Site icon nuga.co

Harga Emas Global Gonjang Ganjing

Dalam perdagangan emas global, hari ini, Rabu, 30 April 2014, mengalami kenaikan tipis, tapi tetap di bawah batas harga psikologis, USD 1.300 per troy ons. Investor masih focus menunggu hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat, dan berharap adanya kebijakan stimulus moneter karena adanya ketidakpastian atas Ukraina.

“Investor emas sebagian besar memilih menunggu, sebelum The Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari. Mereka harus memastikan apakah The Fed akan mengurangi program pembelian obligasi bulanan untuk keempat kalinya berturut-turut dan mungkin menaikkan suku bunga, “ tulis “bloomberg.com” seperti dikutip “nuga.co.”

“Tapi masih ada background ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina. Kita melihat beberapa pra-penjualan menjelang FOMC dan non-farm payrolls,” prediksi “bloomberg” Rabu 30 April 2014.

Sementara itu di pasar lokal, Jakarta, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tak bergerak dibandingkan hari kemarin. Ini juga berpengaruh terhadap harga pembelian kembali alias buyback.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu pagi, harga emas batangan Antam dijual Rp 533.000 per gram. Tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara harga buyback emas Logam Mulia Antam juga tetap di Rp 473.000 per gram.

Harga emas batangan Antan kini berada pada harga Rp 535.000 per gram, naik dibandingkan akhir pekan yaitu Rp 534.000 per gram. Harga jual kembali atau buyback juga naik dari Rp 475.000 per gram, dibandingkan akhir pekan lalu yang Rp 474.000 per gram.

Logam Mulia Antam menjual emas dalam berbagai ukuran. Dari yang besar hingga yang kecil. Untuk emas ukuran 500 gram Antam menjualnya dengan harga Rp 247.800.000, 250 gram : Rp 124.000.000, 100 gram : Rp 49.650.000, 50 gram : Rp 24.850.000, 10 gram : Rp 5.010.000, 5 gram : Rp 2.530.000 dan 1 gram : Rp 535.000

Sementara itu di divisi COMEX New York Mercantile Exchange harga emas berakhir turun pada untuk sesi kedua berturut-turut. Sebagian besar tertekan oleh kenaikan dalam ekuitas Amerika Serikat.

Beberapa analis mengatakan, investor memilih aset-aset ekuitas yang lebih berisiko setelah beberapa pelemahan, di bawah ekspektasi data kepercayaan konsumen dari Amerika Serikat membebani perdagangan emas pada hari ini.

Indeks kepercayaan konsumen AS turun menjadi 82,3 pada April dari angka direvisi 83,9 pada Maret. Ini mencerminkan penilaian kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini kurang menguntungkan, seperti data yang dirilis oleh Conference Board pada Selasa.

Revisi naik Maret menempatkan indeks pada bulan tersebut di tingkat tertinggi sejak Januari 2008. Namun, angka April masih sedikit di bawah perkiraan Wall Street. Selain itu, pedagang mengatakan, investor juga menunggu hasil dari pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal AS yang dimulai Selasa.

Indeks dollar AS, yang merupakan indikator greenback terhadap enam mata uang utama dunia, berada pada 79,80 pada Selasa, naik dari penutupan sebelumnya 79,70 pada akhir Senin di perdagangan Amerika Utara.
Sementara itu, perak untuk pengiriman Juli turun 8,1 sen atau 0,41 persen menjadi ditutup pada 19.538 dollar AS per ounce.

Emas jenis spot emas naik tipis 14 sen ke USD1.295,74 per troy ons. Harga emas sempat meningkat, karena kekhawatiran geopolitik, namun harus terpangkas karena penguatan pasar perumahan AS. Sedangkan emas berjangka AS, Comex Gold, untuk pengiriman Juni menguat USD2,70 atau 0,2 persen ke USD1.296,30 per troy ons.

Sementara, perak turun 0,6 persen menjadi USD19,45 per troy ons. Spot platinum naik 0,5 persen menjadi USD1.424,25 per troy ons, sementara paladium spot naik 0,6 persen menjadi USD803,25 per troy ons.

Kebijakan moneter yang longgar, ditambah dengan suku bunga rendah yang berkepanjangan, telah membuat bullion unggul atas aset lainnya. Stimulus telah menjadi faktor penting pendorong emas lebih tinggi dalam beberapa tahun terakhir

Exit mobile version