“Citizien” Pangkas Jurang Poin Dengan MU

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 Februari 2013 | 12:32 WIB

Dibaca: 0 kali

ROBERTO MANCINI  nampaknya mendengarkan kritikan media Inggris untuk mengurangi retorika “kehebatan” Citizien untuk memaksa Mu terjungkal dan mendekat jurang selisih angka di klasemen Premier Leagua. Seusai timnya menaklukkan Chelsea di Ettihad Stadion, Minggu malam WIB, Mencini dengan suara tersekat mengaku tidak lagi  memedulikan posisi timnya di papan klasemen Premier League. Yang paling penting bagi  The Citizens terus bekerja keras demi membuka peluang.

Mancio, begitu mantan pelatih Inter Milan itu di sapa,  mengakui selisih 12 angka, sebelumnya 15 angka bukan jurang yang dangkal untuk ditumbun. “Kami hanya coba mendekatkan. Masih ada 11 pertandingan sisa. Ada berbagai kemungkinan. Dan kami tahu MU bukan klub yang mudah takluk. Tapi mereka punya tiga agenda besar. Champions Liga, Piala FA dan Premier League sendiri. Sedangkan kami lebih terkonsentrasi di liga,” kata Mancio.

Mancio yang hadir di ruang pertemuan wartawan dengan balutan sweater merek “senator” dan lilitan syal sutera halus di lehernya seusai City menaklukkan Chelsea dengan skor dua gol tanpa balas,  mengatakan  hasil malam ini,  mengokohkan  Manchester Biru bercokol di peringkat kedua dengan poin 56, tertinggal 12 angka dari Manchester United di puncak klasemen sementara Premier League.

“Tak penting bagi kami melihat tabel klasemen karena kami harus terus bekerja keras. Jika kami memiliki sisa empat pertandingan dan terpaut 12 poin, itu baru sulit. Ini belum berakhir. Kami harus terus berusaha sekuat tenaga,” sebut Mancini.

Kemenangan The Citizens atas Chelsea berkat gol indah yang diciptakan Yaya Toure dan Carlos Tevez. “Saya pikir, kami pantas menang karena bermain bagus. Saya pikir, semua pemain tampil sangat baik hari ini dan saya senang dengan penampilan Jack Rodwell yang juga bermain bagus,” puji Mancini.
“Saya pikir kami memiliki 4-5 peluang bagus mencetak gol pada babak pertama. Namun, kami bahagia karena Chelsea membuang peluang penaltinya. Saya pikir, keputusan wasit tepat, tidak memberikan kartu merah kepada Joe Hart,” sambung pelatih asal Italia tersebut.

Kemenangan  2-0 atas Chelsea di Stadion Etihad, Minggu (24/2), pada laga lanjutan Liga Inggris itu bagi  City memang penting, tapiu tak bisa untuk bersantai menikmati kemenangan ini. Mereka harus berjuang lagi melampaui selisih 12 poin dengan MU dalam 11 laga sisa, bak melompati jurang menganga.

Dua gol City dicetak Yaya Toure pada menit ke-63 dan Carlos Tevez pada menit ke-85. Dua gol itu, tanpa keraguan, dicetak dengan keterampilan tinggi dan insting pemain kelas dunia.

Kedua gol tercipta setelah City tampil lebih agresif dengan memasukkan Tevez yang menggantikan pemain tengah Jack Rodwell. Tevez yang lincah dan bergerak dinamis mampu memecah konsentrasi pemain bertahan Chelsea sehingga membuka ruang lebih leluasa bagi Sergio Aguero dan David Silva.

Di awal babak kedua, ”The Blues” Chelsea memperoleh penalti setelah Demba Ba dijatuhkan Joe Hart. Namun, eksekusi penalti gagal berbuah gol. Hart, kiper utama tim nasional Inggris, melakukan penyelamatan brilian yang sekaligus menggagalkan peluang Frank Lampard meraih gol ke-200 bagi Chelsea.

Tim ”Biru Langit” City berpeluang menyusul poin MU, walau berat, dan bergantung pada beberapa faktor eksternal. City akan diuntungkan jika MU melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Di babak perempat final klub-klub elite Eropa itu, MU harus berhitung dengan kebugaran fisik pemain. ”Jika MU terus melaju di Liga Champions, dua bulan terakhir akan berat bagi mereka. Mereka bisa kehilangan lima poin dalam dua pertandingan sebelum derbi,” ujar Mancini.

Musim lalu, kemenangan City 2-1 atas Chelsea menjadi salah satu kunci menyusul MU. Namun, waktu itu City hanya terpaut satu poin dari MU. Kini mereka harus mengejar 12 poin. ”Kami tahu United klub besar, tetapi kami juga telah menjadi tim besar. Kami tidak akan berhenti berjuang,” kata Toure.

Bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi alarm tanda bahaya. ”The Blues” bisa kehilangan posisi ketiga, yang menjamin mereka lolos otomatis ke Liga Champions musim depan, jika Tottenham Hotspur menang di kandang West Ham United pada Senin (25/2) atau Selasa dini hari WIB.

Tottenham di peringkat keempat dengan nilai 48, satu poin di bawah Chelsea. Kedua tim memiliki masalah yang belum tuntas. Spurs harus kehilangan tempat di Liga Champions musim ini karena digusur Chelsea yang menjadi juara Eropa. Musim lalu Spurs mengakhiri Liga Primer di peringkat keempat, dan Chelsea di peringkat keenam.

Latar belakang itu memotivasi para pemain Spurs untuk menggusur Chelsea dari posisi ketiga. Sebenarnya, tim yang dipimpin mantan Pelatih Chelsea Andre Villas-Boas ini juga tidak memiliki pilihan selain menang atas West Ham. Spurs kini dalam tekanan Arsenal yang hanya terpaut satu poin setelah menang 2-0 atas Aston Villa. Chelsea, Spurs, dan Arsenal akan berkonsentrasi memperebutkan tempat ketiga dan keempat, yang menjadi tiket ke Liga Champions musim depan.

Komentar