“Derby Manchester” Gengsi Setan Merah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 April 2015 | 08:27 WIB

Dibaca: 3 kali

“Derby Manchester,” antara United melawan City, Minggu malam WIB, 12 April 2015, di pekan ketiga puluh dua Premier League, seperti ditulis oleh “The Guardian,” Rabu, 08 April 2015, adalah “gengsi” Setan Merah.

“Gengsi,” yang ditulis dalam preview “Guardian” dengan sentimental sebagai sebuah klub yang lebih tua, lebih hebat dan lebih menyala.

Dan, di setiap laga ini berlangsung, ada antusias yang berlebih dari aroganitas United yang bertabrakan dengan rasa “minder”nya City.

Antusias kepala mendongak dari fans “The Red Devils,” dan rasa frustrasi sebagai “underdog” dari “citizen,” yang biasanya melampiaskannya lewat hura-hura berlebihan di sepanjang lorong kota.

United, begitu Manchester Merah di sapa, memang diidtentikkan sebagai pemilik kota industri dan jasa terbesar kedua di Inggris itu. Mereka merasa memiliki Manchester karena mereka memang lebih hebat prestasinya di pentas Premier League di banding dari City yang paria dan baru naik klas setelah dibeli duit “Arab.”

Adu sindir atau perang urat syaraf pun terus berlangsung sepanjang perhelatan laga mereka.

Tidak terkecuali dengan masing-masing pelatih. Kondisi “panas” ini sempat mereda setelah Sir Alex Ferguson pensiun.

Di masa Ferguson berjaya, ia sering meledek atau menyindir City, mulai dari “tetangga yang berisik” sampai “klub kecil dengan mental rendahan”.

Salah satu momen bukti panasnya perseteruan City dengan United ialah ketika Ferguson beradu mulut dengan Mancini di pinggir lapangan, yang saat itu masih menjadi pelatih The Citizen, pada 30 April 2012 dalam laga derby Manchester di Etihad Stadium.

Dan sepertinya tensi perselisihan antara pelatih City dan United bisa kembali tersulut karena sindiran van Gaal ini.

Manajer asal belanda itu menyebut kalau City tidak akan pernah bisa menghasilkan pemain muda hebat, seperti yang pernah dilakukan Setan Merah, meski memiliki aset pusat latihan seharga dua ratus juta pounds atau sekira empat triliun rupiah.

“Gedung itu nggak terlalu penting. Hotel dan asrama juga nggak terlalu penting. Yang paling penting itu filosofi pembinaan, staf bermutu dan bakat berkualitas,” cetus Van Gaal mengutip dari ESPN FC.

Van Gaal menambahkan dengan fasilitas latihan dan pendidikan yang dimiliki juara dua puluh kali Premier League itu, mereka sudah bisa menghasilkan legenda hidup Inggris seperti David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt dan Neville bersaudara.

Padahal nilai tempat latihan United tidak semahal yang dibuat oleh City.

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu juga mengagumi fasilitas latihan milik United yang ada di Carrington, yang dinilainya sudah membuat banyak klub Eropa iri.

Fasilitas latihan United memang menjadi salah satu yang terbaik di Eropa dan memiliki pusat pemulihan cedera dengan staf dan teknologi yang modern.

Sedangkan fasilitas latihan baru milik City baru saja diresmikan pekan lalu. Fasilitas itu terhubung dengan Etihad Stadium menggunakan jembatan, ada stadion mini berkapasitas tujuh ribu tempat duuk, enam belas lapangan standar FIFA dengan rumput terbaik, hotel mewah dan sarana kesehatan modern.

Begitulah “derby Manchester” yang terus mengundang komentar.

Meski tertunduk dari saudara muda, Martin Keown, pengamat dan penulis tetap kolom sepakbola di “Daily Mail,” menilai Manchester United terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan di bahwa tangan dingin Louis van Gaal setelah 1sepuluh pertandingan musim ini.

Bermain di Etihad Stadium, pada laga putaran pertana Premier League, Setan Merah tertunduk lewat gol yang disarangkan Sergio Agüero. Kekalahan atas Manchester City menjadi yang ketiga sepanjang kampanye Premier League musim ini.

Keown, yang juga legenda Arsenal, menambahkan, kendati menelan hasil minor. United sukses menyebabkan sejumlah masalah bagi lini pertahanan The Citizens.

“Mereka mungkin telah kehilangan pertandingan, tetapi saya dapat melihat perkembangan dalam tubuh United.”

“ Louis van Gaal terlihat sebagai seorang inovator dan taktiknya sangat menarik pada babak pertama. Daley Blind lebih bertahan, sementara Wayne Rooney lebih ke dalam untuk menjemput bola,” tutur Keown, seperti dilansir Daily Mail.

“City bahkan tidak tahu bagaimana menghadapi United ketika mereka menguasai bola

Duel dua tim itu akan bergulir pada 12 April. Menjelang laga tersebut, MU membukukan tiga kemenangan krusial. Setelah menggebuk Tottenham Hotspur, MU mengalahkan Liverpooll dan paling akhir meraih kemenangan besar atas Aston Villa.

Sebaliknya, City malah menunjukkan penampilan yang inkonsisten. Tim besutan Manuel Pellegrini tersebut baru saja dikalahkan Crystal Palace. Bahkan sebelumnya, mereka juga dikalahkan Burnley.

Bek MU, Phil Jones, bertekad meneruskan hasil positif yang sudah diraih. Tapi, dia juga mengingatkan agar rekan-rekannya tak menyepelekan City.

“Anda bisa melihat pertandingan yang fantastis dalam tipe pertandingan seperti itu, meskipun pada akhirnya hasil tetaplah menjadi aspek yang terpenting. Makanya, aku berharap kami bermain buruk tapi menang,” kata Jones seperti dikutip situs resmi klub.

“Kami tak boleh terlena terlalu lama dengan kemenangan. Kami harus segera bersiap menghadapi pertandingan berikutnya. Sungguh menyenangkan menyambut derby, setara dengan menyongsong sebuah pertandingan besar, maka harus tampil bagus dan pada kemampuan terbaik. Kami harus nyetel dan optimistis bisa memberikan penampilan terbaik di hari Minggu nanti.

“City tetaplah tim yang oke. Kami tahu apa saja keunggulan mereka dan kualitas para pemain depan mereka. Mereka mempunyai pemain-pemain yang oke dalam skuat mereka, begitu pula kami.”

“ Kami sudah menunjukkan pada beberapa pekan dan sepanjang musim apa saja yang bsia kami lakukan. Aku berharao bisa menunjukkannya Minggu ini,” beber dia.

sumber : guardian, mirror dan daily mail

Komentar