Site icon nuga.co

Hari Ini Emas Menemukan Momen Kenaikan

Setelah tersungkur oleh penguatan dollar dan kenaikan suku “the fed,” hari ini, Rabu, 14 Maret, harga emas global mengalami penguatan karena terdorong oleh  berita pergantian Menteri Luar Negeri  AS, Rex Tillerson.

Seperti ditulis laman ekonomi dan bisnis “bloomberg,” pagi ini, Rabu,  harga emas di pasar spot mendaki nol koma tiga  persen per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman April melesat setengah  persen .

Di perdagangan sebelumnya, harga emas di pasar spot tertekan nol koma dua persen dan harga emas berjangka untuk pengiriman yang sama turun dengan persentase yang sama pula

Kenaikan harga emas ini terjadi setelah Trump menunjuk Direktur CIA, Mike Pompeo sebagai Menlu AS yang baru, menggantikan Tillerson. Tillerson dipecat Trump karena alasan tidak sepaham lagi.

“Dolar melemah dan harga emas naik menyusul berita (pergantian) Tillerson. Kami telah melihat pola ini, karena tidak ada faktor kuat lainnya yang menyebabkan pembelian emas sekarang,” kata Pendiri Logic Advisors, Bill O’Neill.

Indeks dolar AS terhadap mata uang utama jatuh, sehingga membuat beberapa harga komoditas lebih murah, termasuk emas.

Sementara data inflasi AS masih sejalan dengan perkiraan, dan kenaikan suku bunga acuan cenderung bertahap.

Selain harga emas, harga perak juga diperdagangkan mendaki lebih setengah  persen

Sedangkan harga platinum terkeren naik nol koma empat persen  mendekati harga tertinggi satu pekan .

Beberapa investor mengkhawatirkan inflasi lebih kuat dari prediksi dan dapat memicu rencana kenaikan suku bunga acuan lebih banyak, yakni sebanyak empat kali di tahun ini dibanding perkiraan sebelumnya tiga kali.

“Mendekati pertemuan The Fed atau FOMC minggu depan, kami melihat harga emas akan berada di bawah tekanan,” ujar Ahli Strategi Komoditas di TD Securities, Daniel Ghali.

Kemarin harga emas global masih  mengalami tekanan bersamaan dengan penguatan nilai tukar dollar dan para pelaku pasar optimis aka nada kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Amerika serikat atau The Fed.

Hari ini, Selasa, harga emas kembali ambruk bersamaan dengan  terbitnya data upah tenaga kerja Amerika Serikat yang  cukup baik

Seperti ditulis laman media terkenal “bloomberg,”   harga emas di pasar spot turun nol koma dua2 persen.

Untuk harga emas berjangka AS  pengiriman April juga  turun  nol koma dua persen ke angka  per ounce.

“Investor sekarang bermain bertahan, jadi emas duduk di bangku cadangan untuk hari ini,” kata Rob Lutts, kepala investasi Cabot Wealth Management.

Pelaku pasar bertaruh bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun ini setelah data yang dirilis pada akhir pekan lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan di AS dan mencatatkan kenaikan terbesar dalam lebih dari satu tahun.

Emas sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga karena harus bertarung dengan surat utang yang memberikan bunga. “Kenaikan suku bunga membuat persaingan semakin tinggi juga,” jelas Lutts.

Ketidakpastian geopolitik akan mendorong kenaikan harga emas tetapi rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve akan menguji gerak harga emas.

Exit mobile version