City Terjepit Sedangkan Chelsea Tidak Oke

Penulis: Darmansyah

Kamis, 6 November 2014 | 08:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai Liverpool dan Arsenal menuai hasil “buruk” di ajang Liga Champions, sehari sebelumnya, dinihari WIB tadi, Kamis, 06 November 2014, dua klub Premier League lainnya, Manchester City dan Chelsea melengkapi kabar pilu tim Inggris di pentas Europa.

Manchester City yang datang ke laga kandangnya, Etihad Stadium melawan CSKA Moskwa, kalah menyakitkan lewat dua gol berbanding satu. Situasi ini membuat City berada dalam situasi sangat menyulitkan untuk lolos dari fase grup dengan menyisakan dua laga.

City kini berada di posisi buncit klasemen sementara Grup E, dan di grup ini Bayern Muenchen sudah memastikan lolos ke babak “knock out.” Dua tim lainnya, Roma dan dan CSKA sama-sama memiliki empat poin.

Sementara itu, klub Inggris lainnya, Chelsea yang datang ke Ljudski Stadium, kandangnya Maribor memetik hasil tidak memuaskan. Ditahan imbang satu-satu, memuncaki ketidakpuasan pelatih Jose Mourinho terhadap beberapa keputusan wasit.

Hasil ini menyisakan rasa pahit untuk Jose Mourinho. Selain tak puas dengan performa timnya, Mourinho juga memempertanyakan keputusan wasit terkait dianulirnya gol Diego Costa. Di laga ini Chelsea tertinggal lebih dulu lewat gol Agim Ibraimi. Menurut Mourinho, setelah tertinggal satu gol itulah para pemain Chelsea mulai tersadar.

Sehari sebelumnya, dua klub Inggris lainnya Arsenal dan Liverpool juga bernasib apes. Liverpool yang dijamu Real madrid kalah satu gol tanpa balas. Sedangkan Arsenal yang menjamu Anderlecht membuang kemenangan tigal golnya di awal laga dan pertandingan berakhir seri tiga gol banding tiga.

Berlainan dengan posisi Chelsea yang masih terbilang aman, City yang secara hitung-hitungan matematis sedang terjepit, tapi tetap masih memungkinkan untuk lolos sebagai runner-up grup. Tapi, nasib mereka akan sangat bergantung pada hasil pertandingan tim lain.

“Kalau secara matematis Anda masih punya peluang untuk lolos, Anda harus mencobanya. Kita lihat saja,” ujar manajer City, Manuel Pellegrini, di situs resmi klub.

Pada dua pertandingan berikutnya, City akan menghadapi Bayern pada 25 November dan Roma pada 10 Desember.

“Ini lebih sulit, tapi tidak mustahil,” kata Pellegrini.

Di laga ini City harus membayar mahal buruknya pertahanan mereka. CSKA sukses mengeksploitasi hal tersebut dan sukses mencetak dua gol lewat Seydou Doumbia. Sebaliknya, City cuma bisa membalas sekali melalui tembakan Yaya Toure.

Laga ini juga diwarnai keluarnya dua kartu merah untuk kubu City. Dua kartu merah itu diberikan wasit kepada Fernandinho dan Toure.

Manuel Pellegrini menilai hasil negatif itu akibat krisis kepercayaan diri para pemain.

City belum sekalipun menang dari empat laga yang dilakoni di Grup E. Torehan kurang oke itu makin sering dalam dua pekan terakhir. Sebelum menjalani derby Manchester, The Citizens kalah dalam dua laga beruntun dan satu kali seri.

Pellegrini pun tak habis pikir dengan situasi itu. Apalagi para pemain penting lah yang dinilai tak tampil oke.

“Sulit untuk mengerti betapa buruknya kami bermain sejak awal. Kami sangat grogi, kami memberikan dua gol, kami tak tampil sungguh-sungguh,” kata Pellgerini seperti dikutip BBC.

“Sulit untuk memahami mengapa. Penampilan para pemain penting sangat buruk. Ini momen yang aneh. Ini bukan sekadar kompetisi, pada dua pekan terakhir kami tak bermain sungguh-sungguh. ”

“Saya tak mengerti kenapa tapi kami harus menemukan alasan karena kami harus segera mengatur situasi ini. Ada sebuah krisis percaya diri,” jelas orang Chile itu.

Sama dengan City. Chelsea juga tidak oke dalam laga tandangnya ke Maribor. Seusai kemasukan satu gol, menurut Mourinho, para pemain mulai tersadar.

“Banyak kejutan terjadi ketika orang-orang sedang tidak fokus atau ketika meyakini sebuah laga tidak mungkin berjalan sulit,” ujar Mourinho seperti dilansir BBC.

“Ketika Maribor mencetak gol, barulah para pemain menyadari bahwa mereka dalam bahaya. Setelah gol itu, mereka memperlihatkan reaksi fantastis. Jelas, kami layak menang,” lanjut manajer asal Portugal tersebut.

Chelsea menyamakan kedudukan lewat Nemanja Matic dan sempat mencetak satu gol lagi lewat Diego Costa, namun dianulir lantaran Cesc Fabregas dinilai berada dalam posisi offside sebelum mengirimkan bola kepada Costa.

Dari tayangan ulang, tidak ada pemain Chelsea yang bergerak melebihi garis terakhir pertahanan Maribor. Mourinho pun mempertanyakan keputusan wasit dan hakim garis.

“Wasit memutuskan untuk menganulir gol itu, tapi jelas itu gol yang sah.”

“Kami seharusnya sudah menang dengan dua gol itu. Tapi, kami harus menerimanya,” kata Mourinho.

Chelsea juga sempat mendapatkan penalti di menit ke-86. Namun, tendangan Eden Hazard masih bisa digagalkan oleh kiper Maribor, Jasmin Handanovic.

The Blues masih menempati urutan pertama Grup G dengan koleksi nilai delapan. Mereka unggul tiga angka atas Schalke 04 yang berada di posisi kedua.

Komentar