Hasil “Sempurna” Milan ke Papan Tengah

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Mei 2014 | 08:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Selebrasi Sulley Muntari usai mencetak gol ke gawang Sassuolo dalam laga penutup Seri A di San Siro, Senin dinihari WIB, 19 Mei 2014. Milan untuk pertama kalinya selama enam belas tahun terakhir gagal ke Liga Europa karena berada di posisi tujuh Lega Calcio

AC Milan menutup hasil “sempurna” dengan menempati posisi papan tengah di ujung Lega Calcio, dan untuk pertama kalinya selama enam belas tahun terakhir absen di panggung “pesta” sepakbola Europa.

Hasil ini menandai perjalanan buruk AC Milan, terutama di paruh pertama musim ini, yng terseok-seok menghadapi tim-tim lemah, dan berujung tak lolosnya klub San Siro ini ke kompetisi Eropa.Kondisi ini mengulangi apa yang terjadi enam belas tahun lalu kala Milan apes di Lega Calcio.

Meski demikian, Clarence Seedorf, pelatih di paruh musim terakhir, tetap bangga dengan performa timnya di laga-laga penutup.

Senin dinihari WIB, 19 Mai 2014, “rossoneri” begitu julukan untuk Milan, berhasil menutup musim ini dengan kemenangan dua banding satu melawan klub di tubir jurang degradasi, Sassuolo. Tambahan tiga poin itu tak cukup untuk meloloskan mereka ke Liga Europa.

SKegagalan ini disebabkan, di saat bersamaan, Parma mengalahkan Livorno dengan skor dua gol tanpa balas yang membuat Gialloblu duduk di posisi keenam, unggul satu poin dari Torino serta Milan yang duduk di posisi ketujuh dan kedelapan.

Meski gagal lolos ke Liga Europa, apa yang ditunjukkan Il Diavolo Rosso di paruh kedua musim sudah bikin Seedorf bangga. Apalagi saat pelatih asal Belanda itu diangkat sebagai pelatih, Milan cuma berjarak enam poin dari zona degradasi.

“Dari awal kami tak memikirkan untuk lolos ke Liga Europa. Bukan itu yang kami pikirkan. Para pemain tampil sangat baik untuk bisa bangkit dari situasi yang sangat sulit, dengan melihat jumlah poin yang kami dapatkan di paruh kedua musim meningkat pesat,” ujar Seedorf seperti dikutip Football Italia.

Spekulasi soal masa depannya, Clarence Seedorf menyerahkan sepenuhnya pada pemilik Milan. Dalam beberapa pekan terakhir keberadaan Seedorf di AC Milan sepertinya mulai menemui titik terang, setelah presiden AC Milan Silvio Berlusconi mengisyaratkan Seedorf bisa saja bertahan di klub musim depan.

Sejak Seedorf menangani Milan awal tahun ini, sudah ada pro kontra mengingat minimnya pengalaman melatih pria asal Belanda itu. Sudah begitu Milan dinilai masih tampil angin-anginan di bawah asuhannya.

Rossoneri sendiri bahkan terancam tak tampil di kompetisi Eropa musim depan dan inilah yang membuat masa depan Seedorf terus dispekulasikan, di mana ia disebut akan dipecat di akhir musim ini.

Namun sampai saat ini setidaknya posisi Seedorf terbilang cukup aman karena manajemen klub belum memutuskan apapun soal kelanjutan kariernya sebagai pelatih Milan.

Bahkan ada kemungkinan juga Seedorf akan dipertahankan jika memang klub menginginkan demikian.

“Kami akan mengambil keputusan di akhir musim usai laga terakhir,” ujar Berlusconi seperti dikutip Sky Sports.

“Dia bisa saja bertahan jika kami mencapai kesepakatan. Kemungkinan kami akan mempertahankan Seedorf,” sambungnya.

AC Milan yang menutup laga Serie A musim ini memang menang atas atas Sassuolo. Laga yang diwarnai tiga kartu merah untuk pemain dari kedua tim tak mampu meloloskan Milan ke zona Liga Europa..

Dalam pertandingan di San Siro, Senin dinihari WIB, Milan, sebenarnya, masih mengincar kemenangan demi tiket lolos ke Liga Europa. Sementara Sassuolo sudah aman dari ancaman degradasi.

Milan sudah unggul lewat Sulley Muntari di menit kedua. Nigel De Jong kemudian menggandakan keunggulan tuan rumah.

Di babak kedua, Sassuolo baru bisa mencetak gol di masa injury time. Simone Zaza memperkecil ketertinggalan Sassuolo lewat tendangan dari titik putih.

Wasit di laga ini harus mengeluarkan tiga kartu merah untuk pemain dari kedua tim. Milan mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah Philippe Mexes dan Mattia De Sciglio diusir dari lapangan. Sementara dari kubu Sassuolo, Paolo Cannavaro yang harus meninggalkan lapangan.

sumber : football italia dan sky sports

Komentar