Barca-Atletico: Menang versus “No”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Mei 2014 | 12:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Barca menyisakan sembilan puluh menit laga di ujung “perkelahian” La Liga, di Nou Camp, Minggu dinihari WIB, 18 Mei 2014, di tengah tantangan paling “judes” Atletico Madrid yang mengatakan, Barcelona tidak lebih baik dari Malaga FC, klub Andalus yang dihadapinya dengan bermain seri, pekan lalu.

Barcelona, seperti dikatakan pelatihnya, Gerrardo Martino, tidak peduli dengan ucapan “sepele” Atletico dan tetap menganggap laga di Nou Camp menjadi milik mereka. “menang atau tidak sama sekali,” kata Martino, pelatih asal Argentina yang sedang dihadang prahara pemecatan itu.

Menurut Martino, Barcelona hanya memiliki sembilan puluh menit yang memisahkannya dengan gelar juara La Liga Primera. Demi mendapat satu-satunya gelar tersisa, The Catalans bisa tampil sangat agresif tanpa memberi ampun kepada Atletico yang telah mencampakkan mereka dari Liga Champions di Vicente Calderon.

Barcelona saat ini duduk di posisi dua klasemen Liga Spanyol dengan jarak tiga poin dari Atletico di posisi teratas. Peluang juara The Catalans masih terbuka jika mereka bisa mengalahlan Los Rojiblancos dalam laga yang akan dilangsungkan di Camp Nou.

Dari statistik pertemuan di sepanjang musim ini, Barca kalah tipis atas seterunya itu. Dari lima pertemuan Atletico berhasil mencuri satu kemenangan di ajang Liga Champions, sementara empat laga lainnya di La Liga dan Piala Super Spanyol berkesudahan imbang.

Buat Barcelona, La Liga menjadi kesempatan mereka menyudahi musim dengan meraih gelar. Di Copa del Rey dan Liga Champions langkah mereka terhenti. Atas dasar itulah Barca akan tampil habis-habisan dalam laga tersebut.

“Kami punya satu kesempatan untuk memenangi gelar liga di kandang dan di depan pendukung kami sendiri. Kami akan memberikan segalanya, dua ratus persen, dan mari berharap ada perayaan kemenangan yang bisa kita rayakan bersama,” ujar “playmaker” mereka, Andreas Iniesta di situs resmi klubnya.

Meski punya peluang jadi juara, Iniesta tak menyangkal kalau Barcelona menjalani musim yang tak mengesankan. Tapi membawa pulang trofi disebutnya jadi hadiah yang pantas buat Gerardo Martino, yang banyak dapat kritik sejak datang ke Camp Nou.

“Memenangi liga tak akan menutupi musim yang buruk dan jika kami menang itu tidak akan mengubah masa depan tim. Memenangi liga akan menjadi cara terbaik untuk menutup musim dan itu juga akan bagus buat Martino setelah semua hal berat yang dia lalui,” tandasnya.

Atas ‘bantuan’ Real Madrid yang terpeleset di dua laga terakhir, Barcelona kini punya harapan untuk meraih setidanya satu gelar musim ini. The Catalans akan berduel dengan Atletico Madrid dalam ‘final’ Liga Spanyol pada akhir pekan ini.

“Kami gagal sebagai sebuah grup, sebagai sebuah tim, pada periode tertentu. Kadang beberapa hal tidak berjalan sesuai keinginan, bukan karena Anda tidak menginginkannya, tapi karena beberapa hal tidak bekerja, karena ada yang salah, karena sebab-sebab lain; tapi begitulah adanya,” papar Iniesta di Marca.

“Perubahan selalu dibutuhkan, tanpa terkait apakah Anda memenangi gelar atau tidak,” lanjut dia.

Terkait perubahan di kubu Barcelona, hal terbesar yang mungkin terjadi di musim panas ini adalah pergantian pelatih. Tata Martino santer diberitakan akan diberhentikan, dan gantinya akan datang Luis Enrique.

Berlainan dengan tekad Barcelona yang akan habis-habisan di Camp Nou. Atletico Madrid menatap partai ‘final’ kontra Barcelona akhir pekan ini sebagai laga lebih mudah dijalani ketimbang saat melawan Malaga akhir pekan lalu.

Partai penentuan juara Liga Spanyol akan tersaji akhir pekan ini di Camp Nou antara Atletico dan Barca. Atletico yang memuncaki klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Barca cukup memetik hasil imbang untuk juara.

Sementara anak-anak Catalan wajib menang sehingga trofi akan diraih dengan keunggulan head to head.

Meski cuma butuh satu poin, tapi Atletico dihadapkan pada fakta bermain di kandang lawan. Faktor ini jelas memberikan tekanan ekstra. Apalagi Barca cenderung lebih berpengalaman menghadapi atmosfer laga-laga penentuan.

Namun kubu Atletico meyakini sesulit apapun partai kontra Barca nanti, tak akan seperti pertandingan melawan Malaga akhir pekan kemarin. Butuh kemenangan untuk memuluskan jalan bahkan mengunci titel, anak-anak asuh Diego Simeone dibuat buntu sepanjang pertandingan dengan permainan rapat Malaga.

Pada prosesnya Diego Costa dkk. justru kebobolan lebih dulu sehingga tekanan makin bertambah besar. Beruntung akhirnya gol penyeimbang kedudukan diciptakan Toby Alderweireld dan mereka harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor seri.

Satu hal yang membuat Malaga bermain habis-habisan adalah karena mereka butuh poin untuk mengamankan diri dari zona degradasi. Begitupun halnya dengan Barca yang disaat bersamaan dibuat frustrasi oleh Elche, hingga akhirnya cuma memetik satu angka setelah bermain tanpa gol.

Nah, akhir pekan nanti situasinya menguntungkan Atletico. Barca yang butuh kemenangan dipastikan bakal bermain terbuka dan menyerang, sehingga memungkinkan ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan Los Rojiblancos.

“Akan lebih mudah bermain melawan Barcelona daripada Malaga, tak cuma untuk kami tapi mereka juga merujuk pada laga Barca kontra Elche,” kata Presiden Atletico Enrique Cerezo kepada AS.

“Baik kami dan Barcelona sama-sama terpeleset dan sekarang kami harus menyelesaikannya dalam satu pertandingan. Untuk sekarang peluangnya fiffty-fifty” ujarnya.

sumber : marca, as, football espana dan situs barca

Komentar