City di Tebing Jurang Bersama Pellegrini

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 April 2015 | 09:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Klub kaya raya Manchester City, sejak Minggu malam WIB, 12 April 2015, berada di tebing jurang bersama pelatihnya Manuel Pellegrini, untuk memulai aksi terjun bebas usai dikalahkan dengan pedih oleh tetangganya Mmachester United pada laga pekan ketiga puluh dua Premier League di Old Trafford.

Kekalahan menyakitkan dari United merupakan puncak dari penderitaan City. Bukan hanya melepaskan keunggulan selama dua tahun terakhir dari “musuh” sejatinya ini, tapi “The Citizen” sudah kehilangan kesempatan menjadi juara Liga Primer karena makin menjauhnya jarak pin dengan Chelsea, di puncak klasemen.

Kekalahan ini pula, bagi City, menyebabkan posisi di zona Champions mulai diusik oleh Southampton dan Liverpool.

City kini bertengger di peringkat empat Liga Primer, tertinggal empat angka dari United, dan berada empat angka dari kejaran Southampton.

Manchester City harus menderita selama dua bulan terakhir kerlalu banyak kalah. The Citizens yang sebelumnya jadi pesaing utama Chelsea dalam perebutan gelar, kini harus berjuang ekstra keras untuk menjaga posisinya di empat besar.

Gagal dapat poin di Derby Manchester semakin membuat City tercecer dalam persaingan menjadi juara. Statistik 4W 3D 5L sejak pergantian tahun sama sekali tidak menunjukkan status klub Etihad itu sebagai penantang juara.

City, yang pada hari kedua Januari punya nilai dan selisih gol yang identik dengan Chelsea, kini tertinggal dua belas poin dari seterunya itu.

Secara matematis peluang mempertahankan gelar belum tertutup, tapi kans itu sangat kecil jika mempertimbangkan performa mereka belakangan ini.

Opta mencatat kalau lima kekalahan Premier League di empat bulan pertama 2015 ini sudah lebih banyak dibanding total kekalahan yang mereka derita di sepanjang 2014.

Melihat performa City di 2015, peluang mereka untuk bisa bertahan di empat besar dan lolos ke Liga Champions musim depan bisa makin sulit. Di sisa musim lawan berat yang masih bisa jadi penjegal adalah Tottenham Hotspur dan Southampton.

Keunggulan empat angka atas Southampton dan tujuh poin di depan Liverpool tak cukup aman untuk City dalam upayanya lolos ke Liga Champions musim depan. Dan jika sampai tak lolos ke Liga Champions, itu akan jadi kegagalan besar buat juara Premier League musim lalu itu.

Tren negatif Manchester City berlanjut setelah mereka kalah dalam laga derby Manchester. City kini cuma punya satu pilihan agar tak makin babak belur: bangkit.

City takluk dengan skor empat gol di banding dua gol dari Manchester United pada laga di Old Trafford, Minggu malam WIB.

Dua gol Kun Aguero tak cukup untuk memenangkan The Citizens karena MU bikin empat gol lewat Ashley Young, Marouane Fellaini, Juan Mata, dan Chris Smalling.

Pada dua laga mendatang, City akan main di kandang sendiri dan menjamu West Ham United dan Aston Villa. City diharapkan bisa bangkit pada laga-laga tersebut.

“Menang. Itulah satu-satunya cara,” ujar manajer City, Manuel Pellegrini, di Soccerway.

“Kami harus berusaha memenangi pertandingan selanjutnya. Kami masih harus main enam kali lagi,” imbuh Pellegrini.

“Kami punya delapan poin untuk diperjuangkan, jadi kami tak boleh mendramatisir sesuatu pada saat ini karena sekarang kami harus menjalani dua laga kandang,” tambahnya.

“Kami harus berusaha bangkit dari kekalahan ini sesegera mungkin dan berusaha memenangi laga berikutnya,” kata Pellegrini.

City dianggap gagal memenuhi tantangan untuk meningkatkan performa saat menjalani big match dengan Manchester United. The Citizens cuma main bagus dua puluh menit, setelah itu mereka sangat buruk dan mengecewakan.

City tampil sangat meyakinkan di menit-menit Terus menekan dan menciptakan beberapa peluang, City membuka keunggulan melalui sontekan Aguero di menit delapan.

Tapi keunggulan tersebut ternyata tak bertahan lama karena enam menit kemudian Ashley Young mencetak gol penyama. Setelah itu City gagal mengimbangi permainan MU. Skuat besutan Manuel Pellegrini lebih banyak ditekan dan cuma sekali dua kali membangun serangan balik yang tidak benar-benar membahayakan gawang David De Gea.

Marouane Fellaini mencetak gol yang membuat MU membalikkan keadaan. Sementara di babak kedua Juan Mata dan Chris Smalling membuat dua gol lain untuk Setan Merah. Sedangkan City cuma bisa membalas satu gol kembali lewat Aguero

“Derby adalah pertandingan spesial dan merupakan laga di mana pemain dan fans sangat ingin menang. Sayangnya ini menjadi sore yang mengecewakan untuk kami,” ungkap Pablo Zabaleta usai pertandingan.

“Sulit untuk memahami bagaimana kami bisa bermain sangat baik selama 20 menit dan kemudia menjadi tim yang sangat berbeda. Kami gagal memberi reaksi di babak kedua, kami sangat buruk.”

“ Kami seharusnya bisa lebih baik lagi. Faktanya adalah kami tidak bermain dengan baik, kami jauh dari penampilan terbaik kami. Dengan enam pertandingan tersisa kami harus berupaya sangat keras untuk finis di empat besar,” lanjut dia di BBC.

Dari catatan pertandingan ESPNFC, MU jauh dominan atas City. Ada sebelas tembakan dengan tujuh di antaranya on target dibuat MU, sementara City membuat sepuluh tembakan dan hanya tiga yang on target.
Sementara untuk penguasaan bola MU jauh lebih unggul

“Kami tidak bermain bagus, tidak menciptakan peluang, itu sulit. Normalnya dengan tim ini kami bisa lebih baik, tapi gol ketiga datang dan pertandingan tuntas. Kami harus memberi kredit pada MU, mereka tim yang lebih baik,” tuntas pesepakbola asal Argentina itu.

daily mail, mirror, opta dan sky sports

Komentar