Gareth Bale: “Saya Hanya Ingin di Madrid”

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 November 2014 | 09:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah selama satu pekan di”amuk” berita heboh tentang rencana penjualan Gareth Bale oleh Real Madrid ke Chelsea atau Manchester United, agen mantan pemain Hotspur itu, Jonathan Barnett, mengungkapkan, kliennya menolak semua tawaran itu dan e hanya ingin tetap di Madrid.

“Dia tidak ingin keluar dari Real Madrid. Ia telah memecahkan satu transfer terbesar ketika pindah ke sana. Bale ingin mewujudkan mimpinya bersama Madrid,” ujar Barnett.

“Ia selalu ingin bermain untuk Madrid. Ia bisa pindah ke MU atau klub lain, tetapi sekarang ia ingin die Madrid. Ia tidak ingin pindah dalam waktu dekat.”

“Saya tahu, suatu hari, Barcelona juga berminat merekrutnya, tetapi ia mengatakan bahwa ia tak ingin bermain di sana. Juga Chelsea maupun MU. Ada dua agen yang menghubungi saya saat itu,” tambah Barnett.

Madrid membeli Bale dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer terbesar dalam sejarah, yaitu 85 juta poundsterling. Bale terikat kontrak dengan Madrid hingga Juni 2019.

Bale sempat kesulitan di Madrid, tetapi akhirnya mendapatkan tempat. Pada musim pertamanya di Santiago Bernabeu, Bale bermain dua puluh tujuh kali di Primera Division dengan tiga di antaranya sebagai pengganti dan mencetak lima belas gol dan dua belas assist.

Ia juga mencetak satu gol dalam lima penampilan di Liga Champions musim lalu, yang ikut menentukan keberhasilan Madrid menjuarai ajang itu.

Musim ini, Bale telah bermain delapan kali di Primera Division dan mencetak lima gol dan tiga assist. Sementara di Liga Champions, Bale telah mencetak satu gol dan satu assist dalam tiga penampilan.

Tentang spekulasi kepindahannya, Bale tak ingin membahasnya. Ia lebih suka mengenang kala bermain di Tottenham Hotspur. Gareth Bale membeberkan bahwa ia masih memiliki ikatan yang kuat dengan Tottenham Hotspur.

Pemain termahal dunia ini pun tak menutup kemungkinan bakal kembali ke White Hart Lane.

Meski keputusannya yang memaksa pindah ke Santiago Bernabeu banyak disesalkan fans Spurs, pemain berusia dua puluh lima tahun ini berharap The Lilywhites -sebutan pendukung Spurs- sudah jauh lebih mengerti sekarang.

“Saya tidak akan pernah melupakan malam Europa League di White Hart Lane. Mereka luar biasa. Tottenham selalu memiliki tempat di hati saya. Saya berharap fans tetap mencintai saya meskipun saya pindah,” kata Bale, seperti dilansir BT Sport.

“Saya mencintai fans Spurs. Anda tidak pernah tau, saya bisa saja kembali suatu hari ke Spurs. Tottenham adalah tempat dimana saya merasa sangat nyaman dan sangat bahagia,” tandasnya

Nilai transfer Gareth Bale yang selangi,bahkan melewati rekor transfer Cristiano Ronaldo, seolah membuka babak baru terhadap citra dan gaya hidup sepakbola.

Sorotan publik terhadap Bale juga meluap ketika winger asal Wales itu mulai bisa ‘nyetel’ di skuad Madrid, hingga lahir sebutan trisula BBC, Bale- Benzema, Cristiano.

“Dia membuat sepakbola yang menjadi glamor. Di masa sekarang, publik ingin melihat para bintang. Jika Madrid tampil dengan sebelas pemain Segunda, stadion takkan terisi penuh,” tutur agen Bale, Jonathan Barnett.

“Fans ingin melihat para pemain termahal – Bale, Cristiano…mereka ingin melihat Messi. Mereka membeli tiket demi para bintang, demi glamornya sepakbola. Mereka tak ingin melihat para pemain datang ke stadion dengan naik sepeda,” lanjutnya.

“Saya tak tahu mobilnya Cristiano, tapi mereka ingin melihat Ferrari sebagai contohnya. Dan kini, lihatlah apa yang dikendarai Bale. Surat kabar menulis tentang para bintang dan Bale menaikkan standar citra sepakbola,” tambah Barnett lagi.

Bale juga jadi komoditas bisnis, baik buat dirinya sendiri maupun klub lantaran menarik banyak sponsor.
“Gareth ingin menjadi bagian dari tim. Mereka memenangkan Copa del Rey dan Liga Champions, ditambah uang yang dihasilkan dari itu. Jika Anda melihat di belakang layar, Anda bisa bilang, ‘Bale merupakan komoditas bisnis yang hebat’,” imbuhnya.

Tapi dengan berbagai glamor dan gaya hidupnya yang serba “wah”, Bale diyakini tetap menjadi pribadi yang rendah hati.

“Dia pria yang menyenangkan. Saya mengenalnya sejak masih muda dan dia seorang profesional. Dia tahu yang diinginkannya dalam sepakbola, bisnis, pemasaran, sponsorship. Tapi dia bukan orang yang senang pamer. Dia tak perlu membuat orang terkesan, dia figur penyayang terhadap keluarga,” tuntas sang agen.

Komentar