Insiden Upton Park Bikin MU Menangis

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 Mei 2016 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Louis van Gaal meratapi kekalahan Manchester United, tiga gol berbanding dua,  dari West Ham di Upton Park,  Selasa malam WIB, 11 Mei 2016, dan gagal mencampakkan klub sekotanya, Manchester City, di peringkat empat Liga Primer.

Kekalahan Manchester United itu didahului oleh insiden pengrusakan terhadap bus yang membawa pemain “The Red Devils” akibat keterlambatan mereka datang ke Upton Park.

Pertandingan antara kedua tim tertunda empat puluh menit.

Sejumlah hooligan The Hammers memblokir jalan dan menyerang bus yang ditumpangi Wayne Rooney dan kawan-kawan.

Menurut ESPN, Manajer Man United Louis van Gaal terkena pecahan kaca akibat lemparan benda dari luar.

Terhadap insiden itu, pemilik saham terbesar di West Ham United, David Sullivan,  justru menyalahkan pihak Manchester United menyusul molornya pertandingan

Laga di Upton Park diundur ketika skuat MU terjebak di luar stadion karena mendapat serangan dari suporter West Ham.

Sullivan mengatakan keterlambatan skuat MU merusak rencana acara perpisahan suporter dan para pemain West Ham dengan Stadion Upton Park.

Musim depan West Ham akan bermain di Stadion Olimpiade London.

“Sangat membuat depresi. Para suporter kami akan pulang malam, dan sebagian dari mereka tidak akan bisa bertahan untuk menyaksikan acara. Pihak MU seharusnya bisa datang lebih awal. Mereka tahu jalanan akan sesak. Ini gila,” ujar Sullivan seperti dilansir Independent.

Sullivan juga menampik suporter West Ham telah menyerang bus tim MU.

Padahal pihak Kepolisian Metropolitan memastikan bus yang membawa skuat MU diserang suporter West Ham dengan melempar berbagai macam benda.

“Orang-orang ada di sekitar bus, tapi tidak ada serangan yang dilakukan. Jika Anda melihat bus mereka, maka tidak ada kerusakan. Jika kami terlambat datang ke Old Trafford, maka jadwal kick-off tidak akan diundur,” tegas Sullivan.

Kepolisian Metropolitan London dalam keterangan resmi menyatakan satu orang polisi dan satu warga sipil mengalami cedera ringan dalam insiden serangan ke bus MU.

Namun, tidak ada penangkapan yang dilakukan.

“Hal ini benar-benar menyedihkan. Suporter kami akan pulang sangat malam dan banyak suporter tidak bisa bertahan lama di stadion.”

“ Saya tidak bisa mengerti mengapa mereka tidak bisa sampai pada pagi hari. Mereka seharusnya datang lebih awal,” kata Sullivan, seorang petinggi West Ham.

“Ada kemacetan di jalan dan mereka tidak bisa masuk. Namun, tidak ada penyerangan pada pelatih. Jika Anda mengecek pelatih, tidak ada luka-luka. Jika kami telat tiba di Old Trafford, mereka tidak akan menunggu kami,” tuturnya.

Pada laga tersebut, Manchester United  kalah dua gol berbanding tiga dari West Ham United.

Gol Diafra Sakho, Michail Antonio, dan Winston Reid, cuma bisa dibalas Manchester United oleh brace Anthony Martial

Terhadap kekalahan United itu, gelandang veteran Manchester United, Michael Carrick menyesali ketidakmampuan United menjaga keunggulan.

United sejatinya tampil apik meskipun menjalani laga

“Kami membuat diri kami berada dalam tekanan dengan membiarkan West Ham terus meluncurkan bola ke kotak penalti. Pada akhirnya hal itulah yang membuat mereka menang dan tentu saja kami kecewa.”

“Kami harusnya tampil lebih baik setelah unggul dan mempertahankan keunggulan itu. Kami harus bisa mendominasi pertandingan namun yang terjadi justru kami membiarkan mereka bangkit kembali di sisa waktu yang ada,” tutur Carrick seperti dikutip dari situs resmi klub.

Lewat kekalahan ini, maka United membuang peluang untuk menggusur Manchester City dari posisi keempat. Dengan demikian, United harus memenangkan laga pekan terakhir mereka sambil berharap City tumbang.

“Kami harus tetap fokus. Setelah ini kami harus memenangkan laga terakhir musim ini dan melihat apa yang terjadi,” tutur Carrick.

Meskipun kecewa dengan performa United, Carrick tetap tak lupa memberikan pujian pada Anthony Martial yang mencetak dua gol di laga ini.

‘Martial kembali tampil luar biasa di laga ini. Dia benar-benar merupakan ancaman bagi lawan. Di musim pertamanya, Martial menjalani musim yang luar biasa,” ujar Carrick.

Manajer West Ham Slaven Bilic menyebut timnya layak memenangkan laga terakhir di Upton Park lantaran menunjukkan tekad dan karakter kuat saat menghadapi Manchester United.

“Kami benar-benar layak atas kemenangan ini. Benar-benar sebuah malam yang luar biasa dan akan jadi sebuah sejarah.”

“Kami menghadapi United yang tengah berjuang untuk Liga Champions dalam laga nyaris tengah malam. Semua yang dibutuhkan untuk menyebut laga ini spesial ada di dalamnya,” ucap Bilic seperti dikutip dari Goal.

Sebelum pertandingan, Bilic pun coba meredakan ketegangan pemain West Ham yang memiliki hasrat tinggi untuk memberikan kado perpisahan pada stadion bersejarah tersebut.

“Ada tekanan besar bagi kami di laga ini. Kami memang menjalani musim yang bagus dan saya sudah katakan kepada para pemain bahwa apapun yang terjadi di akhir musim, West Ham telah menjalani musim yang bagus.”

“Namun ternyata kami tetap bermain dalam tekanan karena kami tak ingin kalah di laga ini. Kami sangat ingin menang dan kemenangan ini merupakan keberhasilan kami dalam menunjukkan karakter kuat,” tutur Bilic.

West Ham sempat unggul lebih dulu lewat Diafra Sakho namun kemudian Anthony Martial membuat United berbalik unggul.

“Kami tak pernah berhenti untuk terus percaya. Kami tahu bahwa United benar-benar termotivasi lantaran mereka punya peluang untuk menyusul Manchester City,” kata Bilic.

Komentar