Derby Manchester, MU Terkapar di Etihad

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 November 2018 | 09:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Laga derby Manchester antara United melawan City  di Etihad Stadium yang sebelumnya didibuat panas oleh “perang” kata-kata antara kedua tim berakhir dengan kemenangan “The Citizen” tiga gol berbanding satu gol.

Tiga gol dari City datang dari . David Silva, Sergio Aguero dan Ilkay Gundogan yang mampu  memperdaya  kiper David de Gea

Manchester City mencoba untuk menyusun serangan pada awal-awal laga. Skuat Pep Guardiola berupaya memanfaatkan kelengahan pemain Manchester United pada menit-menit awal pertandingan.

Hasilnya, Manchester City unggul pada menit kedua belas. David Silva memperdaya barisan pertahanan Manchester United dan membobol gawang David de Gea.

Ketinggalan satu gol membuat Manchester United berupaya meningkatkan intensitas. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil. Absennya Paul Pogba di lini tengah The Red Devils memengaruhi kreativitas permainan.

The Citizens menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol.

Tiga menit babak kedua berjalan, Manchester City menggandakan keunggulan. Sergio Aguero mencatatkan namanya di papan skor setelah membobol gawang De Gea.

Pada menit ke-58, Manchester United mendapatkan tendangan penalti setelah Ederson Moraes melakukan pelanggaran. Anthony Martial yang maju sebagai eksekutor, menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat kedudukan menjadi satu gol berbanding dua gol.

Fernandinho mendapatkan peluang pada menit keenam puluh tujuh. Tetapi, tendangannya dapat diantisipasi dengan baik oleh De Gea.

Manchester City mendominasi pengusaan bola. Hal itu membuat Manchester United kesulitan untuk membangun serangan dan menciptakan peluang.

Pada menit kedelapan enam, pertahanan Manchester United bobol setelah Ilkay Gundogan mencetak gol ketiga Manchester City. Gundogan memaksimalkan umpan dari Bernardo Silva dan memperdaya De Gea.

Sebelum laga, gelandang andalan Manchester City, Fernandinho sangat senang mempelajari sistem dari manajer Josep Guardiola.

Menurutnya bekerja bersama Guardiola seperti seorang anak kecil yang mencoba mengerti orang tuanya.

Guardiola datang ke City pada dua tahun  silam dengan modal prestasi mentereng bersama Barcelona dan Bayern Munchen. Namun ternyata Guardiola tak bisa menghadirkan kesuksesan instan di City karena musim pertamanya berakhir tanpa gelar.

Kinerja Guardiola baru membuahkan hasil di musim kedua. Pria asal Spanyol itu sukses mempersembahkan gelar Premier League dan Piala Liga diikuti dengan Community Shield di awal musim kemarin.

Fernandinho mendapat pujian dari Guardiola sebagai salah satu pemain terpenting di City. Gelandang asal Brasil itu pun mengakui bahwa dibutuhkan waktu untuk mengerti apa yang diinginkan oleh Guardiola.

“Ketika Anda menjadi seorang ayah, ketika Anda berbicara pada putra atau putri Anda untuk pertama kali, mereka tak mengerti. Tentu Anda bersabar dan terus berbicara kepada mereka dan pada akhirnya mereka akan mengerti,” ujar Fernandinho kepada The Telegraph.

“Anda berbicara pada mereka, ‘Kalian harus melakukan ini, kalian tak boleh melakukan itu’ dan, ketika mereka tumbuh, mereka mulai mencernanya. Kemudian, ketika mereka mengerti, mereka bukan lagi bayi. Mereka tumbuh besar,” tambahnya.

Fernandinho menyebut mulai musim kedua Pep alias musim lalu, para pemain City sudah hafal dengan instruksi strategi dari sang manajer.

“Seperti itulah Pep. Pertama Anda tak mengerti. Namun kemudian Anda tumbuh, Anda bekerja dan sekarang kami jauh lebih mengerti apa yang ia inginkan. Tak seperti di musim pertama ketika ia membutuhkan waktu lebih untuk membuat kami mengerti idenya,” tutur Fernandinho.

“Beberapa pemain tak bisa langsung mengerti apa yang ia inginkan. Semuanya belajar. Sekarang, hanya butuh gerakan dari dia dan kami mengerti. Sekarang menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Sebelum laga Pep Guardiola mengaku mengkhawatirkan ketajaman lini depan Manchester United

“Ketika mereka memegang bola di lini depan, wow, mereka bisa membuat sesuatu,” ujar Guardiola seperti dilansir Sports Mole.

“Mereka punya talenta luar biasa di lini depan dan tengah juga. Itulah kenapa kami harus bertahan agak ke dalam dan kokoh,” kata Guardiola menambahkan.

Manchester City sebetulnya berada dalam posisi lebih diunggulkan untuk Derby ManchesterMereka ada di puncak klasemen dan belum terkalahkan hingga pekan kesebelas.

Sebelum laga, striker Manchester City, Sergio Aguero tak luput dari psy war yang dilancarkan Manajer Manchester United (MU), Jose Mourinho.

Jelang bentrok kedua tim, Mourinho mengaku ada hal dari Aguero yang tidak ia sukai.

“Ada hal dari permainan Aguero yang tidak saya sukai,” ujar Mourinho seperti dilansir Sports Mole.

Namun demikian, Mourinho tidak merinci hal yang ia tidak suka dari Aguero. “Saya akan merahasiakannya untuk saya sendiri,” kata Mourinho menambahkan.

MU bertandang ke Etihad Stadium dalam kondisi positif setelah menaklukkan Juventus di laga Liga Champions tengah pekan lalu. MU pastinya ingin melanjutkan hasil positif itu dengan menaklukkan ManCity.

Hal yang sama berlaku untuk kubu tuan rumah. Tim asuhan Pep Guardiola ingin meneruskan tren belum terkalahkan

Kendati bukan penggemar Aguero, Mourinho tetap memuji striker asal Argentina tersebut. Menurut Mourinho, Aguero adalah salah satu striker tertajam di dunia.

“Saya menyukainya karena dia punya kualitas fantastis. Statistik dirinya menjelaskan jumlah gol yang telah dia cetak,” kata Mourinho.

“Dia tidak cuma mencetak banyak gol di satu musim melainkan sepanjang kariernya,” ujar Mourinho mengakhiri.

Komentar