Pep Menangkan Dua Pertaruhan di Allianz

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 April 2014 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua pertaruhan “besar,” Kamis dinihari WIB, 10 April 2014, dimenangkan oleh Pep Guardiola di Allianz Arena ketika klub Bavarian itu menjamu Manchester United di leg kedua perempat final Champions League.

Pertaruhan pertama, pelatih Bayern Muenchen itu berhasil membalikkan kekalahan awal dengan kemenangan tiga banding satu dan menyingkirkan United lewat agregat gol untuk melaju ke semifinal.

Sedangkan pertaruhan kedua, dengan jaminan segelas besar bier “Heineken,” juga dimenangkan Pep karena sejak awal ia sudah memastikan Wayne Rooney pasti diturunkan oleh David Moyes di laga krusial itu.

Bayern Munich sempat kesulitan bahkan tertinggal lebih dulu dari Manchester United, sebelum membalikkan keadaan dan memastikan lolos ke semifinal.

Upaya keras Bayern ini membuat Pep Guardiola tersenyum sembari melambaikan topi “cowboy”nya kea rah penonton sebagai pertanda ia telah menyelsaikan sati pekerjaan besar.

Menjamu MU di Allianz Arena, Kamis dinihari WIB, Bayern sempat dibuat kesulitan oleh lawannya itu. Faktanya, kendati menguasai pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan dan melepaskan dua puluh lima tembakan, hanya lima yang menjadi peluang bersih.

Pertahanan ‘Setan Merah’ yang rapat membuat bayern. kesulitan masuk ke kotak penalti dan menciptakan peluang. Bahkan saat terlalu asyik menyerang, Bayern harus tertinggal lewat gol Patrice Evra.

Beruntung mereka bisa langsung memberikan respons dan membalas lewat Mandzukic semenit berselang. Tambahan gol dari Thomas Mueller dan Arjen Robben lantas memastikan kemenangan Die Roten .

“Perempatfinal Liga Champions selalu terbukti sebagai ujian sulit, dan itu jadi kasus lagi hari ini. Pertandingannya sangat mirip dengan leg pertama di Manchester,” kata Pep di situs resmi UEFA.

“Tidak pernah mudah melawan sebuah tim Inggris. Mereka bermain dengan solid dan menampilkan serangan balik cepat serta menawarkan ruang yang sangat sempit untuk dimanfaatkan,” lanjutnya.

“Evra mencetak sebuah gol pembuka hebat, tapi kami merespons dengan segera. Saya sangat-sangat bangga dengan tim ini. Para pemain mengerahkan segalanya hari ini dan bekerja sangat keras. Mereka layak di semifinal,” tandas eks pelatih Barcelona ini.

Lolosnya Bayern Muenchen ke semi final Liga Champions bukan saja memberikan kesempatan pada klub ini untuk mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu, namun juga membuat catatan karir Pep Guardiola kian mengkilap.

Saat menangani Barcelona, pada 2008-2012, dia sukes membawa La Blaugrana empat kali mencapai babak semi final, yakni pada musim 2008-09, 09-10, 10-11, 11-12. Dua di antaranya malah menjadikannya Barcelona sebagai juara, yakni pada 2008-09 dan 2011-12.

Nah, kini catatan rekor pun dia buat. Mengantar Bayern Muenchen hingga ke semi final. Lebih manis lagi, bila dia menjadikan Muenchen kembali menjadi juara Liga Champions.

Tentang kekalahan MU, pelatih David Moyes menyebut sebagai “effect” kelengahan barisan bertahan akibat kesalahan kecil..

“Saya puas melihat penampilan para pemain United, namun beberapa kesalahan kecil, merugikan kami akhirnya. Tiga puluh detik setelah kami mencetak gol pertama sangatlah buruk, sebagai murid anda telah diberitahu untuk tak kebobolan mudah tepat setelah mencetak gol.”

“Kami kebobolan terlalu cepat, dan setelahnya akan selalu sulit, namun tetap setelah mencetak gol pertama, anda harus bertahan dengan baik selama lima hingga 10 menit,” keluh suksesor Sir Alex Ferguson ini, diberitakan Goal, Kamis 10 April 2014..

“Saya tak tahu apakah kami kehilangan konsentrasi setelah mencetak gol, namun kami memiliki cukup pengalaman untuk mengatasinya. Saya tak pernah menyangka kami telah kehilangan kontrol pertandingan, kami butuh mencetak satu gol lagi, namun jelas gol ketiga membunuh kami,” lanjutnya.

Ya, wajar memang jika Moyes tampak terlihat kesal. Karena tim memang tampak terlihat terbuai setelah mencetak gol pembuka pada pertandingan yang dilangsungkan di Allianz Arena tersebut. Alhasil, bertubi-tubi Mario Mandzukic, Thomas Muller, dan Arjen Robben mencetak gol ke gawang David De Gea.

Kekalahan ini, dipastikan membuat United menyandang status Zero Tituli atau tanpa gelar untuk musim 2013/2014. Satu-satunya asa United, adalah memastikan satu tempat di zona Eropa untuk musim depan. Moyes pun berharap dapat segera mengembalikan United ke Liga Champion.

“Kami mungkin tidak bermain di Liga Champions musim depan, namun saya percaya hal tersebut tak akan berlangsung lama. Semoga saja dalam waktu satu tahun kami dapat membangun tim dan kembali ke Liga Champions.”
“ Fokus saya saat ini mengembalikan tim untuk berkompetisi, tidak ada rasa malu kalah melawan Bayern Munich di perempatfinal. Kami telah bermain baik dan menunjukkan kualitas yang kami miliki,” tutup Moyes.

Komentar