“Clasico” Pekan Ini Jadi Pertaruhan Zidane

Penulis: Darmansyah

Jumat, 1 April 2016 | 15:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Zinedine Zidane tak membantah adanya “pertaruhan” karirnya dalam laga “el clasico” serial ketiga musim ini, terutama untuk memenangkan pertandingan, sebagai jawaban atas kepelatihannya yang bagaikan “roller coaster” usai mengambil alih Real Madrid dari Rafael Benitez di pertengahan musim.

“Saya tak membantah ada pertaruhan karir saya di laga ini. Ini untuk pertama kalinya saya sebagai pelatih menjalani ritual laga clasico,” ujarnya kepada media terbesar di Spanyol “marca,” Jumat, 01 April 2016, sehari menjelang pertandingan.

“Saya tak munafik laga ini sangat berat. Saya sudah memperhitungkan semuanya. Termasuk prestise saya,” kata mantan kapten tim Perancis itu dengan serius.

Duel antara Barcelona dan Real Madrid di Stadion Camp Nou, Minggu dinihari WIB, atau Sabtu malam waktu setempat, memang memiliki makna spesial untuk Zinedine Zidane.

Ini merupakan kali pertama Zidane melakoni duel El Clasico sebagai pelatih Los Blancos.

Bukan perkara mudah bagi pria berkebangsaan Perancis tersebut.

Sebab, lima pendahulunya mengalami kekalahan pada debut El Clasico sebagai arsitek Madrid.

Mereka adalah Juande Ramos, Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Rafael Benitez.
Fakta ini seharusnya dipahami Zidane.

Apalagi, dia menduduki kursi asisten saat Ancelotti mengalami kekalahan pada debutnya di El Clasico, akhir Oktober tiga tahun silam.

Terakhir, Benitez membawa Madrid kalah empat gol tanpa balas dari sang rival di Santiago Bernabeu, 22 November tahun lalu. Ini menjadi kekalahan kandang terburuk tim ibu kota Spanyol.

Akibat kekalahan ini pula, Benitez dilengserkan dari kursi pelatih dan digantikan oleh Zidane.

Bernd Schuster menjadi pelatih terakhir yang membawa Madrid menang pada debutnya di El Clasico. Los Blancos mengalahkan La Blaugrana dengan skor satu gol tanpa balas pada duel di Camp Nou, di Desember sembilan tahun lalu.

Duel ini juga dinantikan sebagai persaingan adu tajam trio lini depan kedua tim, yakni MSN untuk Barca dan BBC bagi Madrid.

Namun siapa sangka jika trio BBC untuk Los Blancos, yang terdiri dari Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo itu ternyata membawa petaka bagi timnya di El Clasico.

Seperti dilansir AS, faktanya setiap kali Madrid turun dengan komposisi lengkap BBC menghadapi Barca, maka bisa dipastikan mereka akan kalah.

Jadi Zinedine Zidane, masih percaya pada trio BBC di El Clasico esok?

Trio lini depan menjadi sorotan menjelang duel antara Barcelona dan Real Madrid pada lanjutan La Liga di Stadion Camp Nou.

Apabila dibandingkan, distribusi gol trisula lini depan La Blaugrana lebih merata dari Los Blancos.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah gol Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar khusus ajang liga. Total enam puluh sembilan gol dicetak oleh komposisi lini depan yang sering disebut trio MSN ini.

Suarez menjadi penyumbang terbanyak dengan dua puluh enam gol. Messi mengekor dengan dua puluh dua gol, sedangkan sisanya diciptakan Neymar.

Sebuah hal lumrah apabila distribusi gol trio MSN merata.

Mereka memang kerap berbagi kesempatan untuk yang rekannya yang belum mencetak gol.

Tengok saja status algojo penalti yang selalu berganti-ganti.

Sikap ini, diklaim Messi, turut dilatarbelakangi oleh kedekatan mereka di luar lapangan.

“Kami memiliki hubungan sangat baik di luar lapangan. Mungkin, kami merasa lebih dekat karena sama-sama berasal dari Amerika Selatan,” tutur Messi seperti dikutip El Grafico.

Ketimbang MSN, komposisi lini depan Madrid yang kerap disebut trio BBC lebih timpang. Catatan gol mereka didominasi oleh Cristiano Ronaldo.

Bintang asal Portugal tersebut mencetak dua puluh delapan gol. Adapun Karim Benzema cuma dua puluh gol dan Bale hanya lima belas gol.

Bale tidak lantas minder melihat superioritas trio MSN.

Menurut dia, status yang terbaik di antara dua trisula tersebut ditentukan di lapangan, bukan di atas kertas.

“MSN terbentuk dari deretan pemain kelas dunia. Media boleh memberikan opini, tetapi kami akan memasuki lapangan dan coba mencetak gol,” ucap Bale.

Ketimpangan ini sebenarnya bisa dimaklumi menilik jumlah tembakan masing-masing. Ronaldo memang paling intens mengancam dengan seratus sembilan puluh satu percobaan.

Catatan ini melampaui total tembakan yang dilepaskan Bale dan Benzema.

Lantas bagaimana harapan Bale pada laga ini?

Bale mengungkapkan harapannya bisa membalas kekalahan dari Barcelona pada pertandingan akhir pekan ini.

Tidak hanya percaya diri bisa mengalahkan Barcelona, pemain asal Wales itu juga optimistis Madrid bisa memenangi La Liga meski tertinggal sepuluh poin.

“Saya pikir semuanya bisa terjadi di sepak bola. Kami tahu sedang tertinggal sepuluh poin dari Barcelona, tapi jika kami menang, maka kami punya peluang untuk menjadi juara,” ucap Bale seperti dilansir AS.

Bale mengeluarkan pujian untuk trio penyerang Barcelona: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar yang sering disebut trio MSN.

Bersama trio BBC di skuat Madrid: Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo, mantan pemain Tottenham Hotspur itu yakin El Clasico akan berlangsung menarik.

“MSN pemain kelas dunia. Kami tahu segalanya tentang mereka, dan mereka juga tahu tentang kami. Pertandingan Sabtu akan berlangsung menarik, dan kami akan berusaha memastikannya,” tegas Bale.

Permainan Bale terus mendapatkan kritikan setelah tampil buruk sejak musim lalu.

Mantan pemain Tottenham Hotspur itu mengklaim bisa tampil lebih impresif jika pelatih Zinedine Zidane memainkannya di tengah.

“Semua orang tahu saya lebih memilih main di tengah. Tapi, jika saya tidak tampil di sistem yang saya inginkan, saya lebih suka memotong dari kanan dan menciptakan peluang,” ujar Bale.

“Saya lebih memilih tampil di tengah atau di kanan, tapi tidak masalah jika saya harus dimainkan di sebelah kiri,” sambungnya.

Sementara itu suara dari luar, terutama mantan pemain Real Madrid juga berkumandang menjelang laga ini.

Playmaker Arsenal Mesut Ozil mengeluarkan sanjungan terhadap manajer Real Madrid Zinedine Zidane.

Bintang Jerman itu tersebut pernah memperkuat Los Blancos ketika Zidane merupakan bagian dari staf pelatih klub dan Ozil menyebut sang legenda Prancis sebagai salah satu pemain terpintar di dunia.

“Zidane pemain hebat. Dia tidak hanya bermain tetapi hidup untuk sepakbola,” ungkapnya pada Spox.

“Saya mengenalnya setelah dia pensiun sebagai sosok yang senang membantu.”

“Saya sering melihat pertandingan yang melibatkan Zidane. Dia salah satu pemain paling pintar di dunia.”

“Zidane piawai membaca pertandingan dan mengeksekusi direct play tanpa trik yang tidak penting atau pamer. Ini yang membuatnya spesial.”

Tidak hanya Oezil. Kiper Real Marid Keylor Navas berbagi cerita kehidupan di bawah komando manajer Zinedine Zidane.

Setelah memoles tim Castilla, legenda Prancis tersebut adalah ikon Los Blancos dan mengambil alih jabatan Rafael Benitez sebagai arsitek tim.

Era Madrid bersama Zidane memang belum berhasil menipiskan jarak dengan Azulgrana yang sementara menguasai puncak klasemen tetapi menurut Navas, Zidane cakap melihat kelemahan tim untuk diperbaiki.

“Ketika tim tidak bermain bagus seperti lawan Las Palmas, sebuah hal logis Zidane memperlihatkan amarahnya,” ujar Navas.

“Kemudian dia banyak memberi catatan hal-hal yang harus ditingkatkan dan kami berhasil memperbaikinya di laga berikut.”

“Zidane sosok berwibawa dan dia sangat dihormati seluruh skuat,” tandasnya.

Komentar