Brasil Berhasil Mengatasi Kerasnya Uruguay

Penulis: Darmansyah

Kamis, 27 Juni 2013 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Brasil menapak ke laga final Piala Konfederasi setelah Kamis dinihari menuntaskan perlawanan “musuh besar”nya Uruguay 2-1, di Estadio Mineirao, dan menunggu salah satu dari dua pemenang “clash” Europa, Italia atau Spanyol, untuk menjadikan perhelatan kompetisi antar juara benua itu menjadi pertandingan sangat emosional.

Laga Brasil melawan Uruguay, seperti ditulis oleh “O’Globe,” surat kabar Rio de Janiero, bukan saja pertaruhan gengsi antar dua musuh, tetapi juga sebagai provokasi media yang menempatkan keduanya sebagai “satanic” sepakbola.

Brasil boleh mengoleksi trofi juara Piala Dunia lima kali, melebihi Uruguay yang baru dua kali, tapi dalam laga-laga perebutan juara Amerika Selatan, Uruguay lah yang lebih banyak meraih piala. Brasil boleh memainkan sepakbola “indah,” tapi di kaki Uruguay yang terkenal buas dalam mematikan pergerakan “Selecao” sering terjengkang.

Untuk itu pertandingan semifinal Piala Konfederasi, seperti dikatakan Scolari, pelatih Brasil, ia tak punya komentar. “Kami sudah sering bertemu. Brasil sering inferior menghadapi Uruguay. Tapi kali ini kami lebih cerdik dari mereka,” ujar Scolari yang pernah mengantar Brasil meraih Piala Dunia di Jepang dan Korea Selatan.

“Misi kami adalah untuk mencapai final, dan kami telah melakukannya. Kami perlu memenangi pertandingan seperti itu untuk belajar bagaimana untuk memenangi Piala Dunia. Tim kami diisi pemain-pemain yang sangat muda dan pertandingan seperti ini membantu kami untuk berkembang,” ujar Scolari, seperti dilansir Goal, Kamis 27 Juni 2013..

“Kemenangan ini menghadirkan perasaan yang mengagumkan. Saya sangat senang dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saya bangga dengan semua pemain saya tanpa pengecualian,” sambung pelatih berusia 64 tahun yang membawa Brasil juara Piala Dunia 2002 tersebut.

Pada partai final yang akan dilangsungkan di Stadion Maracana, pada 1 Juli mentang, Brasil akan berhadapan dengan pemenang antara Italia dan Spanyol baru akan bertanding dini hari nanti. Hingga saat ini, Brasil menjadi tim tersukses di ajang Piala Konfederasi dengan koleksi tiga trofi.

Estadio Mineirao, tempat laga kedua tim, sejak awal pertandingan seperti pecah oleh tambur dan koor publik Brasil. Uruguay, seperti biasanya tak peduli dengan suara gegap gempita itu. Mereka sepanjang pertandingan merepotkan “Selecao” dan membuat dag- dig-dug penonton lewat aksi keras, bahkan terkadang brutal.

Ini tercermin di babak pertama ketika Brasil tertekan dan tampil kacay menghadapi tekanan Uruguay. Meskipun akhirnya harus takluk, Uruguay tampil percaya diri dan kerap membuat lini belakang Selecao kerepotan.

Begitu pertandingan dimulai, Brasil mencoba untuk mendominasi permainan dengan memainkan umpan-umpan pendek. Namun, rupanya mereka kesulitan, sedangkan Uruguay justru tampil lebih percaya diri dan beberapa kali menekan daerah pertahanan Selecao.

Pada menit 13, Uruguay berkesempatan memimpin setelah wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Brasil, di mana David Luiz menarik baju Diego Lugano. Diego Forlan pun kemudian maju sebagai eksekutor. Namun, sepakan mendatarnya ke arah kanan mampu dibaca Juli Cesar dan membuat bola keluar dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada menit 28, Hulk, yang sebelumnya bermain umpan satu-dua di dalam kotak penalti Uruguay, mendapat menendang bola dari dalam kotak penalti, namun masih melenceng. Dua menit kemudian, giliran Uruguay yang mengancam lewat sepakan melengkung Forlan, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Cesar.

Publik Brasil pun bersorak pada menit 41, saat Fred membawa timnya unggul. Berawal dari pergerakan Neymar di sisi kanan pertahanan Uruguay, bola kemudian mampu dihalau Fernando Muslera dan mengarah pada Fred. Dengan sepakan kaki luar, pemain Fluminense tersebut mencetak gol. Dan, Brasil pun akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki paruh kedua, Uruguay langsung mencoba membangun serangan. Hasilnya, pada menit 48 mereka menyamakan kedudukan lewat penyerang Edinson Cavani. Berawal dari kemelut di kotak penalti Selecao, Thiago Silva tak akurat dalam melepaskan umpan hingga akhirnya dimanfaatkan oleh Cavani dengan tendangan ke sudut gawang. Gol! Skor menjadi 1-1.

Pada menit 57, Selecao mengancam lewat tendangan bebas yang dilepaskan Hulk. Namun, Muslera masih mampu mementahkan tendangan keras pemain Zenit St. Petersburg tersebut. Sementara 10 menit kemudian, giliran Uruguay yang mengancam dan hampir membuat Thiago Silva membuat gol bunuh diri. Beruntung bagi Brasil, bola melambung di atas mistar gawang.

Pada menit 69, Neymar, yang sebelumnya memainkan umpan satu-dua, melepaskan tembakan ke arah gawang Uruguay. Beruntung bagi tim tamu, Muslera mampu mengantisipasinya. Sementara pada menit 79, giliran Cavani yang mendapat peluang, meskipun bola yang sebelum menyentuh pemain Brasil. Kedudukan masih sama kuat 1-1.

Dan, Paulinho pun kemudian menjadi pemecah kebuntuan pada menit 86. Diawali tendangan penjuru yang dilepaskan Neymar, tanpa kesulitan pemain yang tengah menjadi incaran Tottenham Hotspur itu menanduk bola ke gawang Uruguay. Skor menjadi 2-1. Dan, hingga wasit mengakhiri pertandingan, kedudukan masih tetap 2-1. Brasil pun melaju ke final.

Komentar