Site icon nuga.co

Ustazd Mansur Miliki Rp 20 Miliar Dana Jamaah

Ustazd Yusuf Mansur telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 20 miliar dari 2.000 jamaahnya untuk diinvestasikan diberbagai bidang. Salah satunya adalah sebuah hotel di tangerang yang hampir rampung.

Tentang dana Rp 20 miliar itu , Customer Service PU Robby Cahyadi menyebutkan, uang itu diperoleh dari hasil Patungan Uusaha jamaah yang seluruhnya seluruhnya disimpan di rekening atas nama Ustadz Yusuf Mansur.

“Dananya disimpan di rekening Ustadz di bank. Kita belum ada PT dan sebagainya jadi harus pakai nama itu. Karena kan jamaah biar percaya kalau ini beneran PU atas nama Ustadz,” ujarnya di Kantor PU Ustadz Yusuf Mansur, di Ciledug, Tangerang, Jumat pagi.

Dia menjelaskan, selama ini investor yang ikut berpartisipasi dalam PU ini banyak yang bertransaksi melalui sambungan telepon, ada pula yang langsung datang ke kantor untuk ikut berinvestasi.

“Ada yang datang ada yang by phone tapi kebanyakan by phone karena lebih mudah lebih gampang,” katanya. Biasanya dari mereka selain menanamkan uangnya untuk berinvestasi, hal lain yang juga dilakukan adalah sambil ikut berdakwah.

“Mereka ya nggak hanya investasi ya tapi biasanya dakwah juga bareng-bareng dakwah karena kan ini untuk umat juga,” kata Robby.

Sebelumnya, Yusuf pernah berkata bahwa uang yang terkumpul sudah mencapai Rp 20 miliar. Hal itu ia kemukakan setelah melapor ke Otoritas Jasa Keuangan soal bisnis investasinya pekan lalu. “Saya diberitakan mengumpulkan ratusan miliar, saya bilang amin. Senang kan, bisa dipercaya orang. Sekitar Rp 20 M-an,” katanya.

Dana Rp 20 miliar itu digunakan membangun Hotel Siti, di Cengkareng, Banten, sebagai wahana transit jamaah haji dan umroh. Setelah melapor, Yusuf mengklaim OJK merestui langkahnya, hanya saja, beberapa aspek legalitas wajib dipenuhi.

Hotel setinggi 12 lantai hasil program Patungan Usaha Ustadz Yusuf Mansur hampir rampung. Sekarang ini, proyek hotel itu tinggal penyelesaian interior.

“Lokasi hotel yang mau ke arah kota bumi, dekat bandara Soekarno-Hatta belakang Polres Tangerang di Jalan M. Toha. Ada 12 lantai. Bangunan sudah berdiri tinggal finishing interior, ini nantinya untuk jamaah haji dan umroh,” kata Robby Cahyadi.

Bisnis PU milik ustadz kondang ini memang tengah jadi sorotan karena tidak punya izin resmi alias ilegal. Meskipun demikian, program PU ini tetap banyak diminati masyarakat.

Sejak dibentuk di tahun 2012 sampai saat ini, PU milik Ustadz Mansur sudah mampu menghimpun dana hingga Rp 20 miliar. Investornya pun tidak sedikit, mencapai 2.000 jamaah.

“Bisnis ini dibentuk sekitar tahun 2012. Investor sudah lebih dari 2.000 orang. Dana yang terkumpul sekitar Rp 20 miliar mungkin ya,” katanya.

Dia mengatakan, usaha ini dibentuk sebagai wadah untuk bisa menghimpun dana umat agar bisa dikelola dan bisa menjadi lebih bermanfaat. Saat ini dana yang sudah terhimpun dialokasikan untuk pembangunan hotel dan apartemen di wilayah Tangerang dekat Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam mengelola bisnis Patungan Usaha, Ustazd Yusuf Mansur dibantu sedikitnya 10 karyawannya Selain karyawani-karyawan tadi, kata dia, bisnis PU juga dibantu seorang sahabat kepercayaan Ustadz Yusuf Mansur bernama Unang.

“Ustadz juga dibantu orang kepercayaan untuk PU misalkan ada jamaah minta ini itu, ya bisa menghubungi Pak Unang karena nggak semuanya bisa diurus ustadz. Pak Unang ini basic-nya orang perbankan,” ujarnya.

Exit mobile version