Arsenal Pelorotkan Wigan Kejurang Degradasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 Mei 2013 | 08:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Emirates Stadium, Rabu dinihari WIB, menyaksikan sebuah “tragedi” yang memerihkan. Wigan Athletic, klub yang menyebabkan Roberto Mancini terusir dari Etihad, terjun ke jurang degradasi usai berkutat di di dasar klasemen selama berbulan-bulan dan menjadi klub pertama yang terjungkal di Premier League.

Wigan, tim yang pekan lalu menutup mimpi Manchester City untuk mendapatkan Piala FA pada laga final di Wembley, dan menyebabkan “Mancio” Mancini angkat kaki sebagai pelatih “Citizien,” hanya bisa “menangis” ketika  lambaian tangan  perpisahan yang disertai dengan  “koor” publik Emirates menyuarakan “good bye” dengan bergetar.

Wigan Athletic. Juara Piala FA, dihancurkan Arsenal, 4-1 di matchday ke-37 Premier Leegue yang masih menyisakan satu pertandingan lagi.  Wigan tak  bisa mengehindar dari “zona merah” karena defisit poinnya dengan dari Sunderland  berjumlah empat . Wigan  menemani Reading dan Queens Park Rangers harus terjun dan melata di laga-laga kasta kedua,  Divisi Championships, musim depan.

Arsenal, yang bermain “impresif” dalam laga “krusial” itu kembali lagi kehabitat di jajaran Big Four. Kini klub “Gudang Peluru” itu berjarak  satu poin dari Tottenham Hotspur yang mesti lengser lagi ke posisi lima, dengan punya satu partai tersisa untuk mengamankan satu tiket kualifikasi Liga Champions edisi musim depan.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, usai pertandingan mendatangi pelatih Wigan dan menghiburnya dengan sebaris kalimat,”Kekalahan dan kemenangan sebuah jarak yang amat tipis. Kami menanti Anda di Premier League musim berikutnya.”  Wenger, kepasa “Sky Sports,”  mengaku sedih The Latics harus turun kasta.

Bagi Wigan, degradasi adalah sebuah ironi karena beberapa hari yang lalu mereka mengangkat trofi usai mengalahkan Manchester City di final Piala FA. Untuk kondisi ini Wenger berujar, “Anda ingin mengucapkan selamat kepada Wigan dan Anda merasa prihatin, karena dengan kualitas sepakbola yang mereka mainkan, menyedihkan melihat mereka terdegradasi.”

“Wigan adalah tim yang memainkan sepakbola yang bagus dengan pemain-pemain cerdas dan ini sulit untuk dimengerti, tapi itulah kebenaran yang kejam dari permainan,” katanya.

Arsenal  yang berada di posisi empat  belum aman dari kejaran  Tottenham Hotspur. Mengantongi nilai 70,  “The Gunners” hanya  unggul 1 poin dari Spur. Dengan satu pertandingan tersisa, Arsenal hanya memiliki satu kata untuk bisa eksis di zona champions, harus menang di laga terakhir.

Tampil di hadapan publik sendiri, dalam laga melawan Wigan, “The Gunners” unggul lebih dulu di babak pertama lewat gol Lukas Podolski sebelum Shaun Maloney menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama.

Arsenal yang memerlukan kemenangan di dua sisa laga Premier League, baru bisa menghancurkan Wigan di babak kedua melalui gol-gol Theo Walcott, gol kedua Podolski, dan Aaron Ramsey. Misi mengamankan empat besar klasemen, menyebab Arsenal tampil lebih “gila.”

“Kegilaan” Arsenal ini hampir saja musnah ketika Wigan bisa menahannya bermain imbang 1-1 usai babak pertama.  Kedua tim ini tampil dengan misi yang berbeda. Wigan ingin menghindari zona degradasi  tak mau kalah untuk menekan lini pertahanan Arsenal dan sempat nyaris menciptakan ancaman lewat Callum McManaman, tetapi tak ada gol yang tercipta.

Lukas Podolski akhirnya membuka keunggulan untuk The Gunners pada menit ke-10 melalui sundulan, memanfaatkan bola tendangan sudut Theo Walcott. Bola sundulan Podolski mengecoh kiper Joel Robles yang keliru mengantisipasi datangnya bola. Gol Podolski terbukti memberi suntikan kepada Arsenal untuk melancarkan serangan ke gawang Robles, memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Aaron Ramsey nyaris menambah keunggulan Arsenal di menit ke-20, tetapi bola tembakannya masih meleset ke sisi kanan gawang.

Keasyikan menyerang, Arsenal lengah di menit-akhir babak pertama. Wigan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Shaun Maloney. Berawal dari pelanggaran Mikel Arteta, wasit menghadiahkan tendangan bebas dekat kotak penalti Arsenal. Eksekusi Maloney menembus pagar betis Arsenal, sekaligus menaklukkan kiper Wojciech Szczesny dan menyamakan kedudukan 1-1. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tetap berada dalam posisi imbang.

Di babak kedua Wigan bermain lebih menyerang dan nyaris membalikkan keadaan seandainya tendangan Arouane Kone gagal dibendung Szczesny. Sial bagi Wigan, gol James McCarthy di menit 50 dianulir wasit karena offside.

Theo Walcott akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-62 melalui golnya, memanfaatkan umpan Santiago Cazorla dari sayap. Tertinggal 2-1, Wigan memasukkan Ben Watson yang menjadi pahlawan saat mengalahkan Manchester City di final Piala FA, menggantikan Jordi Gomez dengan harapan menambah daya gedor.

Arsenal  terus  memburu gol untuk  memperbesar keunggulan. Menit ke-67 lahir lagi  gol Lukas Podolski. Unggul 3-1 Arsenal semakin bersemangat. Hasilnya di menit ke-70 solo run Aaron Ramsey menaklukkan Robles dan mengubah skor menjadi 4-1.

Komentar