Site icon nuga.co

Harga Emas Terus Terpuruk

Menjelang akhir tahun, yang titandai dengan liburan natal dan tahun baru, harga jual emas di pasar global dan domestik terus terpuruk. Harga emas mendekati situasi “chaos” karena tidak diminati oleh investor.

Hari ini harga emas yang diperdagangakan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, sebagai otoritas rujukan harga emas di Indonesia, kembali turun sebesar Rp 2.000 per gram sehingga bertengger pada angka Rp 524.000 untuk setiap gramnya.

Kemarin harga emas, di pembukaan perdagangan awal pekan juga merosot dari Rp 528.000 per gram menjadi Rp 526.000 setiap gram. Penurunan harga ini merupakan lanjutan dari jatuhnya harga pekan lalu. Memang harga emas sempat melonjak hingga Rp 10.000 per gram, tapi penyebabnya karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar US.

Seperti dikutip “nuga.co,” dari data Logam Mulia, harga emas batangan pecahan satu gram turun dari Rp 526.000 per gram di awal pekan kemarin menjadi Rp 524.000 per gram di Selasa 24 Desember 2013..

Sementara harga jual kembali atau buyback emas Antam ikutan turun di Rp 464.000 per gram.

Inilah harga emas batangan Antam menurut pecahan dan harga, untuk ukuran 500 gram Rp 242.300.000, pecahan 100 gram Rp 48.550.000, untuk 50 gram Rp 24.300.000, 10 gram Rp 4.900.000 dan satu gram Rp 524.000

“Untuk transaksi pembelian Emas Batangan datang Langsung ke PT Antam Tbk Jakarta setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrian saja,” jelas Antam.

Dari berita global untuk pertama kalinya dalam satu dekade, harga emas diperkirakan akan tumbuh minus tahun ini. Penurunan harga emas diperkirakan masih akan berlanjut di 2014.

Harga emas dunia berada di kisaran US$ 1.205 per ounce akhir pekan lalu di London Bullion Market, jatuh hampir 27% sepanjang 2013. Berkurangnya permintaan dan tingginya inflasi membuat harga emas terus anjlok.

Terakhir kali harga emas mengalami penurunan adalah pada 2000 ketika turun 5,6% gara-gara kondisi yang serupa, permintaan rendah tapi inflasi tinggi.

Di dalam negeri, harga emas batangan Logam Mulia milik Aneka Tambang (Antam) awal tahun ini berada di Rp 585.000 per gram, bandingkan dengan posisi perdagangan pagi tadi hanya senilai Rp 526.000 per gram. Artinya investasi mereka yang pegang emas sejak awal tahun harus rugi 10%.

“Ada dua faktor utama yang membuat harga emas jatuh tahun ini. Yang pertama adalah penjualan besar-besaran oleh investor,” kata Analis Macquarie Matthew Turner kepada AFP, Selasa.

Salah satu pemicu aksi jual ini adalah rencana The Federal Reserve mengurangi besaran stimulusnya mulai tahun depan. Harga emas dunia pun menyentuh titik terendahnya dalam tiga tahun pada bulan Juni yaitu di US$ 1.180,50 per ounce gara-gara kabar The Fed itu.

Selain itu, kata Matthew, rencana pengurangan stimulus itu membuat nilai tukar dolar melambung. Hal ini mempengaruhi daya beli emas di negara-negara berkembang. Harga emas semakin tinggi gara-gara dolar semakin kuat.

Pasokan emas yang semakin banyak juga membuat harganya makin tertekan. Produksi emas dunia terus berjalan meski pembeliannya mulai berkurang.

Exit mobile version