Chelsea, Wakil Liga Primer Yang Tersisa di Laga Europa

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 April 2013 | 09:11 WIB

Dibaca: 0 kali

“Pertandingan tandang yang sulit. Kami kalah. Tapi kami sudah berada di semifinal,” kata Rafael Benitez dengan pongah usai skuadnya  melaju ke semifinal Liga Europa meski kalah 2-3 dari Rubin Kazan pada laga  kedua perempat final di Luzhniki Stadium, Jumat dinihari WIB. “The Blues” Chelsea melaju ke semifina dengan agregat gol 5-4. Sepekan lalu mereka menang 3-1 dalam laga pertama di Stamford Bridge.

Rafael Benitez mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan kekalahan tersebut karena Chelsea melaju ke fase empat besar dengan melakukan sistem rotasi para pemainnya akibat padatnya pertandingan di kompetisi Premier League dan Piala FA.

Rotasi pemain ini dilakukan Benitez dengan sangat berani karena Chelsea telah unggul 3-1 pada pertemuan pertama, Benitez menilai pertandingan ini juga merupakan kesempatan untuk memainkan pemain yang jarang tampil. “Saya juga menjaga kebugaran pemain utama untuk menghadapi City di Piala FA akhir  pekan mendatang. Kami juga masih punya jadwal pertengahan minggu depan di liga,” katanya.

Benitez hanya memainkan satu dari tiga “Three Muskatter,”  Ramirez,  dan mengistirahatkan Oscar dan Juan Mata. Ia juga menempatkan John Tery di posisi sentra bek dan menurunkan Frank Lampard sebagai “play maker” sekaligus menjadi “second devense” untuk menghempang serangan Rubin Kazan.

“Saya tidak terlalu peduli dengan hasil itu karena kondisi lapangan dan pemain seperti Paolo Ferrerira dan Nathan Ake  bisa bermain dengan bagus. Ini adalah pekerjaan profesional meskipun pertandingan pada babak kedua mengecewakan,” ujar pelatih asal Spanyol yang pernah membawa kegemilangan ketika masih bersama di Liverpool.

“Saya  memang sedikit kecewa karena mereka selalu ditekan, tetapi atmosfer stadion ini memang tidak mudah sehingga ini merupakan kredit tersendiri bagi para pemain,” kata Benitez.

Chelsea, kini, merupakan satu-satunya klub Inggris yang masih bertahan di laga Liga Europa. Dua tim lainnya yang juga sampai keperempat final, Tottenham Hotspurs dan Newcastle United tersingkir. Spurs kalah menyakitkan lewat adu penalti dari FC Basel. Sedangkan Newcastle dipulangkan klub Portugal Benfica.

Gol pertama Chelsea dicetak oleh Fernando Torres pada menit kelima. Gol bermula dari umpan panjang Frank Lampard. Kiper Sergei Ryzhikov maju keluar sarang untuk menghalau bola, tetapi kalah cepat dari Torres, yang meloloskan bola dengan tembakan lambung.

Marcano membayar kegagalan menghalau assist Lampard itu dengan gol pada menit ke-51. Bermula dari tendangan sudut, Pablo Orbaiz melepaskan umpan silang, yang disundul Marcano masuk gawang tim tamu.

Empat menit kemudian, Victor Moses memulihkan keunggulan Chelsea. Dari jarak dekat, Moses meloloskan bola ke gawang Rubin setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Ramires.

Namun, tuan rumah kembali mampu menyamakan kedudukan melalui Gokdeniz Karadeniz pada menit ke-62. Gol ini merupakan hasil sundulan, memanfaatkan umpan Cristian Ansaldi.

Pada menit ke-75, Rubin memimpin 3-2 berkat eksekusi penalti Bebars Natcho. Penalti diberikan setelah Cesar Azpilicueta melanggar Alexander Ryazantsev.

Tuan rumah sejak awal memang tampil agresif. Setelah merebut bola dari Chelsea pada menit pertama, mereka menekan, tetapi kecolongan serangan pertama Chelsea yang berujung gol Torres.

Keadaan tertinggal tak membuat Rubin mengendurkan tekanan. Namun, Petr Cech membuat usaha mereka gagal membuahkan gol. Pada menit ke-31 dan ke-44, misalnya, Cech menyelamatkan gawang dari tembakan Roman Eremenko dan Karadeniz.

Pada awal babak kedua, Rubin kembali mengambil inisiatif menyerang. Nyaris tanpa terancam, mereka pun mendapatkan gol dari Marcano.

Rubin berusaha mempertahankan tekanannya. Namun, belum lagi menciptakan peluang berarti, mereka dikejutkan serangan Chelsea, yang kali ini membuahkan gol dari Moses.

Chelsea kemudian berusaha memanfaatkan momentum itu untuk meredam tuan rumah, tetapi pada menit ke-61 Rubin menyelipkan serangan yang membuahkan gol Karadeniz.

Setelahnya, Rubin kembali tampak dominan dan agresif. Mereka menekan, tetapi kesulitan membuka ruang dan menciptakan peluang hingga Azpilicueta melanggar Ryazantsev pada menit ke-75 di kotak penalti.

Pada sisa waktu, pertandingan masih didominasi Rubin. Chelsea sempat menciptakan ancaman melalui Oscar, yang dimainkan diujung pertandingan,  pada menit ke-90+2. Namun, skor 3-2 tak berubah hingga peluit berbunyi panjang.

Komentar