Site icon nuga.co

Investasi Penting untuk Tekan Ketergantungan Impor

DIREKTUR Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, investasi di bidang produksi bahan baku hilir petrokimia bernilai penting untuk mengatasi kendala ketergantungan impor.

“Impor bahan baku industri hilir petrokimia, seperti polietilen, polipropilen, dan lain-lain itu nilainya mencapai 5-6 miliar dollar AS per tahun,” kata Panggah seusai pertemuan antara Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat dengan Direktur Eksekutif Lotte Chemical Kim Gyo Hyun di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Menurut Panggah, proyek yang akan menghasilkan beragam bahan baku industri hilir tersebut merupakan bagian program besar untuk menanggulangi ketergantungan impor.

“Saya rasa, dengan adanya proyek ini, nanti kebutuhan bahan baku industri hilir, khususnya plastik dalam arti luas, akan bisa diatasi,” katanya.

Panggah mengatakan, nilai investasi proyek tersebut sekitar 5 miliar dollar AS dengan lokasi di Cilegon, Banten. “Proyek tersebut memiliki arti penting karena tidak saja bisa memenuhi kebutuhan berbagai bahan baku industri hilir petrokimia dalam negeri, tetapi juga ada sisa produksi untuk ekspor,” ujar Panggah.

Berdasar pemetaan, Kementerian Perindustrian, ketergantungan bahan baku impor merupakan salah satu permasalahan yang selama ini dihadapi dalam meningkatkan daya saing industri. Permasalahan lain adalah ketertingg alan teknologi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan membanjirnya produk impor.

 

Exit mobile version