Cetak Biru Laga “Boxing Day”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Januari 2013 | 16:55 WIB

Dibaca: 0 kali

“The finaly blue print boxing day,” komentar  jaringan televisi berbayar “Sky TV” tentang “cetak biru” urutan klesemen Premier League setelah melewati “hari hari perkelahian” di ujung bulan Desember hingga awal pekan Januari, yang merupakan laga tradisi menjelang Natal dan Tahun Baru yang mengharuskan setiap klub memainkan tiga pertandingan dalam sepekan.

Pertandingan padat, yang seperti dikatakan, manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, memerlukan dukungan syaraf baja, emosi stabil, pemain prima dengan kecerdikan rotasi  untuk mendukung taktik dan strategi  untuk meraih angka sempurna. “Pertandingan-pertandingan  yang membuat tim frustrasi oleh hantu cedera pemain.”

MU, City, Chelsea dan lainnya merasakan pahitnya. Ronney cedera “hamstring” lagi. Aguero istirahat panjang. Kagawa, Young dan Giggs setengah pulis. Sebuah tradisi seperti dikatakan  dengan emosional oleh Rafael Benitez, pelatih pelaksana Chelsea, amat meletihkan seperti repetisi  yang mencemaskan dan mengundang “chaos” ke dalam tim.

Chaos dari  membuncahkan temperamen pemain  dan sering bergesekan dengan tempramen permainan  yang memerlukan “jiwa besar” bersama untuk menetralisirnya. Rafa, begitu sang pelatih asal Spanyol itu di sapa, memiliki pengalaman tidak mengenakkan ketika harus menggunakan “tangan besi” mengatur “starter” skuad sehingga dicibir sebagai otoriter di belakang punggungnya.

Cetak biru, seperti di tulis oleh Michaels Stone, analis sepakbola di laman “Sky Sport,” sebuah tradisi “tua” yang menjulangkan kehebatan Liga Primer sebagai liga tertua di dunia. Tradisi yang juga dipakai sebagai parameter oleh analis dan pengamat untuk menentukan siapa yang memiliki peluang sebagai juara.

Cetak biru, yang dikatakan Stone, seperti mengulang analisa tahun lalunya ketika memprediksi persaingan MU dan Citizein,  telah  menempatkan kembali  “Setan Merah” MU  di trek persaingan paling  aman dengan memuncaki klasemen liga 50 poin  ketika di laga terakhirnya menaklukkan Wigan Athletic  4-0  di DW Stadion  dan  meninggalkan Manchester City, yang pada hari yang sama menang atas Sotke City 3-0, dengan  tujuh angka.

Stone dalam analisa panjangnya itu memperkirakan, urutan tim di papan atas ini akan saling memotong untuk berganti posisi  dan tidak ada yang “terjun bebas”  dalam  putaran kedua kompetisi nanti.  Mereka bisa  saling bertemu,  saling membunuh  dan saling “bertengkar” untuk membuka   peluang. “Kalau musim lalu persaingan itu di isi oleh “duo” Manchester, kini ada empat tim yang punya kesempatan  melaju di lajur juara.”

Keempat tim itu,  MU, City, Chlese dan Spur, yang dihela  “The Red Devils” sebagai lokonya di puncak klasemen dengan 52 angka,  pasti akan bertarung dengan ketat di laga-laga awal tahun baru. MU yang  sudah menjauh dengan  selisih tujuh angka dari penantang utamanya Citizien,  optimis dengan pertandingan putaran kedua dengan pulihnya Ronney, Evra , Kagawa serta fitnya Robin van Persie, Cicharito serta Ashley.

Citizien, yang  Selasa  malam menjauh dari   Chelsea diperingkat tiga, dengan selisih enam poin. The Blues masih menyiskan satu pertandingan melawan Queen Park Ranger (QPR) di laga “home”nya,  Kamis, berkesempatan memangkas selisih tiga angka untuk menempel “runner up” liga itu.

Chelsea setelah di”tukangi” pelatih pelaksana “Rafa” Benitez, usai pengusiran Roberto Di Matteo secara tak beradab oleh Roman Abramovich dari Stamford Bridge, sudah kembali ke jalan “lurus” dengan kemenangan yang terus berlanjut. Minggu lalu klub Londones itu memenangkan pertandingan yang sangat mendebarkan ketika melawan  Everton di Goodison Park.

Rafa juga telah meminta  kepada  pemain di skuad utamanya untuk bisa lebih tajam dalam menghasilkan gol. Hal senada juga dikatakan Mancini, sang pelatih City, untuk mengingatkan produktifitas gol  bisa menjadi penentu gelar juara musim ini seperti di laga kasus musim lalu ketika City menyingkirkan klub sekotanya MU dari perhitungan jumlah “plus” gol. Ketika itu “duo” Manchester itu sama-sama memiliki 89 poin, tapi MU tekor 6 gol dari City.

MU yang sedang mengejar arus gol gol, kini, sudah mengoleksi plus 4 gol dari City. Sampai dengan pertandingan terakhirnya ketika mengalahkan Wigan, The Red Devil sudah mencatatkan selisih 26 gol dari mamsukkan dan kemasukan. Sedangkan City 22 gol dan Chelsea yang berada di urutan ketiga mengoleksi  selisih plus 21 gol dan masih menyisakan satu pertandingan.

“Kondisi selisih gol dari ketiga tim teratas ini sangat ketat,” tulis Stone dalam analisanya tentang kemungkinan produktifitas gol sebagai penentu tim juara  nantinya. Sedangkan Tottenham Hotspur yang kembali  yang saling berganti posisi di tempat ketiga dan keempat dengan Chelsea, dan masih berada di pelintasan jalan juara  memiliki kelebihan 12 gol.

MU yang mulai melewati hari-hari santainya usai  berakhirnya  tradisi “boxing day” yang menguras stamina timnya, sekarang sudah  memerankan posisi separuh juaranya. Pekerjaan besar yang akan dijalani klub Old Trafford ini di perjalanan kompetensi putaran kedua  adalah menjaga jarak “dua setengah” pertandingan dengan rival sekotanya City.

Fergie kepada televisi berjaringan milik klubnya, “MUTV,” mengatakan, tidak akan mudah untuk memelihara  selisih tujuh angkanya  dengan City. “Mereka terus menabur kemenangan, dan buktinya mereka menggunduli Stoke City di waktu bersamaan ketika kami menaklukkan Wigan,” ujar Alex Ferguson dengan nada tenang.

“Tidak mudah  menjinakkan  City yang terus menguntit kami. Mereka punya Aguero, Samir Nasri dan Dzeko yang kini berada di puncak kebugarannya  serta terus  mengobarkan perlawanan  di  setiap  pertandingan dengan  tekad meretas selisih angka. “Ini sebuah permainan yang lain dari pertandingan di luar lapangan. Saya tahu Mancini memiliki minat besar untuk memainkan strategi ini seperti ia dengan cerdik mendapat keuntungan dari selisih gol di musim lalu.”

Bagi Manchester City,  tujuh  angka yang kini merenggangkannya dengan MU bukan masalah asal tim tetap fokus menghadapi setiap laga.  Raihan angka penuh adalah obsesi setiap pemain ketika bertanding. “Jalan masih panjang. Tak ada kata menyerah. Kami akan menjadi bayangan setan lain bagi Fergie,” ujar “Mancio” Manicini menohok optimisme pelatih gaek di Old Traford itu.

Tidak hanya menunjuk City, Fergie juga minta skuadnya awas terhadap kebangkitan Chelsea di tangan Benitez. “Mereka sudah sudah mendapatkan  momentum  kebangkitan usai dikalahkan Corinthians di Piala Dunia antar klub lalu. Mereka sebuah tim yang padu dan terus mengejar kemenangandengan gol besar. Kini The Blues berada di belakang City dan Benitez sudah menabuh genderang perang untuk bersaing di puncak klasemen,” kata pelatih yang di 31 Desember tahun  lalu genap berusia 71 tahun. []

Komentar