Site icon nuga.co

Harga Emas Hari Ini Benar-benar Ambruk

Hari ini, Selasa, 08 Agustus, harga emas  yang diperdagangkan di Comex Merchantil Exchange, New York, kembali ambruk bersamaan dengan menguatnya dollar terhadap sejumlah mata uang asing dunia.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “Bloomberg,”  pagi ini, Selasa WIB, harga emas benar-benar tumbang akibat penguatan dolar Amerika Serikat  dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS atau The Fed, mengimbangi sanksi AS ke Iran.

Harga spot emas turun nol koma tiga puluh dua2 persen  per ounce. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember  juga turun setengah  persen menjadi per ounce.

AS akan secara agresif memberlakukan sanksi ekonomi yang diterapkan kembali pada Iran pekan ini dan berharap langkah-langkah tersebut berdampak signifikan terhadap ekonomi Iran, kata pejabat administrasi senior AS.

Sanksi tersebut termasuk dikenakan pada logam mulia, baja dan batu bara.

Orang-orang di Iran membeli emas untuk menopang mata uang mereka, kata George Gero, Direktur Pengelolaan RBC Wealth Management.

“Tapi permintaan emas di Iran tidak mengimbangi penjualan emas di negara-negara Barat karena suku bunga AS yang lebih tinggi  dan penguatan dolar AS,” Gero menjelaskan.

Chief New York Fed Markets Simon Potter pada hari Jumat menegaskan kembali niat bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga.

Harga emas sensitif terhadap suku bunga AS yang lebih tinggi karena akan membuat investor beralih ke instrumen investasi lain yang menawarkan pembayaran bunga.

Dolar naik terhadap sejumlah mata uang dalam dua minggu berturut-turut, karena investor bertaruh bahwa retorika perang perdagangan dan ekonomi AS yang kuat akan terus mendorong mata uang lebih tinggi.

Investor sebagian besar telah membeli dolar sebagai aset safe haven daripada emas karena tensi perang dagang AS-China terus meningkat.

China mengusulkan pengenaan tarif terhadap barang-barang AS senilai enam [puluh miliar dollar pada hari Jumat, setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengusulkan tarif dua puluh lima persen lebih tinggi pada impor China senilai dua ratusmiliar dollar

Diakhir perdagangan pecan lalu harga emas sempat moncreng

bersamaan dengan melemahnya dollar dalam perdagangan selama dua hari terakhir terhadap yen Jepang.

Seperti ditulis laman ekonomi dan keuangan “Bloomberg,” Jumat pagi WIB, harga emas di pasar spot naik  nol koma persen per ounce, usai turun setengah persen di sesi sebelumnya.

Adapun emas berjangka sedikit naik

“Saya pikir orang-orang hanya menonton Dolar. Dolar-yen sedang turun dan emas naik,” kata Yuichi Ikemizu, Manajer ICBC Standard Bank cabang Tokyo.

Dia menambahkan, perang dagang antara Amerika Serikat dan China kemungkinan juga turut memicu pembelian.

Tercatat, Dolar sedikit lebih rendah terhadap Yen

Greenback kali ini tak terdukung setelah Federal Reserve Amerika Serikat  memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya dan memberikan penilaian yang optimis terhadap ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Pelemahan dolar membuat emas dengan denominasi mata uang ini lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan tekanan terhadap emas.

“FOMC tidak membawa banyak hal dan ini adalah musim penghasilan, jadi saya tidak mengharapkan emas untuk keluar dari jangkauan,” kata Ikemizu.

Harga emas di pasar spot diprediksi tetap netral

Sebelumnya, harga emas sempat melemah jelang pengumuman the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat  yang akhirnya pertahankan suku bunga acuan.

Akan tetapi, the Federal Reserve memberi sinyal menaikkan suku bunga acuan pada September .

Suku bunga lebih tinggi dapat mengangkat dolar AS. Hal itu akan berdampak terhadap permintaan komoditas logam mulia.

Exit mobile version