Juergen Kloop Pelatih Baru di Liverpool?

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 November 2014 | 17:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Beberapa jam setelah Liverpool kalah dari Crystal Palace, satu gol, satu gol berbanding tiga, di pekan kedua belas Premier League, Minggu malam WIB, 23 November 2014, nasib Brendan Rodgers, sang pelatih, digoncang berita pemecatan karena tak mampu memberi kemenangan di empat laga beruntun.

Liverpool, menurut tulisan “Mirror” di edisi onlinenya, 24 November 2014, sudah mengontak Juergen Klopp, pelatih Borussia Dortmund, untuk sebuah pembicaraan peralihan kepelatihan di Anfield.

Kloop dibidik Liverpool untuk datang ke Anfield berdasarkan keberhasilannya membangun reputasi sebagai salah satu manajer muda yang sukses di Eropa. Dan Bagi Kloop sendiri kesempatan bekerja di luar Jerman, disebut-sebut inilah waktunya.

Terhadap rumor pemecatan Brendan Rodgers ini, fans Liverpool mungkin akan beragam apabila manajernya saat ini, Brendan Rodgers, sudah saatnya dievaluasi.

“The Reds” hanya menang dua kali dari sembilan pertandingan terakhirnya di Liga Inggris.

Di musim keduanya membesut “The Reds”, Rodgers ternyata menemui hambatan besar. Padahal di musim lalu ia membuat gebrakan besar dengan membawa “Si Merah” menjadi runner-up liga.

Dan, kekalahan Liverpool dari Crystal Palace langsung memunculkan spekulasi tentang nasib Rodgers. Bahkan orang Wales itu sendiri sudah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya “tidak cukup sombong untuk mengklaim tidak akan dipecat”.

Spekulasi Rodgers memunculkan nama Klopp untuk masuk ke Anfield. Sejumlah media langsung menjadikan orang Jerman itu kandidat pertama sebagai pengganti Rodgers, apabila Liverpool memutuskan mencari pelatih baru.

Bak gayung bersambut, ada kabar bahwa Klopp memberi sinyalemen untuk melatih klub lain di negara lain terutama Inggris.

“Setelah Jerman, kupikir Inggris adalah satu-satunya negara di mana aku mungkin harus bekerja. Karena hanya Inggris negara yang bahasanya sedikit aku kuasai, dan bahasa itu sangat dibutuhkan dalam pekerjaanku ini,” ujar pria 47 tahun itu, dilansir situs ESPNFC.

“Jadi, kita lihat saja nanti. Kalau ada yang meneleponku, ya kita akan membicarakannya.”

Mainz adalah klub pertama yang ditangani Klopp sebelum mengarsiteki Dortmund sejak 2008. Ia memberi Dortmund 2 gelar Bundesliga, satu Piala Jerman, dua Piala Super Jerman, serta runner-up Liga Champions. Klopp juga dua kali terpilih sebagai manajer terbaik Jerman di tahun 2011 dan 2012.

Brendan Rodgers, sendiri tahu persis bahwa hari pemecatan sebagai pelatih di Anfield akan tiba dalam waktu cepat. Surat kabar terbitan London “Daily Mail” dalam edisi terbarunya, Senin 24 November 2014, memastikan bahwa manajemen sedang mencari pelatih baru untuk menggantikan Rodgers yang dinilai gagal memenuhi ekspetasi tim.

Brendan Rodgers juga menyadari posisinya berada di jalur tidak aman. Ia dikabarkan pasang badan atas serangkaian hasil buruk yang didapat Liverpool di berbagai kompetisi. bisa berujung pada pemecatan dirinya.

Liverpool menderita kekalahan keempatnya secara beruntun di semua kompetisi setelah secara mengejutkan tunduk satu banding tiga gol ketika melawat ke Crystal Palace, Munggu malam WIB, 23 November 2014.
Liverpool belum pernah menang sejak September lalu.

Gagal dapat poin membuat Liverpool terpuruk makin dalam ke posisi dua belas klasemen dengan poin empat belas. Mereka terpaut lima angka dari Manchester United yang sudah masuk empat besar usai mengalahkan Arsenal.

“Itu adalah tanggung jawab saya sebagai manajer, itu pasti. Saya yang memasang tim di lapangan, tim terbaik untuk memberi kami kemenangan. Kami melakukan start dengan bagus.”

“ Anda bisa lihat umpan yang kami lakukan masih tentatif, lalu kami membuat kesalahan. Kesalahan yang tidak seharusnya Anda lihat dari tim yang seharusnya jadi penantang papan atas. Kami gagal mengendalikan pertandingan,” ungkap Rodgers usai laga.

Meski baru musim lalu mengantar Liverpool finis di posisi dua klasemen, Rodgers tahu kalau rangkaian hasil buruk yang didapat ‘Si Merah’ bisa berujung hal buruk padanya. Dia sadar kalau ancaman pemecatan bisa datang kapan saja.

“Saya tidak arogan untuk berpikir kalau saya akan bertahan di pekerjaan ini meski melewati berbagai hal. Setiap manajer akan bilang kalau tugasnya adalah memenangi pertandingan mendapat hasil yang diinginkan, terutama setelah melihat bagaiman kami mengembangkan klub.”

“Tapi saya punya komunikasi yang bagus dengan para pemilik. Kami harus saling jujur tapi yang jelas hasil itu harus Anda dapatkan. Anda harus menunjukkan performa. Di tahun pertama saya saat kami tidak dapat hasil yang diinginkan kami tetap tampil baik,” ucap Rodgers di Guardian.

Komentar