielny seharunya mendapat kartu merah, Chambers mendapat dua kartu kuning dan Welbeck selayaknya langsung dapat kartu merah.”

Meski demikian, Mou enggan memprotes keputusan wasit dan cukup puas dengan permainan anak-anak asuhnya serta poin sempurna yang didapat. The Blues memang mengakhiri kemenangan.

“Saya menerima keputusan Welbeck tidak dikartu merah. Laga sudah usai dan Welbeck adalah anak yang baik dan tidak agresif. Mungkin itu hanya reaksi atas frustrasi yang dia alami.

“Kami bermain fantastis saat mengalahkan Arsenal. Ini laga yang sulit. Mereka memulai laga lebih baik. Tapi Eden Hazard memberi kami gol lewat penalti. Jika lawan dapat kartu merah, laga pasti sudah ‘berakhir’.”

“Pada akhir laga, mereka menguasai lebih banyak bola. Tapi kami menciptakan banya peluang sehingga kami mencetak gol kedua. Kami akhirnya menang dan saya senang bisa mengalahkan tim bagus.”

Sementara itu komentator dan analis sepakbola Premier League Gary Neville, menegaskan, The Blues memang layak menang karena memiliki level permainan yang berbeda dengan Arsenal.

Pada pertandingan tersebut, Chelsea unggul pada babak pertama lewat tendangan penalti Eden Hazard. Tim asuhan Jose Mourinho pun kemudian menggandakan keunggulan pada paruh kedua, lewat aksi Diego Costa, memanfaatkan umpan Cesc Fabregas.

“Momen krusialnya ada pada Chelsea. Hazard mengambil penalti dengan baik, kemudian kombinasi antara Cesc Fabregas dan Costa di babak kedua membuahkan gol fantastis. Mereka ada di level yang lebih tinggi dari Arsenal,” kata Neville, seperti dilansir Sky Sports.

Neville juga berkomentar, Chelsea memiliki segala cara untuk terus dominan atas tim tamu. Dikatakannya, The Blues tak panik ketika Arsenal mencoba dominan pada babak kedua. Bahkan, dia menilai Chelsea makin kokoh sejak John Obi Mikel dimasukkan.

“Chelsea tampak mengontrol segalanya. Saya tak berpikir Arsenal bermain buruk dan mereka memulai laga dengan baik –seperti yang dibilang Mourinho. Tapi, Anda tak pernah merasa Chelsea ada pada situasi di mana mereka tak akan menang,” ujar Neville.

“Anda selalu merasa Chelsea memiliki senjata untuk tampil lebih baik. Dan itu tampak saat Obi Mikel masuk pada babak kedua di mana mereka tampak lebih tangguh dan berbahaya,” lanjut mantan pemain Manchester United itu.

Komentar