City Nyatakan Manchester Bukan Milik MU

Penulis: Darmansyah

Selasa, 4 November 2014 | 14:54 WIB

Dibaca: 0 kali

“Sombong!!”

Itu yang ditulis oleh Hingis, komentator sepakbola Premier League untuk “Sky TV,” ketika mengutip pernyataan para pemain Manchester City tentang kehebatan mereka dibanding dari Manchester United.

Manchester City mulai memunculkan kesombongannya setelah mengalahkan Manchester United di laga derby hari Minggu malam WIB, pekan lalu, di Etihad Stadium dan memproklamirkan hanya ada klub “Biru :Langit” yang terhebat di Kota Manchester.

Pernyataan dari City ini dilatarbelakngi oleh rentetan kemenangan mereka atas tim sekota, Manchester United, yang makin panjang saja belakangan ini. City sudah memenangkan empat laga beruntun selama dua tahun terakhir dengan United.

Latar belakang ini menyebabkan City berkesimpulan kalau sejarah sudah berubah dengan City-lah yang menjadi tim utama di kota Manchester. Tidak lagi United Merah.

Bagi Hingis, dalam wawancara khususnya dengan “Sky TV,” pernyataan bahwa City lebih hebat dari MU hanya “utopia.” Mimpi. “Mereka lupa bahwa MU sudah hebat ketika City masih bermain di kasta dua dan tiga Liga Primer.

“Jangan bermimpi City bisa menyamai torehan prestasi MU baik di Premier League maupun League Champions. “ Terlalu naïf,” ujar Hingis dengan nada menantang.

City memang baru saja menunjukkan keperkasaan atas rival sekotanya, Manchester United dalam derby di Etihad akhir pekan lalu. Tim besutan Manuel Pellegrini itu unggul satu gol tanpa balas.
Hasil positif itu pun memperpanjang rekor City atas MU. City mengoleksi empat kemenangan beruntun sejak 2013.

Torehan apik itu pun diyakini sebagai hasil kerja keras semua pihak di klub City. Salah seorang pemainnya, Zabaleta, menyebut ada imbas besar yang terjadi di kota Manchester.

“Aku hanya bisa bilang kalau para pemain Manchester City dan pemilik klub sudah berusaha dan berupaya maksimal untuk menjadi tim besar, bukan hanya di Manchester tapi juga di Premier League dan Eropa,” kata Zabaleta seperti dikutip Sports Mole.

“Dan sekarang mungkin sudah tercipta sejarah yang berbeda dengan beberapa tahun lampau di mana Manchester United yang menjadi tim terpenting di kota ini.”

“Sekarang sudah ada sedikit perbedaan. Kami sudah mendominasi pada beberapa laga derby. Itu menunjukkan bagaimana Manchester City terus meningkat tahun demi tahun,” ucap bek kanan asal Argentina itu.

Pernyataan itu, menurut Hingis temporer. United memang mengalami start buruk di awal. Ini amat dipengaruhi oleh banyaknya pemain yang cedera. Selepas pekan ke-sepuluh Premier League total ada tiga puluh lima pemain yang sudah pernah dan masih berada di ruang perawatan.

Dislokasi bahu Marcos Rojo saat MU kalah dari Manchester City menambah panjang daftar cedera MU. Pesepakbola asal Argentina itu diprediksi butuh waktu tiga bulan untuk bisa kembali ke lapangan.

Padahal saat ini Van Gaal masih menunggu dua pemain lainnya yang belum pulih dari Cedera. Radamel Falcao dan Phil Jones diharapkan bakal kembali dalam waktu dekat.

Michael Carrick yang menggantikan Rojo di Etihad Stadium merupakan pemain ke-tiga puluh yang dipasang Van Gaal di musim ini. Carrick baru pulih dari cedera pergelangan kaki yang dia dapat pada pramusim dan laga akhir pekan kemarin merupakan debutnya di musim ini.

Di awal musim The Red Devils sudah kehilangan Luke Shaw yang cedera hamstring saat menjalani tur pramusim di Amerika Serikat. Cedera pergelangan kaki juga sempat diderita Marouane Fellaini dan Ander Herrera.Sejak datang ke MU, Van Gaal disebut menggandakan beberapa sesi latihan pemainnya. Itu dilakukan demi meningkatkan level kebugaran.

Di hari-hari pertama kedatangannya Van Gaal juga melakukan beberapa perubahan pada pusat latihan Carrington karena dianggap kurang oke, di antaranya dengan melapisi ulang rumput yang ada di sana.

Pelatih asal Belanda itu juga meminta dua lapangan di Carrington diganti rumputnya dengan rumput sintetis Desso yang dipakai di Old Trafford

Setelah kalah dari Manchester City akhir pekan silam, Manchester United tersendat di urutan kesepuluh klasemen sementara. Untuk itu ‘Setan Merah’ diminta untuk memperbaiki performa dulu.

Ini jelas bukan posisi ideal buat United. Namun, daripada memikirkan posisi di klasemen, ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan.

“Sejujurnya, saat ini, daripada melihat posisi di klasemen, sebaiknya kami fokus pada perbaikan performa untuk memenangi laga demi laga,” ujar gelandang United, Juan Mata, seperti dilansir Guardian.

“Jelas, ini bukan situasi yang kami inginkan. Tapi, pada saat-saat seperti ini, kami harus tetap bersatu dan terus melangkah. Saya yakin kami bisa melakukannya.”

United menelan kekalahan dari City setelah bermain dengan 10 orang. Bek mereka, Chris Smalling, diusir keluar dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di babak pertama.

Kendati demikian, Mata menyebut bahwa timnya tidak bermain buruk dengan 10 orang. Dia juga menyebut, pertandingan berjalan dengan ketat

“Ini adalah pertandingan kelima musim ini di mana salah seorang pemain kami mendapatkan kartu merah.”

“Sayangnya, kita semua tahu apa artinya jika bermain dengan satu orang lebih sedikit. Tapi, meskipun Sergio Aguero mencetak gol dan kami bermain dengan 10 orang, tim kami tetap memperlihatkan kebanggaan dan hampir memaksakan hasil imbang, meski itu kemudian tidak terjadi,” kata Mata.

Kesalahan-kesalahan kecil memang kerap membuat United kehilangan poin penuh. Louis van Gaal, menyinggung banyaknya kesalahan-kesalahan individual yang membuat mereka kehilangan poin.

Hal positif yang bisa diambil dari skuatnya adalah mereka punya potensi untuk merepotkan lawan, seperti yang ditunjukkan ketika melawan City.

“Meski dengan sepuluh orang kami bermain dengan lebih baik di babak kedua dibanding babak pertama, dan ini juga karena willpower yang dimiliki tim ini. Kami menciptakan banyak kesempatan, mereka berjuang sampai menit-menit terakhir, tapi City punya kiper kelas dunia,” ujar Van Gaal.

sumber : sky tv, daily mail.co.uk dan sportmole

Komentar