Kalah di Bernabeu Bukan Kiamat bagi Bayern

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 April 2014 | 10:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Kekalahan satu gol tanpa balas di leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis dinihari WIB, 24 April 2014, dari Real Madrid, bagi Bayern Muenchen, belum menamatkan sama sekali peluangnya lolos ke final.

“Die Roten,” belum kiamat,” tulis surat kabar Jerman “Bild,” edisi online-nya, Kamis pagi WIB. “Kondisi ini menjadikan Bayern melipatduakan kemampuan di laga putaran kedia di Allianz Arena, pekan depan.”

Tampil mendominasi laga di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari WIB, Bayern kesulitan menembus ketatnya pertahanan Real Madrid sepanjang laga.

Bayern jarang membahayakan gawang Madrid dan benar-benar baru dapat merepotkan Iker Casillas di menit akhir ketika Mario Goetze melepaskan tembakan keras dari jarak dekat, tapi masih bisa ditepis.

Gol tunggal Karim Benzema pun jadi pembeda kedua tim di laga itu dan dengan kondisi seperti ini memang Madrid sedikit berada di depan dalam perebutan tiket ke final.

Tapi jangan lupa bahwa leg kedua akan digelar di Allianz Arena, kandang Die Roten yang punya memori buruk untuk Madrid dan juga rekor bagus mereka yang cuma kalah sekali dari sepuluh pertandingan terakhir di fase knock out.

Walau pun optimisme besar Bayern akan dapat mengatasi Madrid di Allianz Arena, patut juga waspada bahwa tim Bavaria itu justru selalu tersingkir di tiga semifinal terakhir di kompetisi Eropa saat kalah di leg pertama.

Bisakah Bayern memupus rekor buruk itu pekan depan?

Pelatih Bayern Muenchen Josep “Pep” Guardiola menilai timnya tampil meyakinkan saat melakoni leg pertama semifinal Liga Champions, melawan Real Madrid, di Santiago Bernabeu.. Menurutnya, permainan Bayern di leg kedua bisa lebih baik lagi.

“Saya bangga akan tim saya. Mereka menunjukkan kekuatan besar di hadapan salah satu tim terbaik di dunia. Kami bisa meningkatkan permainan kami satu atau dua tingkat lagi di leg kedua,” ujar Pep.

“Optimisme saya masih sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibanding sebelum laga tadi,” lanjutnya.

“Kami ingin mendominasi penguasaan bola dan melakukan transisi dari bertahan ke menyerang dengan cepat. Kami mengendalikan permainan, tetapi Madrid menunggu kesempatan melancarkan serangan balik dan mereka punya pemain-pemain untuk mendapatkan keuntungan dari taktik serangan balik itu,” ulas Pep.

Pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern dan Madrid akan diselenggarakan di Allianz Arena, pada 29 April 2014.

Arjen Robben, gelandang Bayern asal Belanda, mengatakan, kekalahan timnyaq dari Real Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, bukanlah hasil yang diharapkan timnya. Robben mengaku yakin bisa membalas kekalahan tersebut pada leg kedua yang digelar di Allianz Arena..

“Aku harus memuji timku. Kami melawan tim kelas dunia, tetapi masih mendominasi dan tampil lebih baik,” kata Robben.

“Hasil ini jelas tidak luar biasa, tetapi kami sangat percaya diri soal leg kedua. Aku mengharapkan lebih dari Real Madrid. Aku berharap Madrid lebih menyerang tetapi mereka lebih banyak menunggu dan membiarkan kami mengontrol pertandingan,” sambungnya.

Kekalahan di Santiago Bernabeu tak mengikis optimisme Philipp Lahm. Kapten Bayern Munich itu tetap yakin timnya bisa membalikkan keadaan di leg kedua. Lahm optimistis peluang untuk Bayern masih terbuka.

“Saya optimistis bahwa di Allianz Arena segalanya mungkin untuk kami,” sahut Lahm seperti dilansir Football Espana.

“Jelas kami ingin melakukan yang lebih baik tapi tidak mungkin untuk melewati lini pertahanan Madrid,” lanjut Lahm.

“Saya pikir kami bagus dalam bertahan tapi jelas kami tidak bisa menjaga mereka selama sepanjang laga. Mereka adalah pemain-pemain kelas dunia,” katanya menambahkan.

Optimisme Lahm didukung oleh catatan oke Bayern di Allianz Arena. Die Roten tidak pernah kalah kala menghadapi Madrid di kandang sendiri dengan memenangi sembilan laga di antaranya dan sekali bermain imbang.

Laga leg kedua di Allianz Arena akan dimainkan pada 29 April 2014 mendatang.

Sumber: bild, football espana dan Mmarco english edition

Komentar