Site icon nuga.co

Windows 10 Gratis. Darimana Microsoft Dapat Uang

Heboh kehadiran Windows 10 masih menyeruak dikisi-kisi pemberitaan utama media dunia. Dari kehebatan rangkaian fitur yang ditampilkan raksasa software ini, ada satu kata yang “spektakuler” sebagai label kehadirannya, “gratis.”

Kata yang dilabelkan pada “launching” software sistem operasii yang di “rancang bangun” Microsoft ini menjadi tren baru dari produk perusahaan milik Bill Gates ini.

Sebelum Windows 10, Microsoft tidak pernah menggratiskan software sistem operasi miliknya sepanjang tiga puluh tahun eksistensinya.

Sebut saja Windows XP, Vista sampai Windows 8, semua berbayar. Tapi kini Windows 10 tersedia gratis walau ada persyaratannya.

Lantas muncul tanya besar yang misterius, darimana Microsoft mendapat uang?

Jawabannya tak perlu menunggu lama.

Menurut Ben Popper dari situs teknologi informasi, “The Verge,” alasan penggratisan Windows 10 adalah untuk menjangkau sebanyak mungkin orang agar upgrade ke OS terbaru itu.

Setelah itu Microsoft menarik para developer agar menciptakan aplikasi universal untuk Windows 10 yang bisa bekerja di komputer, ponsel tablet sampai konsol besutan Microsoft.

“Selain menumbuhkan basis usernya untuk menarik para developer, Microsoft berharap bisa menggunakan model freemium, di mana mereka menggratiskan software intinya tapi memonetisasi dengan cara lain,” papar Ben.

Microsoft bisa menghasilkan uang dari mereka yang memakai versi premium Office, OneDrive atau Skype.
Selain itu, jika makin banyak orang memakai Windows 10 dan banyak memakai mesin cari Bing buatan Microsoft, maka pendapatan iklan dari Bing akan meningkat.

Microsoft juga masih menarik biaya lisensi dari manufaktur PC yang menginstal Windows 10 di komputer baru. Demikian juga penggunaan Windows dan software Microsoft lain untuk perusahaan atau organisasi besar tidaklah gratis.

Sebuah trik bisnis yang cerdik bukan?

Trik bisnis baru yang sudah diperhitungkan secara matang dan mengesankan sangat ramah dengan pengguna.

Nah. Untuk diketahui, Windows 10 dirancang multi platform, artinya bisa bekerja di desktop, tablet, smartphone sampai perangkat wearable dan bisa saling berhubungan dengan mudah.

Harapannya mungkin, jika orang tertarik memakai Windows 10 di desktop, mereka akan berminat membeli produk atau layanan Windows 10 yang lain.

Selain tersedia gratis bagi pengguna versi Windows sebelumnya, ada satu alasan lagi mengapa Windows 10 dipuji.

Apakah itu?

Tak lain adalah munculnya kembali tombol Start yang sempat menghilang di Windows 8.

Menghilangnya tombol legendaris tersebut sempat membuat pengguna kebingungan dan membuat Windows 8 dikritik. Kini tombol Start sudah ada lagi.

“Saya tidak mau memulai review Windows 10 sebelum merayakan kembalinya menu Start. Menu Start baru di Windows ini adalah kombinasi bermanfaat antara Windows masa lalu dan masa kini,” kata pengamat teknologi dari USA Today, Ed Baig yang dikutip “nuga” dari laman phone arena, Jumat 31 Juli 2015.

Hampir dalam semua review, kembalinya menu Start mendapat pujian. Tapi memang, menu Start yang ada di Windows 10 dirancang berbeda dari versi masa lalu.

Begitu menekan tombol Start yang berlambang Windows, user akan disuguhi menu dalam desain kotak-kotak ala Windows 8 yang bisa dikustomisasi. Namun jangan khawatir, menggunakannya cukup mudah layaknya di masa silam.

“Di antara beberapa fitur baru yang terbaik Windows 10, kembalinya menu Start tidak perlu dipertanyakan menempati peringkat atas,” tulis Zach Epstein dari BGR.

“Ada satu setengah miliar pengguna Windows OS di seluruh dunia. Kesempatan besar bagi developer karena dengan Windows 10 sekarang semuanya jadi satu platform, satu sistem operasi, satu Store, satu pengalaman dan banyak perangkat.

Dari sensor terkecil di perangkat terkoneksi sampai tablet, PC, smartphone, TV, Xbox, tidak pernah ada sebelumnya ekosistem komprehensif seperti ini,” ucap Samer Abu Ltaif, Regional General Manager, Microsoft Gulf.

Baru satu hari diluncurkan, secara serempak masyarakat teknologi dunia langsungmemberi pujian untuk i Windows 10 sebagai salah satu sistem operasi terbaik dari Microsoft.

Apakah ada kritik. Ada. Tentang masih adanya bug. Nah ini dia reviewnya

Geoffrey A. Fowler tukang kritik dari media terkenal “Wall Street Journal,” memberi komentar, “ Saya sudah mengujicoba Windows 10 dalam tiga bulan di komputer dan bahkan di laptop yang saya gunakan sehari-hari. Ini adalah pengalaman menggunakan PC terbaik sejak Windows XP.”

Penyebabnya adalah saya terasa familiar memakainya.

Menu Start sudah kembali dan semua aplikasi meluncur di view desktop standar. Pada dasarnya, jika Anda tahu bagaimana menggunakan Windows XP, Anda tidak akan memiliki masalah dengan Windows 10. Selain familiar, Windows 10 juga fresh.

Tom Warren analis teknologi dari “The Verge” lain lagi reviewnya. Katanya, Windows 10 sungguh menarik.
Saya sekarang sudah jarang menyentuh MacBook Air saya karena kombinasi hardware bagus yang ada di Dell XPS 13 dan Windows 10 menyenangkan untuk digunakan.

Adalah biasa dalam siklus Windows, ada versi buruk, kemudian versi bagus. Windows 10 adalah perbaikan hebat dari Windows 8 dan itu yang kita semua harapkan.

Bagaimana dengan versi selanjutnya? Microsoft mengatakan takkan ada lagi. Ini adalah Windows terakhir dan Microsoft akan terus memperbaikinya di tahun mendatang. Jadi, bagian terbaik dari Windows 10 adalah berakhirnya siklus baik dan buruk tersebut.

Devindra Hardawar, penulis terkenal dari ”Engadget” mengungkapkan, Windows 10 menghantarkan pengalaman memakai desktop terbaik dari Microsoft dan banyak hal lagi.
Windows 10 juga OS tablet yang baik dan siap untuk menjadi OS di perangkat hybrid. Terlihat sebagai langkah signifikan di ranah mobile. Windows 10 juga membuat Xbox One konsol yang lebih berguna.

Senang rasanya merekomendasikan versi baru Windows tanpa ragu-ragu. Jika komputer Anda memakai Windows 7 dan 8, tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan tawaran upgrade gratis Microsoft. Dan jika, karena beberapa alasan, Anda punya komputer yang lebih lawas dari Windows 7, Windows 10 cukup baik dijadikan alasan membeli komputer baru.

Exit mobile version