close
Nuga Bola

Buku “Life of Martunis” Akan Diluncurkan

Pemberitaan seputar Martunis, anak Tibang, bocah tsunami, yang dipungut Cristiano Ronaldo sebagai anak angkatnya, yang pekan lalu sepertinya tak pernah habis mengguncang dunia.

Kali ini, berita terbaru, tentang Martunis, datang dari “launching” bukunya, “life of Martunis.

Buku itu akan berkisah tentang hidup Martunis yang selamat dari bencana tsunami pada Desember 2004, hingga akhirnya bisa masuk ke salah satu akademi sepakbola ternama di Portugal dan menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat dunia.

Rencana “launching” buku itu sendiri diungkapkan Martunis dalam akun twitternya.. “Sebuah buku, “Life of Martunis” akan diluncurkan..,” tulis Martunis pada akun twitter-nya @MartunisCR8.

Dalam cover buku yang akan diluncurkan itu, tertulis judul “From Tibang To Lisbon.”

Ini seperti menggambarkan perjalanan Martunis yang berasal dari Tibang hingga akhirnya bisa menginjakkan kaki menjemput impiannya menjadi pesepakbola profesional di Lisbon.

Di sisi lain, sudah sekitar sepekan Martunis menjalani kehidupan di Portugal. Rasa rindu dengan keluarga di kampung halaman pun dialaminya.

Hal tersebut juga dicurahkannya pada akun twitter-nya itu. “I miss you my brother and sister #MA #SR #RJ,” kicaunya.

Di Sporting Lisbon Martunis memang sedang memendam rindu di bulan Ramadahan ini karena ia satu-satunya pemain yang muslim.

Walau pun berada di tengah komunitas non muslim Martunis tidak melupakan kewajibannya untuk menunaikan salat lima waktu dan mengaji serta puasa selama ramadhan ini.

“Begitu sampai di Portugal, hal pertama yang dia tanyakan kepada manajemen Sporting adalah arah kiblat. Di sana, dia menjadi satu-satunya pemain Muslim,” ucap salah satu kerabat Martunis, Munawardi.

“Alhamdulillah, hingga saat ini dia tidak pernah melupakan salat. Dia juga selalu mengaji. Bahkan dia meminta ruangan yang besar untuk melakukan ibadah,” dia menambahkan.

Sebelum berangkat ke Portugal, Martunis pun mendapat pesan dari ayahnya, Sarbini untuk tidak meninggalkan salat dan mengaji.

“Ke mana pun kamu pergi, jangan tinggalkan salat dan baca Alquran,” ucap Sarbini secara singkat.
Martunis kelahiran Banda Aceh, 10 Oktober 1997 baru akan kembali ke Indonesia pada tahun 2018 untuk liburan.

Baru seminggu berada di Portugal, anak angkat bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo itu dikabarkan langsung mendapat tawaran kewarganegaraan Portugal.

“Belum dapat tawaran dari kedutaan besar di sana untuk pindah kewarganegaraan,” ucap Munawardi
Sebenarnya, Martunis punya kesempatan menjadi warga negara Portugal saat dirinya masih anak-anak, atau setelah mengguncang dunia dengan ketangguhannya bertahan di laut selama dari bencana tsunami Aceh tahun 2004.

“Kalau dulu ada tawaran untuk menjadi warga negara Portugal, tapi ayahnya menolak karena Martunis masih kecil dan dia anak semata wayang,” ucap dia.

Munawardi melanjutkan, Martunis tidak akan menolak jika mendapat tawaran menjadi warga negara Portugal. Sebab, untuk bermain di level Eropa, ada persyaratan khusus, salah satunya mengenai kewarganegaraan dan izin kerja.

“Jika ada tawaran? Tentu saja Martunis bersedia. Sebab, saat berdiskusi dengan ayahnya, demi karier Martunis tidak masalah pindah kewarganegaraan.”

Sebelumnya, berita Martunis bakal bermain bola di Portugal sudah diketahui sebulan sebelumnya. Ia memang sudah lama berniat untuk bisa bermain bola di negara asal ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo.

“Martunis pernah menulis surat untuk Cristiano Ronaldo dengan menggunakan tangannya sendiri. Inti isi surat itu, dia meminta supaya bisa belajar melanjutkan pendidikan di Portugal,” kata Sabini, ayah kandung Martunis.

Surat itu, kata Sarbini, ditulis tidak terlalu panjang dengan bahasa Inggris seadanya sesuai kemampuan Martunis kala itu. Surat tersebut kemudian dititipkan sama seorang perempuan asal Protugal yang mengunjungi Martunis di rumahnya.

Bercita-cita jadi pemain bola seperti CR7, Martunis sudah mempersiapkan diri mengikuti latihan rutin bersama klub lokal asal Aceh. Pendidikan formal juga diasah dengan mengikuti kursus bahasa Inggris seminggu tiga kali pertemuan.

“Martunis tekun sekali belajar Bahasa Inggris, saya mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Martunis. Kalau dia sukses, keluarga ikut bangga, juga masyarakat Aceh bangga,” ujar Sarbini.

Teman-teman Martunis dan Warga Tibang, kata Sarbini, juga memberikan semangat untuk anak angkat pemain bola termahal seantero Eropa dan dunia.

“Martunis jangan sia-siakan kesempatan emas ini, ini untuk masa depan kamu menjadi pemain bola terkenal, kamu harus banyak latihan dan belajar,” begitu nasihat warga Desa Tibang, kata Sarbini.

Martunis merupakan anak Aceh yang selamat dari gelombang dahsyat Tsunami Aceh 2004 silam. Dia terapung di bibir pantai selama 21 hari tanpa ada makan, lalu diselamatkan oleh wartawan Sky News.

Pada Rabu 01 Juli 2015 tepat dengan peringatan ulang tahun klub, Presiden Sporting, Bruno de Carvalho, memperkenalkan sosok Martunis yang akan bergabung dengan klub Sporting Lisbon.

Tags : slide