Banjir Berita Plus Minus dari Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Agustus 2016 | 10:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United, sejak dimanajeri oleh Jose Mourinho di musim ini, terus dibanjiri berita plus minus bersamaan dengan aksi yang dibuatnya bersama tim sebelum dan setelah menjalani pertandingan-pertandingan awal di Premier League.

Kabar minus terbaru yang datang dari Manchester United berasal dari “berantakannya” hubungan asmara Anthony Martial dengan kekasihnya, Samantha Jacquelinet.

Samantha  mengklaim Manchester United yang merusak kehidupan mereka.

Jacquelinet mengatakan bahwa hubungan dirinya dengan striker asal Perancis tersebut hancur setelah Martial pindah ke Old Trafford

Transfer  tersebut membuat sang  striker  memecahkan rekor pemain muda termahal di dunia.

Setelah berbalut seragam klub berjulukan Setan Merah tersebut, kehidupan Martial mulai berubah.

Menurut Jacquelinet, perhatian yang diterima mantan pemain AS Monaco tersebut sangat berlebihan dan diperlakukan seperti seorang raja kecil.

Segalanya berubah setelah perpindahan itu. Para pesepak bola di Inggris seperti raja. Mereka memiliki banyak uang dan perhatian yang didapatkan membuat mereka seperti hidup di dunia yang berbeda,” ujar Jacquelinet kepada The Sun.

“Dia dipaksa menjadi pusat perhatian dan para wanita muda pun rela jatuh ke dalam pelukannya. Saya diberitahu bahwa United merupakan sebuah klub seperti keluarga tetapi di luar lapangan dia tidak mendapatkan bimbingan. Manchester United sudah merusak hidupku.”

Manchester United tidak sia-sia mendatangkan Martial dengan harga selangit untuk ukuran pemain muda.

Dalam debutnya di Premier League, Martial mencetak gol ke gawang FC Liverpool dan total dia mengemas tujuh belas gol sepanjang musim lalu. Tak heran jika Martial termasuk pemain yang menjadi pujaan publik Old Trafford.

Sementara lainnya berita yang datang dari Old Trafford berasal dari pengamat sepak bola sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher

Ia menilai bahwa Wayne Rooney dan Paul Pogba bakal cocok berduel di lini depan Manchester United.

Man United merekrut Pogba dari Juventus . Nilai transfernya  mengantarkan Pogba sebagai pemain termahal di dunia atau menyalip bintang Real Madrid, Gareth Bale.

Meski sangat mahal, pembelian ini dipandang Jamie Carragher sangat penting bagi Man United. Bahkan, Pogba dianggap memberikan formulasi menjanjikan untuk tim berjulukan Setan Merah.

Pogba yang identik dengan posisi gelandang box-to-box di Juventus, diyakini bisa berganti lakon menjadi pengatur serangan.

“Pogba juga bisa berperan sebagai nomor 10, sedangkan Rooney beroperasi lebih ke dalam. Saat Pogba maju, Rooney pun bisa mengambil alih perannya di tengan,” ucap Carragher.

“Saya berpikir bahwa keduanya bisa bermain bersama. Mereka sama-sama memiliki kecerdasan dan mampu naik mendekati kotak penalti,” tutur dia.

Gagasan Carragher didukung oleh eks kapten Man United, Gary Neville. Hanya, menurut Neville, Rooney membutuhkan posisi tetap.

Pada era Louis van Gaal musim lalu, Rooney sempat diplot sebagai penyerang dan gelandang tengah. Posisi terakhir dijalani oleh Rooney bersama Inggris pada Piala Eropa.

Beda lagi ketika Jose Mourinho datang ke Old Trafford. Pria asal Portugal itu menugaskan Rooney sebagai nomor 10.

“Saya berpikir bahwa dia memerlukan stabilitas untuk dua atau tiga tahun ke depan. Dia harus beradaptasi pada fase akhir kariernya,” kata Neville

Sementara itu, kapten Manchester United, Wayne Rooney, mengapresiasi cara komunikasi manajer Jose Mourinho.

Menurut Rooney, Mourinho tidak mengusung gaya konfrontasi seperti Sir Alex Ferguson.

Dari dua pertandingan, Rooney melihat bahwa Mourinho tidak terlalu reaktif di pinggir lapangan.

“Mourinho bukanlah sosok yang suka berteriak. Namun, Anda bisa menangkap keinginan dia dengan jelas. Sebab, dia memiliki aura terkait itu,” tutur Rooney.

Gaya Mourinho tentu berbeda dengan Ferguson, yang dikenal sering memarahi pemain untuk memberikan motivasi.

Bahkan, pada September 2012, Rooney sempat mengatakan bentakan Ferguson ibarat todongan hairdryer  di depan wajah.

Meski berbeda dalam hal komunikasi, Mourinho tetap dianggap memiliki mentalitas pemenang seperti Ferguson.

“Dia menginginkan kemenangan malam ini dan menyampaikannya pada jeda pertandingan. Sayang, kami gagal merealisasikannya,” ucap Rooney.

Komentar