Ini Alasan Ibrahimovic Hengkang dari MU

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 November 2018 | 15:02 WIB

Dibaca: 1 kali

Zlatan Ibrahimovic akhirnya  buka suara soal alasannya meninggalkan MU, Maret lalu.

Ia menyebut tak nyaman lagi bermain di Old Trafford setelah sembuh dari cedera.

Ibrahimovic pindah ke MU dua tahun lalu Ia direkrut Jose Mourinho setelah menyelesaikan kontraknya selesai bersama PSG.

Kiprahnya pada musim pertama cukup memuaskan. Ia mampu mencetak dua puluh delapan gol dari empat puluh enam laga di semua kompetisi.

Selain itu Ibra juga berperan besar saat MU meraih tiga gelar. Yakni Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa.

Sayangnya pada akhir musim Ibra mengalami cedera cukup serius. Dia baru bisa kembali pada musim kedua di bulan November.

Zlatan Ibrahimovic menyapa fans usai pertandingan melawan Orlando City pada pertandingan MLS di StubHub Center di Carson, California

Ibrahimovic kini telah mencetak lima belas gol dalam  tujuh belas pertandingan bersama Galaxy.

Sejak itu permainan Ibrahimovic tak pernah kembali ke performa terbaiknya. Ia akhirnya memutus kontraknya tiga bulan sebelum habis.

“Saat kembali dari cedera saya bilang ke Mourinho kalau tidak mau mengecewakannya. Saya ingin menjadi Zlatan yang bermain sebelum cedera,” kata Ibrahimovic seperti dilansir Evening Standard.

“Namun saya akhirnya merasa berbeda. Lutut saya seperti harus diajari untuk bermain sepak bola lagi,” ujarnya menambahkan.

Pemain anyar LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic dalam konferensi pers bersama Major League Soccer di StubHub Center, California,

Ibrahimovic pertama kali diperkenalkan sebagai pemain anyar Los Angeles Galaxy.

Ibra saat ini membela LA Galaxy

Sebelumnya, Zlatan Ibrahimovic  melnacarkan kritiknya terhadap Liga Primer dengan mengatakan  kualitas liga itu tak sehebat yang dibicarakan oleh orang-orang

Ibrahimovic yang saat ini berkiprah di Major League Soccer  menganggap dirinya telah berhasil membuktikan diri untuk terjun ke Liga Inggris yang dianggap sebagai kompetisi terbaik di dunia.

“Saya punya perjalanan karier yang panjang sebelum datang ke Inggris, baik dengan negara dan klub yang berbeda.”

“Sejumlah orang berkata saya tak perlu pergi ke Inggris karena ketika saya gagal di Inggris, maka saya akan masuk dalam kategori pemain yang tak cukup bagus. Semua menentang dan tebak? Hal itu justru memotivasi saya dan membangkitkan adrenalin,” kata Ibrahimovic seperti dikutip dari Football Italia.

Ibrahimovic mengaku menikmati perjalanan kariernya namun ia juga menganggap kualitas Liga Inggris tidak sehebat yang dikatakan orang.

“Saya menyukai Liga Inggris. Saya melihatnya sebagai liga yang sangat menarik. Liga itu banyak mendapatkan perhatian meski saya merasa kualitas yang ada sedikit terlalu dibesar-besarkan, baik itu kualitas individu maupun teknik.”

“Namun yang pasti ritmenya (pertandingan) tinggi. Bahkan bila dirimu adalah yang terbaik, jika dirimu tak mampu mempertahankan ritme, maka dirimu tak akan sukses,” ucap pemain asal Swedia ini.

Ibrahimovic menganggap Liga Inggris beruntung dirinya tak datang satu dekade sebelumnya.

“Seperti yang saya katakan ketika saya di Inggris, kalian beruntung saya tidak datang sepuluhtahun lalu karena bila saya bisa melakukan apa yang saya tunjukkan di usia tiga puluh lima tahun, bayangkan bila usia saya masih dua puluh lima tahun. Tentu akan jadi cerita yang berbeda.”

“Saat saya datang ke sini, mereka berkata bahwa saya datang dengan kursi roda. Pada semua orang yang membicarakan itu, saya tempatkan mereka di kursi roda. Itulah yang saya lakukan,” kata pria  ini.

Di musim pertamanya bersama Manchester United, Ibrahimovic mampu mempersembahkan gelar Piala Liga dan Liga Europa. Ibrahimovic juga mencetak dua puoluh delapan gol dari empat puluh enam laga yang ia mainkan.

Namun di musim keduanya, performa Ibrahimovic terkendala cedera sehingga ia hanya tampil tujuh kali dengan catatan satu gol.

“Saya sangat bangga dan sangat gembira bahwa saya pergi ke United, ini adalah klub yang tepat,” ucap Ibrahimovic.

Kriitik lainnya dari Ibrahimovic  tertujju pada Mohamed Salah.

Ia menilai bintang Liverpool Mohamed Salah tidak pantas mendapatkan trofi Puskas Award  atas gol yang dicetaknya pada musim lalu.

Gol Mohamed Salah ke gawang Everton di Liga Primer Inggris pada  Desember tahun lalu itu mangalahkan tendangan salto Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo di Liga Champions

Usai penyematan itu, keputusan tersebut mendapat kritik dan sindiran dari banyak pihak, terutama di dunia maya. Pemberian Puskas Award kepada Salah dianggap sebuah kontroversi.

Pemberian penghargaan tersebut ternyata sampai kepada Zlatan Ibrahimovic. Saat ditanya wartawan mengenai kepantasan Salah mendapatkan trofi Puskas Award , Ibrahimovic dengan lugas menjawab tidak.

Mantan pemain Manchester United itu heran dengan penghargaan yang diterima Salah. Pasalnya, penyerang 36 tahun itu juga mencetak gol indah di periode penilaian Puskas Award

Ibrahimovic yang pernah bermain untuk Barcelona dan Paris Saint-Germain itu justru menilai gol salto Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus pada semifinal Liga Championsl alu dianggap lebih bagus dibanding sepakan melengkung Salah dari dalam kotak penalti. Dilihat dari tingkat kesulitan, gol ronaldo jauh lebih sukar daripada gol Salah.

“Saya pikir Cristiano membuat gol indah. tetapi saya tidak melihat para kandidat, karena jika gol saya tidak ada di sana, saya tidak tertarik [berkomentar],” kata Ibrahimovic dikutip dari Givemesport.com.

Komentar