City Campakkan United dari Liga Champions

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Mei 2016 | 15:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester City mencampakkan Manchester United dari pentas laga Liga Champions usai di pertandingan terakhir Liga Primer  bermain imbang, satu gol berbanding satu, dengan tuan rumah Swansea City. di Liberty Stadium, Minggu  malam WIB.

Tambahan satu angka ini  sudah cukup untuk memastikan The Citizens berlaga di babak kualifikasi Liga Champions musim depan.

Bersamaan dengan itu, Manchester United dipastikan gigit jari.

Meski belum melakoni laga terakhir kontra Bournemouth, poin maksimal yang mampu diraih Wayne Rooney dan kawan-kawan hanya enam puluh enam

Dengan kata lain, perolehan poin tersebut masih di bawah City sehingga mereka akan berlaga di kasta kedua yakni Europa League.

Sejatinya United masih bisa menyusul posisi City di tabel klesemen Premier League, asalkan Wayne Rooney dan kawan-kawan mampu menang  sembilan belas berbanding kosong atas Bournemouth.

Karena sulit menang dengan skor sebesar itu, maka peluang Setan Merah hampir tertutup.

Jumlah poin tersebut memang masih mungkin disamai Manchester United yang belum memainkan pertandingan terakhir melawan AFC Bourtnemouth pada Selasa, namun keunggulan selisih delapan belas gol menjadikan Man City tidak mungkin lagi dilewati rivalnya.

Laga pamungkas Premier League  yang mengantarkan City meraih tiket Liga Champions juga menjadi partai terakhir bagi Pellegrini sebagai manajer Man City.

Musim depan posisinya akan digantikan Pep Guardiola.

“Hari yang sangat spesial. Tidak mudah untuk menyelesaikan sebuah siklus, khususnya setelah tiga tahun yang sangat menyenangkan bekerja di sini,” ucap Pellegrini seperti dilansir Sky Sports.

“Kami mendapatkan tiga musim yang sangat bagus, namun segala sesuatu dalam hidup selalu ada akhir. Semua berakhir baik, kami lolos ke Liga Champions,” kata dia.

Musim ini, Pellegrini sukses mengantarkan The Citizens melangkah ke semifinal Liga Champions.

Hal tersebut merupakan prestasi terbaik Man City sepanjang sejarah keikutsertaan di kompetisi elite antarklub Eropa itu.

Catatan sama dibukukan Guardiola bersama Bayern Muenchen

Pellegrini enggan membicarakan tentang pengganti dirinya mulai musim depan, Pep Guardiola, dalam jumpa pers jelang laga terakhir Liga Inggris musim ini.

“Ini bukan momen untuk membicarakan tentang itu. Penting untuk tidak membiarkan itu berdampak pada tim,” ujar Pellegrini seperti dikutip dari Sky Sports.

Juru taktik asal Chile itu mengatakan skuat The Citizens telah berkembang jauh selama tiga musim terakhir.

Bukan hanya dari hasil, lanjutnya, juga dari gaya permainan ManCity.

“Kami memiliki gaya bermain yang berbeda sekarang. Kami lebih banyak mengambil banyak risiko dan mencetak lebih banyak gol. Sangat berbeda,” kata dia.

Atas dasar itu, pria berusia 62 tahun itu pun mengatakan dirinya bangga akan meninggalkan warisan skuat dengan gaya bermain menyerang pada akhir musim ini.

Pada musim pertamanya menukangi ManCity, pada dua musim sebelumnya, ia membawa skuat tersebut menjadi juara Liga Inggris.

ManCity finis di peringkat dan timnya mampu mengakhiri musim di zona Liga Champions.

Itu, sambung dia, berkaca dari performa ManCity–termasuk musim ini yang mampu menembus semifinal Liga Champions untuk kali pertama.

Lantas kemana  Pellegrini usai hengkang dari City?

Menurut “daily mail,” Senin, 16 Mei 2016, ia  berniat menangani klub Premier League lainnya dengan catatan, klub tersebut mampu bersaing di level atas.

“Saya tidak merasa lelah atau menderita karena tekanan. Saya mencintai pekerjaan ini. Opsi pertama adalah bekerja secepat mungkin,” kata Pellegrini.

“Apabila melanjutkan karier di Inggris, tim itu harus memiliki proyek untuk bersaing. Namun, tim besar dengan proyek penting di liga lain juga bisa menjadi pilihan,” tutur dia.

Salah satu klub luar Inggris yang mengincar Pellegrini adalah AC Milan.

Tim berjulukan I Rossoneri itu diprediksi tidak akan melanjutkan kontrak Cristian Brocchi selaku pelatih interim.

Pellegrini sendiri sudah mengasuh sebelas klub sepanjang karier kepelatihannya. Durasi paling lama dijalani dia bersama Villarreal, yaitu lima tahun.

Komentar