Inter Milan Tidak Lagi Milik Erick Thohir

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Juni 2016 | 10:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Klub seri A Italia, Internazionale Milan, mulai pekan ini, tidak lagi menjadi  milik “mayoritas” Erick Thohir bersamaan dengan penjualan sahamnya ke , perusahaan dagang terbesar di China, Grup Suning.

Menurut “della sport football, Suning  akan mengambil alih mayoritas saham Inter, menggeser pemegang saham mayoritas Nerazzurri saat ini, Erick Thohir.

Jika pembelian tujuh puluh  persen saham Inter Milan ini sukses, maka ini adalah kali kedua dalam tiga tahun terakhir terjadi pergantian kepemilikan di kesebelasan tersebut.

Erick baru saja mengambil alih mayoritas saham Inter pada tiga tahun silam.

Memiliki keuntungan per tahun dua puluh miliar US Dollar, Suning merupakan pemilik klub Liga China, Jiangsu Suning, yang sempat menggegerkan bursa transfer lantaran mendatangkan pemain bintang dari daratan Eropa.

Pada bursa transfer musim dingin lalu, Jiangsu Suning sukses mendapatkan tanda tangan Alex Teixeira dan Ramires.

Grup itu juga memiliki hubungan dengan klub-klub besar Eropa seperti Barcelona dan Liverpool, membuat banyak pihak memprediksi langkah Suning mengakuisisi Inter bukanlah langkah terakhir mereka.

“Suning kini bisa dilihat sebagai juara nasional, sebanding dengan grup besar seperti Alibaba Group Holding Ltd dan Dalian Wanda,” ujar pendiri Sports Insider, Mark Dreyer.

“Saya tak akan terkejut jika melihat ada investasi lain di dunia sepak bola yang dilakukan Suning, karena mereka terlihat sedang mengumpulkan aset dari berbagai area kunci bisnis itu.”

Dilansir Reuters, Suning saat ini juga merupakan kandidat terkuat pemegang saham salah satu agensi sepak bola terbesar di dunia yang berbasis di Inggris, Stellar Group.

Peralihan kepemilikan mayoritas saham Inter Milan in ini juga diungkapkan mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti.

Ia bahkan  mengklaim bahwa Grup Suning telah menandatangani kontrak pembelian saham kesebelasannya dan kini kedua pihak tinggal melakukan penyelesaian tahap akhir.

Meski demikian, Moratti tidak bisa mengungkapkan jumlah saham yang akan dijual pada perusahaan alat-alat elektronik dan rumah tangga tersebut.

“Apakah kami memiliki tanda tangan mereka? Harusnya demikian. Saya kira saat ini adalah untuk mengetok palu perjanjiannya,” kata Moratti yang masih memiliki 30 persen saham Inter Milan, kepada kantor berita Italia, ANSA.

“Saham saya? Pertama saya harus melihat yang terjadi di beberapa hari ke depan. Saya akan menunggu pernyataan Erick Thohir. Masih dibutuhkan beberapa hari untuk menetukan posisi saya.”

Suning dikabarkan La Gazzetta dello Sport ingin mendapatkan tujuh puluh  persen saham Inter Milan.

Para petinggi Nerazurri pun telah terbang ke China untuk menyelesaikan negosiasi dan kesepakatan bisa diumumkan pada pekan ini.

Pembelian saham Inter Milan kali  ini memandaui  kali kedua dalam tiga tahun terakhir terjadi pergantian kepemilikan di kesebelasan tersebut.

Dalam tulisan terbarunya “della gazzetta sporta,” juga mengungkapkan kesepakatan resmi akan diumumkan pada pekan ini.

Untuk Anda tahu, Grup Suning adalah salah satu perusahaan perdagangan terbesar di China yang membidik pasar pedesaan dan pinggiran kota.

Pemimpin Grup Suning, Zhang Jindong, mengungkapkan bahwa kemampuan logistik mereka akan meningkat di pasar kelas tiga dan empat China.

Perusahaan telah  mendistribusikan barang-barang elektronik dan alat rumah tangga dengan  menanamkan uang lima miliar Yuan

Dengan inti bisnis seperti itu, Suning masuk ke dalam daftar tiga besar perusahaan non-pemerintah terkaya China.

Di dunia sepak bola, Suning telah mulai menanamkan pengaruh mereka dengan memiliki Jiangsu Suning, klub yang bermain di Liga Super China.

Suning juga kini terdepan dalam perebutan untuk membeli Grup Stellar, salah satu perusahaan agen pemain terbesar di dunia yang berbasis di Inggris.

Stellar adalah kantor agen yang berada di balik proses transfer tertinggi di dunia ketika Gareth Bale pindah dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid dengan harga beli delapan puluh enam juta pound sterling.

Reuters mengabarkan bahwa Suning kini sedang bertarung dengan dua perusahaan China lainnya, yaitu Evergrande dan Rastar, untuk mendapatkan Stellar.

Pendiri Stellar, Jonathan Barnett, yang juga menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia transfer pemain, baru-baru ini mengunjungi China untuk bertemu dengan para calon pembeli.

Kesuksesan mendapatkan Stellar akan membuat klub-klub China memiliki akses langsung pada agen-agen para pemain paling tenar di dunia.

Dalam dua bursa transfer terakhir, Liga Super China sendiri mengagetkan dunia dengan kekuatan finansialnya.

Pada bursa transfer musim dingin Januari lalu, klub-klub China menggelontorkan lebih dari seratus  juta euro untuk mendapatkan pemain-pemain top Eropa.

Total dana yang dikeluarkan Liga Super China untuk membeli pemain di dua bursa transfer mencapai tiga ratus empat puluh juta euro.

Gerak Suning ini menjadi salah satu indikasi lainnya keseriusan China untuk mengembangkan sayap mereka di dunia sepak bola internasional, mengikuti langkah perusahaan-perusahaan Timur Tengah.

Zhang Jindong, sang pemilik Suning, mengatakan bahwa membeli Inter Milan akan “membantu brand mereka mempenetrasi pasar Eropa.”

“Masuknya Suning ke dunia sepak bola didasarkan pada dua pertimbangan,” kata Jindong, seperti dikutip dari Football Italia.

“Yang pertama adalah sepak bola memiliki banyak penggemar, dan Suning selalu mengevaluasi potensi konsumen lewat pasar potensial. Yang kedua adalah pengembangan sepak bola bisa menciptakan kohesi sosial.”

“Dengan meningkatkannya taraf hidup, saya kira permintaan untuk olahraga dan kultur olahraga akan meningkat secara signifikan di antara para konsumen kami.”

“Karena itu kami sedang mencari strategi baru untuk memasuki pasar tersebut, seperti streaming video atau menjadi pemilik baru klub.”

Selain Inter Milan, AC Milan pun dikabarkan sedang berbicara dengan konsorsium asal China untuk menjual sahamnya.

Komentar