Site icon nuga.co

“Marquez ‘Buruan’ Saya Musim Ini”

Valentino Rossi tak menyangkal bahwa Marc Marquez adalah “buruan”nya untuk musim balapan tahun ini dan akan menjungkalkan pebalap Repsol Honda itu di setiap seri lomba.

“Saya memang sudah mempelajari strategi balapan beserta kecepatan Marc. Untuk tahun ini saya akan menerapkannya dengan displin yang sekaligus mengalahkannya,” kata Rossi kepada “crash” usai uji tes di Philips Aisland, Kamis siang WIB, 16 Februari 2017.

Dengan nada serius  Rossi secara berulang-ulang menegaskan Marc Marquez adalah buruan utama yang wajib dikalahkan untuk bisa jadi juara dunia MotoGP musim ini.

Rossi menilai Marquez yang berstatus juara bertahan tetap menyimpan potensi bahaya lebih besar dibandingkan Maverick Vinales yang dianggap juga tampil menggigit di pramusim.

“Vinales sangat kuat di Valencia dan Sepang namun bila melihat catatan waktu lebih detail, maka Marquez lebih cepat di Valencia, Malaysia, dan juga hari pertama di Philipp Island.”

“Jadi menurut saya, Marquez adalah sosok utama yang harus diburu dan dikalahkan musim ini. Marquez bisa tampil konsisten dan mereka terus bekerja keras dengan ban lama. Saya rasa dia adalah referensi utama,” tutur Rossi seperti dikutip dari Motorsport.

Rossi pun tak tergoda komentar rendah diri yang dikeluarkan oleh Marquez sepanjang pramusim ini.

“Setiap pebalap berusaha berkomentar merendah karena dengan begitu ada harapan untuk membuat kejutan di Qatar.”

“Namun serius, saya sudah tahu bahwa Marquez adalah yang tercepat saat ini,” tutur Rossi.

Marc Marquez  sendiri di Philip Island menjadi yang tercepat di hari pertama tes resmi

Ini adalah pertama kalinya Marquez jadi yang tercepat di sesi pramusim

Di Sirkuit Sepang pada dua pekan lalu, tiga pebalap yang mencatatkan waktu terbaik adalah Casey Stoner, Andrea Iannone, dan Maverick Vinales.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi Marquez yang menggunakan mesin baru RC213V pada tes kali ini.

Setelah uji coba di Malaysia, Marquez menyatakan bahwa tugas besarnya di Australia adalah untuk memahami adaptasi sistem elektronik dengan mesin baru Honda.

Pada awal 2016, ia juga mengalami masalah yang sama di sesi tes resmi, tapi pada akhirnya bisa memahami sistem elektronik tersebut setelah menjajal beberapa kali balapan. Masalah sama kembali terjadi karena mulai musim ini Honda mengganti tipe mesin, dari semula mesin screamer ke jenis big bang.

Mesin berjenis screamer mempunyai kerja mesin yang agak lama dan sukar dikendalikan, sedangkan jenis big bang memiliki kerja mesin yang lebih cepat dan jinak. Karakter jenis mesin baru inilah yang otomatis mempengaruhi sistem eletronik motor RC213V

Rossi saat ini memiliki sisa kontrak dua musim di Yamaha dan masih belum memberikan keputusan yang pasti tentang masa depannya setelah itu.

Valentino Rossi hari ini merayakan ulang tahunnya ketiga puluh delapan tahun, yang menempatkannya sebagai pebalap paling tua yang pernah aktif berlomba di MotoGP.

Atas pencapaiannya di MotoGP itu Rossi dianggap sebagai legendaries dan nyaris menjadi ikon balapan itu sendiri.

Salah seorang pebalap yang mengidolakan Rossi setinggi langit adalah Ali Adrian

Pebalap Indonesia itu  memandang tinggi pencapaian Valentino Rossi di ajang balapan MotoGP.

Meski belum pernah mencicipi balapan di arena yang sama dengan Rossi, Ali punya hasrat bisa mengikuti jejak Rossi dengan segala rentetan prestasinya.

“Saya melihat, Valentino Rossi itu MotoGP dan MotoGP itu ya Valentino Rossi,” kata Ali yang mengaku pernah bertemu langsung dengan Rossi

MotoGP sendiri memang demikian identik dengan Rossi

Sejak pertama kali menunggangi motor di ajang tersebut pada tujuh belas tahun lalu,  ia jadi sosok yang paling sering mengisi pemberitaan.

Rossi bukan hanya dikenal karena rentetan prestasinya tujuh kali memenangi gelar juara dunia di level paling elite, tapi juga aksi-aksi nekat menyalip lawan di atas lintasan.

Rossi juga punya banyak cerita permusuhan, mulai dari dengan Max Biaggi, Casey Stoner, Marc Marquez, bahkan dengan mantan rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Ia juga tak jarang diliputi kontroversi dalam dua dekade kariernya membalap di MotoGP.

Ali menyebut, MotoGP akan terasa berbeda tanpa Rossi.

“Menurut saya, cuma Valentino Rossi yang bisa melakukan seperti yang ia lakukan sekarang. Total dua puluh dua  tahun di dunia Grand Prix dan masih kompetitif,” lanjut Ali

“Mulai dari masa-masa Casey Stoner masih menjadi lawannya Valentino, begitu juga era (Jorge) Lorenzo sampai Marc Marquez. Saya bisa bilang Rossi adalah yang terbaik dan saya sangat bangga pernah di juluki ‘The next Valentino Rossi from Indonesia’. Sangat sangat bangga,” tutupnya

Exit mobile version