Aksi Liar Eric Loloskan MU ke Final Europa

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Mei 2017 | 08:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Manchester United  menjejakkan kakinya di final Liga Europa setelah bermain seri, satu gol berbanding satu gol  di leg kedua, melawan Celta Vigo, Jumat dinihari WIB, 12 Mei, sekaligus menjadikan agregat gol dua berbanding satu gol.

Di leg pertama, di kandang Celta Vigo, “setan Merah” menang satu gol tanpa balas.

Walau pun lolos ke babak final, pertandingan di Old Trafford ditandai dengan aksi brutal Eric Bailly.

Pemain Manchester United ini dianggap “liar” terhadap dua pemain Celta, John Guidetti dan Facundo Roncaglia.

Pertandingan di Old Trafford sempat memanas di ujung laga ketika Bailly dan Roncaglia mendapat kartu merah langsung dari wasit Ovidiu Hategan.

Semuanya bermula dari pelanggaran Pablo Hernandez terhadap Ander Herrera.

Bailly kemudian cekcok dengan Guidetti hingga akhirnya memukul bagian leher kiri mantan pemain Manchester City tersebut.

Suasana semakin memanas setelah Roncaglia mendorong Paul Pogba hingga mengenai Bailly.

Setelah itu Bailly mencoba menghampiri Roncaglia, tapi kemudian dicegah oleh Marouane Fellaini. Wasit Hategan tidak memiliki pilihan selain memberi Bailly dan Roncaglia kartu merah. Ketegangan Bailly dan Roncaglia terus berlanjut hingga kedua pemain berjalan ke lorong stadion.

“Saya tidak melihat insiden kartu merah, tapi Bailly sangat fenomenal. Pertandingan sangat emosional bagi semuanya. Sejumlah pemain berhasil mengontrol emosi lebih baik,” ujar Mourinho kepada BT Sport.

“Roncaglia bukan pemain yang baru salam situasi seperti ini, tapi Bailly mungkin naif. Kami kehilangan pemain yang penting di final, dan kami tidak punya banyak pemain bagus seperti Bailly,” sambungnya.

Pada semifinal leg kedua, MU sempat unggul lebih dulu melalui gol Fellaini

Publik Old Trafford sempat khawatir setelah Roncaglia menyamakan kedudukan

“Kami tim terbaik di leg pertama, tapi tidak pernah membunuh pertandingan. Kami tidak mampu mencetak gol dengan peluang yang didapat. Ini pertandingan terbuka, semua tekanan ada di tim kami,” ujar Mourinho.

Di laga final yang digelar di Friends Arena, Solna, Swedia, 24 Mei , MU akan menghadapi Ajax Amsterdam.

Jika mampu merebut gelar Liga Europa, MU akan mendapatkan satu jatah tiket ke babak grup Liga Champions musim depan.

“Sekarang setelah empat belas pertandingan kami berada di final. Jika kami bisa menjadi juara, saya akan lebih dari senang,” ucap Mourinho.

Ajax Amsterdam  sendiri melenggang ke final Europa League meski kalah  tiga gol berbanding satu di leg kedua dari klub Perancis Lyon

Ajax unggul agregat gol  lima berbanding emp[at.

Gol Ajax pada laga ini diciptakan Kasper Dolberg.

Dolberg berlari dengan bola tanpa pengawalan sebelum berhadapan dengan kiper Anthony Lopes dan menggetarkan gawang Lyon.

Jelang turun minum, penyerang Lyon Alexandre Lacazette dua kali menggetarkan gawang Ajax .

Laga babak pertama di Stadion Parc Olympique Lyonnais berlangsung terbuka. Squawka mencatat, perbandingan tembakan ke gawang antara Lyon dan Ajax adalah sepuluh berbanding delapan.

Lyon yang mengejar defisit gol terus mengurung pertahanan Ajax. Pada menit ke-82, Lyon menambah gol melalui gol bunuh diri bek Ajax, Nick Viergever.

Dua menit setelahnya, Ajax harus bermain dengan sepuluh pemain karena Viergever menerima kartu kuning kedua.

Namun hingga peluit akhir pertandingan, Lyon tak mampu menambah gol. Mereka harus mengakui keunggulan Ajax yang menang empat gol berbanding satu pada pertandingan pertama pekan lalu.

Sementara itu, pemain veteran Manchester United, Michael Carrick mengaku sangat ingin memenangi trofi Liga Europa musim ini dan optimistis bisa melakukannya.

“Secara pribadi saya sangat ingin melaju ke final dan coba memenangi trofi ini. Itulah hal terpenting dalam langkah kami di turnamen ini.”

“Apapun kompetisi yang diikuti, terutama dengan klub seperti Manchester United, kami pastinya membidik kemenangan dan kini kami memiliki sebuah kesempatan yang sangat besar,” kata Carrick pada situs resmi UEFA.

Bila Manchester United sukses memenangi trofi Liga Europa, hal itu membuat United sukses mengantongi dua gelar musim ini karena sebelumnya mereka jadi juara Piala Liga.

Dua trofi di musim perdana Jose Mourinho bisa jadi pelipur lara atas performa kurang apik yang mereka tampilkan di ajang Liga Inggris.

“Mourinho adalah seorang pemenang. Dia selalu memenangkan gelar dimanapun ia berada. Mourinho mendapatkan rasa hormat dari para pemain dan semua orang di dunia sepak bola karena ia sangat sukses.”

“Kami harus belajar darinya. Mourinho pun menyukai kami dan kami akan berusaha bersama memenangkan gelar,” ujar pemain yang telah sebelas musim membela ‘Setan Merah’ ini.

Carrick sendiri merasa ada perubahan positif di timnya sejak kedatangan Mourinho meskipun musim ini ia dan rekan-rekannya gagal bersaing di papan atas sejak awal musim.

“Ada banyak hal positif yang bisa diambil musim ini mulai dari konsistensi tim dan performa tim secara keseluruhan. Ada kepercayaan diri yang besar di akhir musim ini pada kami sebagai modal untuk menghadapi musim berikutnya,” ucap Carrick.

Komentar